
Rumah Rey.......
Sesampainya di rumah, aku langsung tidur dan mengambil handphone untuk bermain games. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, itu adalah mamaku.
"Rey pergi mandi, ganti baju, dan makan jangan langsung main hp kaya gitu dong." ucap mamahnya dengan sangat lembut.
"Iya mah nanti kalau aku mau main bola aku mandi mah"
"Ih kamu nih di kasih tau, yasudah makan dulu nih mamah bawain cemilan"
"Oke mah, mamah emang yang terbaik deh"
"Ye bisa banget kamu, oh iya rey inget kalau kamu mau masuk sekolah bola itu kamu harus berusaha belajar dari sekarang oke, nilai non akedemik kamu sudah bagus, tinggal di tambahkan nilai akedemiknya."
terhentak aku langsung ingat perkataan pak andri, aku langung bergegas mengambil buku yang di pinjamkan oleh andin.
Mamahku adalah seseorang yang sabar dalam mendidik ku, ia tidak pernah memaksakan keinginanku. Beda dengan papahku dia sangat tidak bisa di ajak kerja sama. Papahku ingin sekali aku belajar tentang bisnis.
Ya papahku memang memiliki bisnis di bidang manufaktur. Yang nantinya papahku inginkan aku harus meneruskan bisnis papah. Resiko tidak memiliki saudara kandung memang gini, aku anak satu-satunya.
__ADS_1
Makanya aku diberikan tanggung jawab, padahal aku tidak suka sekali belajar bisnis, belajar pelajaran sekolah saja aku muak apalagi bisnis. Namun di balik itu mamahku selalu pengertian, ia selalu mendukungku apapun yang aku lakukan. Bisa di bilang hubunganku dengan mamah jauh lebih dekat di banding papahku.
Setelah satu jam aku mencoba untuk mengerjakan soal dan buku yang di berikan andin. Aku berhenti untuk membuka bukunya, rasanya pusing sekali Melihat angka-angka yang tidak ku mengerti. Tiba-tiba hanphoneku berbunyi, ternyata rama yang menelponku.
"Rey jangan lupa nanti malam main bola oke?" tanya Rama padaku
"Iya- iya gue inget ko"
setelah di telpon oleh rama aku langsung pergi meninggalkan pelajaranku dan langsung bergegas mandi untuk datang bermain bola.
@
Sesampainya di kelas ku lihat andin sedang belajar membuatku penat melihatnya. Padahal masih pagi sekali kenapa dia sebegitu ambisnya dengan pelajaran.
Aku tidak paham apa yang mau ia kejar padahal ia sudah dapat predikat murid terpintar di sekolah. Sesampainya di bangku, Aku langsung duduk dan tertidur. Tetapi andin menendang bangku ku. Aku langsung menoleh ke belakang.
"Ada apa si?" tanya aku pada andin
"Mana soal yang kemarin aku kasih! kamu kerjakan engga?"
__ADS_1
"Iya iya nih liat udah semua kan?"
beberapa menit kemudian dia menendangku lagi.
"Iya iya gue tau, emang gue tuh berbakat ya soal yang gue kerjain bener semua kan?"
"Nih kamu liat mana yang bener si! ini tuh salah semua tau, kamu pasti ngerjainnnya engga liat rumus yang aku kasih kan?"
"Aduhhh pusing banget dengernya iya gue ga liat! lu kasih rumusnya juga gue ga paham cara ngerjainnya,"
"Sini-sini aku ajarin cara ngerjainnya, jadi yang pertama tuh cariiiiiiiii......."
setelah menjelaskan kepada ku, tiba-tiba guru pun masuk kelas dan menyampaikan beberapa hari lagi akan ada ujian tengah semester. Ini kesempatanku untuk menaikan nilaiku.
Wah Andin benar-benar perhatian ya sampai-sampai dia mengajarkan kepada Rey. Nah apa karena ini mereka bisa semakin dekat???? Dari penasaran yuk lanjut part 5 enjoyyyyyyyyy
#jadisaksiperjalanankisahreyandin
__ADS_1