
Perempuan cantik mengetuk pintu ruang kantorku. Dengan senyum manisnya menghampiriku, membawa dokumen yang harus aku tandatangani.
"Pak ini untuk laporannya, bapak bisa tandatangani di bagian ini"
"Baik, kamu letakan saja disana"
saat meletakan laporan itu, dengan bola mata yang tajam perempuan itu melihat bingkai foto di samping meja kerjaku. Foto seorang anak laki-laki dan perempuan yang sedang memakai seragam sekolah, dengan senyuman lucunya. Membuat perempuan itu penasaran dan bertanya.
"Maaf pak saya boleh bertanya sesuatu"
aku yang sedang menandatangani laporan yang lain, langsung menjawab.
"Boleh, mau tanya apa?"
"Maaf pak kalau saya lancang bertanya ini. Foto itu anak bapak ya?"
dengan menyebut foto itu aku terkejut dan berhenti untuk membuka dokumen tersebut tatapanku langsung tertuju pada perempuan itu.
"Oh bukan, itu saya"
dengan wajah terkejut perempuan itu menjawab.
"Wah pantas mirip sekali dengan bapak, saya kira itu anak bapak. Yang perempuan siapa pak?"
"Kamu mau tau dia siapa?"
"Iya pak"
"Kamu mau mendengar ceritanya seperti apa?"
__ADS_1
Dengan antusiasnya perempuan itu menjawab
"Mau sekali pak"
dan disinilah aku mulai menceritakan semua dari awal hingga akhir kepada perempuan itu.
"Jadi berawal dariiiiiii......."
7 februari 2013
"kringggggg kringgggg kringggggg"
Bunyi suara bel masuk menandakan siswa dan siswi bergegas masuk.
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah untuk semester 1 pada kelas 9. Hari itu adalah hari pembagian kelas.
Siswa dan siswi beramai-ramai menuju mading untuk melihat namanya. Dan begitu pun aku. Saat aku melihat mading itu namaku tertera di kelas 9A ku lihat teman-temanku juga sekelas denganku wahhh bahagianya aku.
"Din aku sekelas sama kamu yeee kita sekelas lagi, loh ko kamu diam gitu memangnya kamu enggga suka sekelas sama aku lagi"
"Hmm bukan sal kamu lihat deh kita sekelas sama anak-anak nakal itu, aku takut mengganggu konsentrasiku"
"Kamu tenang aja kan ada aku, nanti kalau kamu di ganggu mereka aku akan hantam"
"hehe bisa aja kamu"
Ya saat mendengar pembicaraan mereka aku sedikit sebal. Aku juga tidak ingin sekelas dengan anak pintar itu, di tambah dia anak pintar satu sekolah ya bisa juga dibilang kebanggan sekolah.
Oh iya kenalin nama aku Reyan aku bisa dipanggil Rey. Aku paling benci yang namanya belajar aku tidak suka itu yang aku suka hanyalah bermain dan bermain.
__ADS_1
Eits walaupun aku tidak pintar dalam bidang akedemik tapi untuk non akedemik aku jagonya apalagi untuk bidang olahraga aku jagonya karena aku kebanggaan sekolah sering memenangkan pertandingan lomba futsal. Ya gini-gini aku ga buruk banget lah hehe.
"Hey bro kita sekelas mantap lah"
"Wihhh mantap lah kita bisa isengin anak-anak hehe"
"Eh lo tau ga rey kita sekelas sama anak murid terpintar dan kebanggaan sekolah, wahhh kira-kira bagaimana ya sekelas dengan dia"
"Ya ga gimana-gimana paling gue jailin nanti"
"Yee bisa bgt loh mentang-mentang dia pinter trs cantik jadi lu cari kesempatan"
"Apasi lo gue cuma bikin dia ga terlalu stres sama pelajaran makanya gue jailin"
Aku pun tertawa dengan teman-temanku. Aku memiliki geng dengan nama theR, kenapa theR? karena anggota dari geng ini berawalan nama dari huruf R di antaranya reno, randy, rizky, rama dan aku rey.
ya mereka adalah teman-temanku dari SD ya memang waktu kelas 1 smp dan 2 smp kita tidak satu kelas namun karena organisasi kita sama yaitu club bola itu sebabnya kita dekat di tambah SD sudah kenal.
Gengku ini sangat terkenal di sekolah ya mungkin karena anggotanya tampan-tampan termasuk aku hehe. Ya kami pun suka di bilang playboy karena gonta ganti pacar terus eits kalau aku tidak memiliki pacar tapi banyak deketin cewe-cewe ya walaupun ga kasih kepastian sih hehehe.
Saat aku sedang tertawa di dalam kelas baruku bersama teman-temanku. Tiba-tiba siswa terpintar itu datang bersama temannya.
Untuk pertama kalinya aku melihat siswa itu. Dia bernama andini putri, siswa terpintar sejak kelas 1. Tekenal tidak pernah pacaran. Perempuan polos yang hanya mengerti buku pelajaran.
Wajah lugunya membuat banyak laki-laki menggodanya, tetapi selalu gagal untuk mendekati dan membuat perempuan ini jatuh cinta. Ya mungkin dia hanya jatuh cinta sama buku-buku yang selalu ia bawa. bentuk tubuh yang kecil, wajah tirus putih merona.
Saat itu juga aku untuk pertama kalinya melihat seperti cahaya yang melintas di depanku, yang tidak pernah ku lihat sebelumnya. Tetapi sayang, dia menatapku seperti sedang menatap monster yang menyeramkan. Tatapan sinisnya membuat aku penasaran.
Mau tahu kejahilan yang Rey lakukan yuk lanjut ke part 2, eits sebelum lanjut jangan lupa untuk follow, vote, dan coment, supaya aku bisa terus apload cerita-cerita selanjutnya. Jadilah saksi dari perjalanan kisah Rey dan Andin. Selamat membaca enjoyyyyyy.
__ADS_1
#jadisaksiperjalanankisahreyandin