Kamu Adalah Kenangan

Kamu Adalah Kenangan
Bagian 18 : Lambaian Tangan


__ADS_3

Dua minggu sudah ku habiskan hanya untuk belajar dan belajar. Karena dua minggu itu jadwalku untuk ujian semester ganjil serta penambahan nilai. Hari ini tepat sekali pengumuman nilai dan peringkat yang di umumkan di mading.


Aku benar-benar penasaran. Aku pun turun ke lantai satu, bersama teman-temanku. Ku lihat sekelilingku tidak ada andin. Mataku mencoba melihat di setiap sisi. Melihatku seperti itu randy meledek ku dengan kata-katanya.


"Cari andin lo ya hahaha?"


"Ih engga. Mana mungkin si ngaco lo ah"


Aku menanggapi dengan wajah memerah


sesampainya di mading, ku lihat andin bersama dengan salsa.


Wah ternyata dia disini! dari tadi aku cari hehehe. sorry randy gue bohong sama lo. aku melihat andin dengan senyumnya. Sambil mengangkat tangan kanannya seperti melambai-lambai.


Aku tidak paham maksudnya andin. Baru kali ini andin tersenyum dan melambai-lambaikan tangan kepadaku. Ku dekati dia dan dia berbisik di telingaku.


"Selamat ya!" bisik Andin di telingaku lalu pergi.


Aku tidak mengerti kenapa dia mengucapkan selamat kepada ku, padahal pengumuman pertandingan futsal antar sekolah belum di infokan kenapa dia memberi selamat.


Aku mencoba melihat namaku di mading. ku cari dan melihat urutan namaku. Ku mulai mencari dari urutan bawah. Karena biasanya aku tidak perlu kesusahan saat mencari namaku.


Biasanya aku langsung melihat namaku di urutan terakhir sudah ketemu. Tapi kali berbeda!!. benar-benar tidak ada di urutan terakhir. ku cobalah lihat di bagian atas dari urutan yang di bawah tetap tidak ada juga.


Tiba-tiba rama langsung menepuk pundak ku dan sambil berkata.


"Wahh mantep lo rey peringkat 5. Gila-gila engga sia-sia andin ngajarin lo!"


Aku dan teman-temanku langsung terkejut. randy, reno, dan rizky yang sedang mencari namanya langsung terhenti saat rama mengatakan seperti itu. Begitu pun aku, aku sangat tidak menyangka akan hal ini!!!.


"Apaaaaaaaa!!!" ungkap ku dengan kencang membuat siswa dan siswi yang sedang melihat mading langsung tertuju kepada ku. Dan langsung bergumam.


"Berisik banget si, untung ganteng!!" saut salah satu siswa perempuan.


Aku baru tersadar tadi andin bukan melambai-lambai kepada ku, lebih tepatnya mengangkat tangan dengan jari berjumlah lima.


Itu artinya aku peringkat lima! Aku benar-benar terlalu percaya diri sampai-sampai saat memikirkan andin yang tadi membuatku tertawa melihat tingkah ku yang sangat sok tahu dan tak tahu malu ini hehehe.


Reno menggurutu kepada ku.


"Lebay lo ah rey"


"Eh gimana gue ga lebay coba! lo bayangin ya, gue dari peringkat terakhir bisa langsung loncat ke lima. Benar-benar ga bisa di percaya, pasti orang-orang bilang ini mustahil."


"Iya juga si mantep juga lo, kalo kaya gini mau deh gw setiap hari, setiap saat, setiap waktu, setiap detik belajar terus sama andin" ucap reno kepada ku membuat ku marah dan memukul kepalanya.


"Aduhhhh apa si lo rey!!" ungkap reno.

__ADS_1


"Ye lagian lo sembarangan aja bilang kaya gitu. andin cuma buat gue pokonya, Jangan sembarangan lo minta ajarin belajar ke dia!"


"Uluhhhh uluhhhhh posesifnyaaa" ungkap reno dengan wajah menahan ketawanya.


Aneh sekali, kenapa aku marah saat reno mengatakan itu.


"Ih apasi lo ren! siapa yang posesif. gue cuma ga mau cewe baik kaya dia di ganggu sama lo. nanti di apa-apain lagi. Udah urusin aja cewe lo yang gue panggil kakak itu hahaha"


"Sembarangan aja kalo ngomong lo!! yang penting gue ga gengsi kaya lo, gapapa lebih tua dari gue yang penting gue ga malu buat nyatain perasaan gue weeee, emangnya lo, gengsi banget suka tapi ga bilang ihhhhhhh!!" reno menjawab sambil menunjukan lidahnya.


Aku sebal dengan kata-kata reno seperti aku bukan laki-laki yang gentelmen. rama pun menghentikan percakapan aku dan reno.


"Udah- udah, gitu aja lo ribut!! kaya anak kecil tau. Mending kita ke kantin, Gimana?" seru ajakan rama kepada kami.


"Ayo nih gue udah laper,,,," tambah randy.


"Eh bentar, kan rey peringkatnya naik gimana kalo dia yang teraktir kita makan" rizky memberi ide.


"Nah ide bagus!!!" reno menjawab dengan antusiasnya.


"Nanti aja di rumahh gue, lebih asik di rumah gue. Nanti di rumah gue sepi mamah papah gue keluar kota biasa kerumah nenek gue." pinta ku kepada mereka.


"Loh ko lo engga ikut rey?" tanya randy


"Yee kan sekolah, nanti libur baru gue kesana" jawab ku.


"Oke pas banget nih nanti malam kita rayakan, karena rey udah naik peringkatnya!" ungkap rama.


Rizky langsung memukul kepala reno dengan pelan karena selalu saja mengajak kami menonton film dewasa itu.


"Aduhhh sakit, apes banget si hari ini gue langsung di pukul dua orang, emang lo jahat-jahat benget sama sahabat sendiri. huhhhhh!!!!" reno menjawab dengan wajah kasihannya.


"Yeee lagian lo kebiasaan!" tambah rizky.


"Tapi gue setuju si sama reno. Udah lama juga gue ga nonton itu" tambah randy.


Rizky memberi arahan kepada kami khususnya reno.


"Sahabat ku yang Budiman menonton film-film dewasa itu tidak baik, dan di larang oleh agama. Dosa tauuuuu!! Mending nonton kartun aja, iya ga guys?"


Ya Rizky selalu seperti itu, saat kami ingin menonton film-film dewasa. Dia memang sangat alim di antara kita, wajar dia seperti itu karena memang dia keturunan Arab, namanya saja sudah mencerminkan dia orang Arab yang soleh.


Wajah teduhnya kalau murid-murid bilang. serta campuran wajah arab, Jawa. Membuat rizky banyak di gemari perempuan-perempuan. Tapi sayang dia tidak bisa move on dari mantannya.


Padahal mereka masih saling sayang tetapi harus memaksakan mereka untuk pisah. Kalian tahu apa yang memaksakan mereka harus pisah? Mereka pisah karena tidak di setujui berpacaran.


Di tambah mayoritas orang Arab pasti akan di jodohkan makanya melarang sekali yang namanya berpacaran. Itu lah sebabnya dia menolak perempuan-perempuan yang mendekatinya, menurut dia percuma.

__ADS_1


Saat rizky mengatakan itu membuat reno geram dan berkata.


"Hmm mulai lagi ustadz kita ceramah"


Rizky membalas "Yeeee gue bener tau, lo susah di bilangin si!!"


Aku terdiam tidak menanggapi mereka. tiba-tiba aku di gubris oleh rama.


"Weh gimana rey"


"Oh iya oke. Tapi kayanya nanti malam kita engga usah nonton film dewasa deh" tambah ku.


"Jangan bilang lo tobat?" tanya randy kepadaku.


"Tuh kan bener apa gue bilang! Rey aja mau tobat, emang bener-bener dosa tau. Akhirnya ada yang sehati sama gue" jawab rizky dengan bangganya.


"Engga cuma nanti malam gue mau ajak andin, soalnya kan dia yang udah bikin gue peringkat 5."


Rizky menghela nafas merasa kecewa dengan perkataan ku. Dia berprasangka kalau aku benar-benar tobat.


"Hahaha engga ada yang sehati sama lo ky, rey cuma ga enak nonton film-film dewasa ada andin." Reno menjawab sembari katawa, membuat teman-temanku ketawa juga.


"Tapi tenang ky, gue tetep sehati ko sama lo. gue bakalan otw tobat hahaha" aku menambahkan agar rizky merasa di bela.


"Yeee udah deh diem-diem!! emang lo pada kaya bangg....." Belum melanjutkan perkataannya. randy langsung memotong pembicaraan rizky.


"Eitssss, inget pak ustadz ga boleh ngomong kasar kaya gitu hahahaha"


"Iya iya iya


"Hahahaha" kami tertawa bersama.


Setelah itu kembali serius lagi, dan Rama mencoba bertanya kepada ku.


"Emang dia mau gabung ke kita-kita?"


"Gue rasa si dia engga mau, ya secara dia kan cewe mahal. Terus kita? Kita cowo nakal menurut dia mana mungkin dia mau,"


Randy menimpali pertanyaan rama.


Dalam hatiku bergumam Iya juga si mana mungkin, tapi kali ini aku ingin sekali mengajak dia sebagai tanda terima kasih.


"Mending coba aja dulu tanya dia" ungkap rizky


"Oke gue coba, nanti kalo dia ga mau yaudah" jawab ku


Wahhh persahabatan mereka bikin gemes ya, hmmmmmm kira-kira Rey bakalan berhasil engga ya mengajak Andin???? Penasaran? Yuk lanjut part berikutnya. Selamat membaca readersku tercintaaaaaa......... Enjoyyyyyyyyy........

__ADS_1



#jadisaksiperjalanankisahreyandin


__ADS_2