
Ilham, adalah teman dekat Risky. Beberapa kali aku melihatnya tengah bersama Risky, tapi dari awal aku kenal Risky, tak pernah sekalipun dia berbicara padaku. Karena memang kami tidak saling kenal, dan ini? tiba-tiba dia mengirimiku pesan.
@ZaKhanza
Apa, Ham? kamu mau ngomong apa?
Jantungku tiba-tiba berpacu dengan sangat cepat dan rasa kantuk yang sedari tadi mendera, hilanglah sudah.
@IlhamSaja
Kalau kamu memang benar-benar serius dengan Risky, kamu harus benar-benar menjaga hati dan meyakinkannya
Aku mengernyitkan dahi, apa maksudnya? bukannya selama ini aku selalu menjaga hati untuk Risky?
@ZaKhanza
Apa maksudmu, Ham?
Ilham mengetik, cukup lama dia mengetik dan itu membuat jantungku semakin dag-dig-dug, tiba-tiba, ting!
@IlhamSaja
Risky sudah menceritakan segala hal tentang dirimu kepada orangtuanya, bahkan sudah menunjukkan fotomu juga. Dan bapaknya, sudah bersedia menerimamu. Bapaknya Risky berniat untuk memintamu pada orangtuamu, melamarmu untuk Risky. Kalau kamu tak percaya, tanyakan saja Risky. Sebenarnya Risky ingin menyampaikannya padamu, tapi dia malu. Takut jawabanmu mengecewakannya mungkin, jadi kuharap, kamu juga bisa serius menjalin hubungan dengannya
Mataku terbelalak, Ya Tuhan? benarkah ini? apakah aku tidak sedang salah baca? cukup lama aku memelototi isi pesan itu, berkali-kali juga menepuk-nepuk pipiku, takut ini hanya mimpi.
@ZaKhanza
Kamu serius, Ham? aku harus gimana, nih? aku bingung
Jujur, aku amat sangat bingung menanggapi hal ini. Jangankan berbicara soal lamaran, aku berpacaran saja harus sembunyi-sembunyi dari orang tuaku karena takut.
@IlhamSaja
Kamu harus menjaga hatimu untuk Risky, harus menjalani hubungan ini dengan serius. Bahkan, Risky juga sempat bingung, ketika kamu memutuskan untuk kuliah di luar kota setelah lulus nanti. Katanya, kamu nggak usah kuliah nggak papa, biarkan Risky yang bekerja, kamu cukup menemani ibunya di rumah. Kamu tahu, kan, kalau Risky anak tunggal?
Aku menghela nafas panjang, sangat bingung harus bagaimana. Aku tak ada pemikiran apapun tentang hal itu, untuk menuju hal yang serius seperti lamaran itu. Dan soal kuliah itu? itu adalah impianku, bagaimana?
@ZaKhanza
Kenapa dia melarangku kuliah di luar kota?
@IlhamSaja
Dia tidak melarangmu, dia hanya khawatir padamu. Tentu saja, dia tak mau kamu jauh darinya. Bahkan, bapaknya berkali-kali menanyakanmu pada Risky, kapan Risky akan membawamu kerumahnya? biar segera dilamar
Aku menggigit bibir, harus kujawab apa? aku amat senang dengan kabar yang Ilham bawa ini, tapi disisi lain, aku bingung harus menjawab apa? aku tak bisa memberi kepastian secepat ini.
@ZaKhanza
Sebenarnya aku teramat bingung harus menanggapi bagaimana, Ham. Jujur, ini pertama kalinya dalam hidupku, dihadapkan dengan hal seserius ini bahkan di usiaku yang ke 17 tahun? Dan soal kuliah, itu sudah keputusan ayahku, ayahku lah yang memegang kendali atas diriku. Aku sangat senang mendengar kabar darimu ini, tapi mohon maaf aku belum bisa memberi kepastian secepatnya. Orang tuaku saja tidak tahu, kalau aku sedang punya hubungan dengan seseorang
@IlhamSaja
Kamu tak perlu buru-buru, Za. Seperti yang kukatakan tadi, kamu cukup jaga hatimu dan serius menjalani hubungan dengan Risky, kamu tahu apa yang dikatakan Risky ketika menceritakan hal ini padaku?
@ZaKhanza
Apa, Ham?
@IlhamSaja
Dia bilang, bahwa dia benar-benar beruntung menemukanmu. Dia bilang juga, kalau dia tak mau melepasmu, sayang, soalnya kamu orangnya nurut banget sama Risky. Belum pernah dia menemukan perempuan sepetimu. Karena itulah, sejak dia mengenalmu, dia sudah bertekad untuk berhenti mempermainkan perempuan dan fokus menjagamu
Air mataku berlinang, tak kusangka di balik semua ini, ada rasa manis yang menungguku. Rasa manis ketika aku menanggung resiko, menjalin hubungan dengan seorang playboy. Berkali-kali aku membaca chat tersebut, tak kuasa meluapkan rasa haru dan bahagia.
@ZaKhanza
Benarkah yang kamu bilang itu, Ham? kamu nggak sedang mengada-ngada, kan
@IlhamSaja
Buat apa aku mengada-ngada untuk hal seserius ini, Za? bahkan Risky pun berkali-kali bilang, mungkin inilah barokahnya dia menjadi ketua umum olimpiade, bisa bertemu dengan orang sepertimu. Orang yang sanggup merubahnya
Aku benar-benar tak kuasa menahan haru. Aku amat sanga bahagia, ingin rasanya aku melompat hingga mencapai bintang, tapi sayang, aku hanya sanggup berlinang air mata bahagia.
@ZaKhanza
Aku bingung, Ham, harus bagaimana, aku amat bahagia
@IlhamSaja
Kamu jangan bingung dan terburu-buru, Za. Kamu cukup jaga hati, biarkan urusan ini kembali pada Risky, bagaimana cara dia mengumpulkan niat dan tekad untuk serius melamarmu
Aku tersenyum, membenarkan apa yang Ilham sampaikan
@ZaKhanza
Makasih, ya, Ham. Kamu membuatku bahagia pagi ini
@IlhamSaja
Haha, sama-sama, Za. ini kulakukan karena aku amat peduli dengan kalian, aku tak mau jika kalian harus terpisah karena apapun
@ZaKhanza
Iya, Ham, makasih banget
@IlhamSaja
Kamu mau menanyakan hal ini sama Risky?
Aku menautkan alis, mencoba berpikir, apakah saran dari Ilham adalah keputusan yang tepat
@ZaKhanza
__ADS_1
Nggak, Ham. Biarkan ini mengalir begitu saja, aku akan menjaga hatiku untuk Risky, sembari menantikan keputusan Risky
@IlhamSaja
Okelah, tak apa. Ngomong-ngomong, aku kagum, loh, sama kalian
@ZaKhanza
Kagum kenapa?
@IlhamSaja
Kalian benar-benar kompak menjaga komitmen untuk tidak menyebarkan hubungan kalian, ya, meski teman-teman dekat Risky ada saja yang tahu termasuk aku, hehe. Tapi aku benar-benar salut, terutama juga sama kamu, Za. Kamu benar-benar bisa membuat Risky berpikir untuk mengakhiri masa pencariannya
@ZaKhanza
Kamu berlebihan, Ham. Padahal aku ya, nggak ngapa-ngapain, hahaha
@IlhamSaja
Hahah, Kamu ini, Za, udah, ya, itu saja yang mau aku bicarakan sama Kamu. Semoga kalian langgeng
@ZaKhanza
Makasih, Ham. Semoga doa yang baik juga berbalik padamu
Akhirnya kuletakkan ponselku. Aku menghela nafas panjang, Ya Tuhan, semua ini terlihat seperti mimpi saja. Tapi ini sungguh-sungguh kenyataan. Risky, lagi-lagi kamu memberi kejutan untukku.
________________________________
Sedari tadi aku sudah berbalas chatting dengan Risky, kita bercerita tentang banyak hal. Dan aku sudah banyak-sedikit-tahu segala hal tentangnya, keluarga dan teman-temannya. aku juga sudah mulai merasa nyaman, meski terkadang diliputi rasa was-was, takut ada lagi yang mengusik kedamaian kami.
@Riskyy
Za, Kamu sudah banyak tahu tentangku, ya?
@ZaKhanza
Um ... Lumayan, sih, belum tahu semua
@IlhamSaja
Aku mau cerita, nih, bingung sebenarnya
@ZaKhanza
Cerita apa?
Jantungku kembali berdetak lebih cepat, apa yang akan dia ceritakan?
@Riskyy
Kamu komunikasi, nggak, sama Fania?
@ZaKhanza
@Riskyy
Dia nggak sering nanyain aku?
Aku menggigit bibir, mencoba menimbang-nimbang, haruskah aku katakan yang sesungguhnya?
@ZaKhanza
Kalau boleh jujur, sih, dia sering banget nanyain kamu
@Riskyy
Oh, iya? dia nanyain apa aja?
Aku mengernyitkan dahi, seantusias itu kah Risky jika menyangkut Fania?
@ZaKhanza
Yang paling sering, sih, nanyain kamu masih chattingan sama aku apa nggak
@Riskyy
Terus, kamu jawab apa?
@ZaKhanza
Ya aku jujur, masih tetap chattingan setiap hari pagi, siang, sore
A
ku mulai kesal dan tentu saja ada segurat rasa cemburu di dalam dada
@Riskyy
Dia menjawab apa?
@ZaKhanza
Kamu, kok, kepo banget, Ky?
@Riskyy
Udah, kamu jawab dulu, bentar lagi aku cerita
Aku memutar bola mata, tapi tentu saja aku tak sanggup menolak permintaan Risky
@ZaKhanza
Dia jawab, iya-iya aja, nggak lebih
__ADS_1
@Riskyy
Oh gitu
@ZaKhanza
Apa yang mau kamu ceritain?
Aku menghela nafas panjang, menguatkan hati jika harus menerima kenyataan pahit lagi setelah ini. Risky masih mengetik, kemudian, ting!
@Riskyy
Sebenarnya, Fania ini adalah incaranku setelah aku di tolak oleh Alfi. Aku mengincar dan mendekatinya. Tapi dia acuh padaku, kemudian aku nggak mau lanjutin
Aku menahan napas membacanya, Ya Tuhan, jadi begitu? kemudian masuk lagi chat dari Risky, ting!
@Riskyy
Aku mulai melihat kamu, Za, mulai belajar menghargai besarnya perasaanmu, dan akhirnya memilih bersamamu. Aku milih kamu juga karena kamu nggak manja kayak mereka
@ZaKhanza
Mereka siapa?
@Riskyy
Ya mereka pokoknya, jangan sebut nama, takut ghibah, wkwk
Aku tertawa, dia mencoba membesarkan hatiku dan tak menyakitiku, aku amat suka.
@ZaKhanza
Gitu aja ceritanya?
@Riskyy
Nggak, ada lagi. Terus, semenjak aku sama kamu, Fania datang lagi. Dan bukannya aku merasa ge-er atau apa, dia seperti berusaha mencari perhatianku. Sebenarnya, aku enggan menanggapi, tapi aku takut menyakiti hatinya
Aku menghela nafas panjang, menguatkan hati bahwa Risky tak sepenuhnya kembali ke jalan yang lurus
@ZaKhanza
Terus?
@Riskyy
Aku mau minta pendapatmu, sebagai perempuanku, apa yang harus aku lakukan? jujur, sebenarnya aku amat risih
Cukup lama aku berpikir. Sebenarnya bisa saja aku mengatakan untuk menjauhinya, tapi aku tak bisa seegois itu. Aku perempuan, aku tahu bagaimana rasanya tak dihiraukan. Lagipula, jika memang Risky benar-benar untukku, dia akan kembali padaku
@ZaKhanza
Aku melihat ini sebagai sudut pandang diriku, ya, Ky, bukan sebagai perempuanmu. Lebih baik, kamu tetap jalin komunikasi dengan dia, komunikasi biasa aja, selayaknya teman. Aku nggak akan pernah larang kamu berteman sama siapapun selama itu tidak mengganggu hubungan kita
Aku berpikir lagi, kemudian lanjut mengetik pesan
@ZaKhanza
Kamu harus tanggung jawab, intinya, kalau Kamu berani membaperi dia, kamu harus berani menanggung resiko. Tapi ingat, harus ada batasnya. Karena aku percaya, kalau memang kamu milikku, kamu akan kembali padaku
Cukup lega aku mengatakan hal itu, setidaknya, tak ada hal yang ditutup-tutupi diantara kita, kejujuran dan kepercayaan adalah intinya
@Riskyy
Kamu benar banget, Za, aku harus tanggung jawab, meski sebenarnya aku tak suka
@ZaKhanza
Kamu, kok, nggak suka, sih, aku suruh ngeladenin cewek secantik Fania?
@Riskyy
Kan, aku sudah ada kamu? ngapain melihat kanan kiri lagi?
Aku tersenyum lagi mendengarnya, terasa pipiku mulai menghangat dan pasti sudah terlihat merah seperti tomat.
@ZaKhanza
Beneran, ya, nggak liat macem-macem lagi?
@Riskyy
Beneran, Khanzaku
_______________________________
Pagi ini aku asyik berbalas komentar di aplikasi sosial media berwarna biru itu dengan teman-teman SMP ku, mereka amat merindukanku karena memang hanya aku yang belum bertemu mereka semenjak kelulusan SMP. Karena aku menetap di pesantren, wajar saja jika aku jarang keluar. Bahkan, selama liburan ini pun, Aku tidak kemana-mana.
Saat asyik menscroll beranda, tiba-tiba aku menemukan unggahan status milik Risky. Aku mengernyitkan dahi, ini status kapan? kulihat ternyata ini status kemarin malam, cukup terkejut aku melihat status itu, dan tentu saja menciptakan segurat cemburu di dada.
Terlihat pada status itu, sebuah hasil screenshoot nofitikasi boomlike dari seorang perempuan. Risky menuliskan caption pada foto tersebut "Jempolnya iseng, ya, Mbak?" .
Nafasku tertahan, kemudian kulihat dia juga menandai perempuan itu, siapa dia? akhirnya jiwa stalkingku menggebu-gebu meski harus diliputi hati yang amat pilu
_________________________________
tbc.
*Jangan lupa vote dan komentarnya ya
Dukung author dengan bintang-bintang kalian
Salam,
Khanza di dunia nyata.
__ADS_1