
Sekolah......
Rizky menjawab dengan wajah cemasnya membuatku kasihan melihatnya. Saat itu juga aku memikirkan perkataan rizky. Bagaimana rasanya kalau aku di posisi dia? Aku berharap tidak akan pernah merasakan hal itu.
Karena aku jatuh cinta sama seseorang hanya bertahan dua bulan paling lama. Mana mungkin aku bisa merasakan seperti rizky. Saat aku sedang termenung, rizky mencoba untuk bertanya kepadaku. Karena aku termenung, sampai-sampai membuat rizky berteriak di telingaku.
"Eh btw lo tumben banget ga bawa cewe pas kita tanding rey?
Aku diam tidak menanggapi.
"Rey???"
Tetap terdiam, aku melamun memikirkan perkataan rizky.
"Reyyyyyyyyy"
dengan teriakan di telingaku membuat ku terbangun dari lamunan dan langsung menjawab perkataan rey.
"Iya apaaa? bisa ga si lo jangan teriak-teriak!!"
"Lah lo gue panggil-panggil ga denger-denger,"
"Oh iya tadi lo tanya apa?"
"Gue tanya, kenapa lo ga bawa cewe? Tumben banget, bukan lo banget kaya gini"
Aku tersenyum meringis mendengarkan perkataan rizky.
"Gue mau tobat ky, gue ga mau phpin cewe lagi"
Mendengar perkataan itu membuat rizky yang sedang minum langsung tersedak. Merasa tidak menyangka atas perkataanku.
__ADS_1
"Hah apa lo bilang? Gue ga salah denger kan? lo kesambet apa si hahahaha"
Dia tertawa merasa aneh dan lucu dengan tingkah laku ku.
"Ah lebay lo! gue mau tobat malah di bilang kesambet" saut aku merasa tidak menerima perkataan rizky.
"Eh bentar deh, apa jangan-jangan lo suka ya sama andin itu sebabnya lo mau tobat?terus lo ngejar dia supaya dia suka sama lo iya kan?" jawab rizky dengan prasangkanya
"Ngaco lo, mana mungkin!"
Rizky mencoba untuk meledeki ku dengan cara dia berteriak sekencang-kencangnya. Agar rama, randy, reno mendengar.
"Eh gaisssss reyyy mau tobatttttt, ga mau phpin cewe lagi hahahaha"
Teman-temanku yang mendengar langsung terkejut dan tidak percaya. Aku mencoba menghentikan tingkah laku rizky. Rama menjawab dengan lantangnya
"Oke rey kita tunggu tobat lu hahahaha"
Aku jadi lebih banyak belajar dan masuk sekolah. Rasanya kalau aku sekolah aku senang, di tambah melihat andin benar-benar membuatku bahagia. Aku tidak mengerti perasaanku sendiri.
Sebelumnya aku tidak pernah merasakan ini. Ah apa ini di sebut jatuh cinta? Mana mungkin aku jatuh cinta dengan gadis sekaku dia, sepolos dia, tidak mengerti perasaan manusia.
Ah mana mungkin!!!. Aku laki-laki yang buruk di matanya, tidak mengerti sopan santun, pemalas, jahil mana mungkin dia suka denganku. Bisa di bilang tidak sederajat dengan dia.
Pasti dia lebih suka dengan laki-laki yang pemikirannya ke depan, pintar, tidak pemalas seperti aku. Apa aku saat ini sedang mencintai sepihak? Atau cinta tidak terbalas? Tetapi rasanya aku ingin sekali mengejarnya, aku tidak peduli di tolak atau pun di terima.
Yang aku mau hanya selalu dekat dengan dia. Melihat wajah teduhnya setiap saat, Mendengar suara lembutnya. Saat sedang merenungi semuanya, dari kejauhan aku sudah melihat pelatih ku. Membuat aku tersadar dari lamunanku.
"Ayo anak-anak persiapkan kita akan pergi." ucap pelatih ku.
Aku langsung meminta pelatih untuk menungguku, aku ingin memastikan andin, dan memaksa dia untuk ikut melihat aku bertanding. Aku langsung mencarinya, saat aku cari ia tidak ada di tempat latihan PMR itu. Ku tanya lah adik kelas.
__ADS_1
"Eh lo tau andin kemana?" tanyaku pada salah satu adik kelas.
"Oh ka andin, tadi dia beli minum ka di kantin." jawab salah satu adik kelasku.
tanpa basa basi aku langsung pergi ke kantin untuk mencarinya. Dan ku lihat ia sedang duduk.
Kantin Sekolah....
"Din tolong lah ikut gue. sumpah kalo lo ikut, gue bakalan belajar lebih serius lagi janji" andin melihatku penuh heran.
"Ga, aku bilang engga ya engga!"
Aku terdiam mendengar perkataan itu, kenapa dia tidak suka sekali sama aku. Sampai-sampai dia menolak ku. Baru kali ini aku di tolak perempuan.
Dari kejauhan terdengar suara randy memanggilku.
"Reyyyy yuk nanti kita telat"
"Bentar ih"
Ku coba meminta kepada andin lagi dengan wajah memohon.
"Din ayo lah pleaseeeee"
"Ga!"
Aku pun di tarik oleh randy. Andin hanya melihatku dengan tatapan cemas. Aku tidak mengerti kenapa tatapannya dia seperti itu. Seperti ketakutan terjadi sesuatu kepadaku.
Loh rey maksa banget si? Kalian aneh ga si kenapa Andin menolak Rey? Apa jangan-jangan ada sesuatu yang di sembunyikan Andin? Dari pada penasaran yuk lanjut part berikutnya eitssss tapi jangan lupa vote dan komen ya gaisss enjoyyyyyyyy............
__ADS_1
#jadisaksiperjalanankisahreyandin