
Sekolah.....
Suara bel pun terdengar, menandakan siswa dan siswi untuk masuk kelas dan memulai pelajaran.
"Baik anak-anak, bapak bagikan nilai ujian kemarin"
Aku benar-benar penasaran, apakah aku akan dapat nilai yang lebih bagus.
" Reyan Alvaro 75"
Wah aku tidak menyangka nilaiku bisa meningkat dari 35 hehehehe
"Andini putri 90"
Wah aku tercengang mendengar nilai andin sebagus itu.
"Baik anak-anak sudah bapak bagikan nilai ujian kalian. Untuk nilai tertinggi di raih oleh andini putri. Pertahankan nilai kamu ya. Untuk rey nilai kamu semakin baik. Ajari terus ya andin"
Saat pelajaran selesai aku mengampiri andin dengan penuh heran
"Eh siswa terpintar lo ko bisa dapet nilai sebagus itu?" tanya ku pada Andin.
Andin hanya diam tidak menyahuti perkataanku
"Weh siswa terpintar lo budek atau apa si, gue lagi nanya weh!"
Akhirnya andin menjawab dengan bibir mungilnya itu
"Kamu bicara sama aku?"
"Ya iyalah, masa sama hantu"
Dengan perkataan itu aku di tatap dengan tajam. Wah ternyata benar aku sedang berbicara dengan hantu. Eh tapi kali ini hantunya cantik hehehe.
"Oh kan aku udah bilang nama aku bukan siswa terpintar!!!"
Aku menghela nafas mendengar jawaban andin
"Iya iya andini putri,,,"
"Tadi kamu tanya apa?"
"Lo kenapa bisa ngedapetin nilai sebagus itu?"
"Ya belajar lah, emang kamu main terus kerjaannya"
dengan sebalnya aku menjawab.
"Iya udah iya lanjutin aja deh bacanya males ngomong sama lo!!"
Mungkin perkataanku ini membuat andin tersenyum tipis.
@
Keesokan Harinya di Sekolah....
Hari ini aku bersemangat sekali untuk pergi ke sekolah karena aku akan belajar biologi. Eits tapi aku suka pelajarin ini untuk bab sistem reproduksi saja.
Ah!!! tidak belajar saja, aku sudah mengerti semuanya. Apa itu ****** apa itu ****** hehehehe. Di tambah gurunya bu tika yang baik dan cantik itu membuatku makin bersemangat.
__ADS_1
"Baik anak-anak siapa yang tahu sistem reproduksi itu apa?" tanya bu Tika dengan wajah cantiknya.
Dengan heboh dan percaya dirinya aku menjawab.
"Itu loh bu yang anu ih yang itu, yang setiap malam jumat di lakuin"
Dengan perkataan itu membuat teman-temanku tertawa
"sudah sudah rey kamu apaan-apaan si!"
"Loh kan benar bu, iya ga teman-teman?"
dengan kekonyolanku membuat andin melihatku dengan tatapan malu. Ah senang sekali aku kalau andin menatap seperti itu.
@
Ku lihat dari kejauhan andin sedang makan di kantin. Dia tertawa bersama temannya. Baru kali ini aku melihat andin tertawa dengan bahaginya.
Teman-temanku mengagetkan ku saat aku sedang memperhatikan andin.
"Hush lagi liatin bidadari ya?" tanya Rama
dengan wajah memerah aku menjawab.
"Ih apa-apan si lo, ada engga bidadari zaman sekarang"
"Wah mukanya lo merah rey. Aduh gemasnya," ledek Randy.
Kami tertawa bersama dan rama mencoba menanyakan suatu hal.
"Bro gimana misi lo, udah berhasil deketin bidadari itu?"
"Bidadarinya susah di gapai"
aku tidak sadar mengatakan itu, aku benar-benar tidak mengerti diriku saat ini.
Randy mencoba meledeki ku kembali.
"Wah bro jangan-jangan lo suka ya sama bidadari itu?"
"Bidadari, bidadari apa si maksud lo!! jijik gue dengernya tau!"
"Iya deh iya santuy, jangan sewot gitu hahaha, lo suka ya sama andin?"
"Jangan ngaco deh ran! udh deh lo semua engga jelas!!"
"Oke tenang bro tenang, gue Cuma mastiin lo bisa ga ngelakuin misi kita-kita,"
aku dengan percaya dirinya menjawab dengan lantang.
"Inget ya engga ada yang namanya rey gagal mendekati cewe, tenang aja dikit lagi dia bakalan baper sama gue"
Rizky dengan raut wajah tidak percaya dirinya menjawab.
"Tapi gue takut rey sama lo"
"Takut kenapa" aku bertanya pada Rizky.
Reno menjawab.
__ADS_1
"takut kalau lo suka beneran sama dia, terus ga bisa lupa kaya rizky"
rizky menggrutu saat reno mengatakan itu.
"Wah lo emang bisa baca pikiran gue" jawab Rizky.
Aku pun mencoba meyakinkan diriku dan temanku.
"Tenang-tenang gue jamin semuanya bakalan lancar dan gue ga bakal jatuh cinta inget omongan gue!!!"
"Iya deh iya, kita percaya bos."
Dengan perkataan reno yang tadi, aku langsung berpikir dan takut kalau aku memang benar-benar suka dengan dia. Ku coba hilangkan pikiran ini.
Kali ini aku ingin meyakinkan temanku kalau aku tidak akan gagal dalam mendekati perempuan. Disini aku mulai pertunjukan aksi ku kepada teman-temanku untuk mengggoda siswa disini.
"Hey bro lo liat ya gue bakalan gombalin tuh cewe yang lagi di bawah pohon. Gue minta nomor telponnya"
"Tunggu gue"
Teman-temanku menyauti
"Oke bos oke"
Siswa perempuan yang sedang duduk di bawah pohon bersama temannya, ku coba untuk menghampiri dan menganggunya.
"Hallo ganggu ga nih?" tanya ku pada siswa perempuan itu.
siswa perempuan itu langsung terpana saat aku menghampiri mereka. seperti melihat oppa-oppa korea yang biasanya perempuan-perempuan idam-idamkan itu. Dengan wajah memerah siswa itu menjawab
"Engga ko,"
"Boleh minta nomor teleponnya?"
"Buat apa?"
"Buat ngobrol sama masa depan gue,"
tanpa berpikir panjang siswa itu
menjawab dengan cepatnya
"Boleh-boleh 08576429109"
"Oke gue udah hafal tunggu chat dari masa depan lo ya?"
"Ahhhh iyaaaa rey, masa depanku!"
Saatku pergi meninggalkan dia aku mendengar suara bisikan siswa itu dengan temannya
"Sumpah mimpi apa gue semalem, rey minta nomor gue tuhannnnnn mau teriakkkk"
"Ih enak banget loh gue juga mau" saut temannya siswa itu.
teman-temanku melihat tingkah laku yang ku lakukan langsung tertawa.
Ku lihat andin sedang melihatku juga. Dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Aduh aku merasa malu.
Wah Rey memang benar-benar percaya diri banget ya bakalan bisa deketin Andin, menurut kalian Rey bisa ga ya bikin Andin baper, secara kn Andin siswa pintar, dan di tambah tidak pernah pacaran. Terus Rey bertolak belakang bgt lgi sama sifatnya andin. Hmmm jadi menurut kalian gimana???? Bisa di tulis di kolom komentar ya, yuk lanjut part berikutnya eits inget, jangan lupa untuk selalu vote ya agar aku semangat nih nulisnya. Mau tau kan kisah Rey sm Andin hehehehe.
__ADS_1
#jadisaksiperjalanankisahreyandin