
Lapangan Sekolah.......
Ku hampiri teman-temanku. Rama dengan pacar setianya clara yang selalu ada di sampingnya membawakan air. Saat mau memberikan air. Tiba-tiba drama mereka di mulai kembali membuatku menahan tertawa melihatnya.
Murid perempuan menghampiri rama.
"Ramaaa ini gue beliin minum buat lo," ucap salah satu murid.
Datanglah clara dengan wajah juteknya membuat siswa itu menjauh perlahan-lahan.
"Apa lo bilang hah!!! itu minum buat rama?" Tanya clara dengan wajah yang mulai memerah kepada murid perempuan itu.
"Udah udah sayang ihh kamu," rama mencoba menenangkan clara.
"Diem!! kamu ga liat dia kecentilan banget sama pacar orang?" ucap clara kepada rama.
"Udah ya, maaf ya pacar gue udah bawain gue minum. Mending buat lo aja" rama berkata kepada murid perempuan itu agar dia segera pergi.
"Pergi lo sekarang juga sana!! dasar ga tau diri!!" saut clara dengan wajah menyeramkan.
"Iyaiya, gue pergi, santai dong ngomongnya! jangan ngegas gitu!!" jawab murid perempuan itu.
"Lo yang mulai bikin gue emosi!! pacar orang lo gangguin aja. kasian lo ya jomblo si hahaha"
"Heh! gue jomblo bisa bebas tau, bebas deketin siapa aja! termasuk pacar lo hahaha"
"Apa lo bilang?dasar cewe ga tau malu!!!!. engga ada harga diri!! bisa-bisanya lo ngomong kaya gitu HAH!!!!" bentak Clara dengan wajah yang sangat emosi.
"Udah udah ih, sekarang lo pergi ya please jangan bikin pacar gue naik darah," tambah rama.
"Oke ma hehehe" balas murid perempuan itu dengan senyumnya.
"Ih senyum-senyum lagi, sana ngapain masih disini pergi lo!!!" clara masih dengan wajah juteknya menjawab.
"Gue Cuma mau bilang, pacar lo terlalu ganteng. Jadi jangan salahkan murid disini suka sama dia. Oh iya, hati-hati ya nanti dia beralih ke orang lain dan cari yang lebih cantik dari lo dahhhhh!!!" ucap murid perempuan itu, membuat clara darah tinggi mendengar ucapannya.
__ADS_1
"Ih lo benar-benar ya! dasar cewe centil, keganjenannnn!!!!!" ucap clara penuh dengan emosi.
"Udah-udah kamu ih apasi malu tau di liatin orang"
"Kamu ga liat sayang, tadi dia bilang apa?" clara mencoba bertanya rama.
"Iya liat ko liat," jawab rama dengan wajah yang mengalah.
"Terus kalo kamu beneran kaya gitu gimana?" tanya clara dengan prasangka nya.
"Ya ga mungkin lah sayang, kan ada kamu yang selalu menghantui aku." rama menjawab.
Clara dengan wajah kesalnya menjawab.
"Ih apasi ko aku di sama-samain sama hantu"
Rama mencoba untuk menjelaskan maksudnya agar tidak ada salah paham.
"Ih bukan gitu maksudnya, kamu selalu ada di bayang-bayang aku jadi ga mungkin lah aku ngelakuin kaya gitu."
"Iya sayang"
"Yaudah nih minum" clara menjawab sembari memberikan minum.
"Aduh aduh serasa lagi nonton sinetron gue" ucapku mencoba meledeki mereka berdua.
"Apa si lo!" rama menjawab.
Aku melihat salsa yang sendiri sedang berjalan, ku hentikan langkahnya mencoba bertanya tentang andin.
Koridor Sekolah.....
"Sal,"
"Iya?"
__ADS_1
"Lo liat andin ga?"
"Oh andin, di kelas tuh"
"Masih baca buku?"
"Ya biasa kaya gitu"
"Oh iya, gue liat-liat banyak anak PMR yang bantu anak-anak yang luka, ko dia ga bantu juga si?"
"Dia bilang takut"
"Takut kenapa?"
"Katanya kekerasaan"
"Hah? emang disini ada yang berantem?"
"Gatau, gue juga bingung sama dia."
"Oh oke deh sal"
"Oke, gue kesana dulu ya rey,"
"Iya sal."
mendengar perkataan salsa membuat ku tidak paham maksud kekerasan yang di maksud andin tuh apa? makin hari andin makin aneh. yang pertama, dia memerintah aku setelah lulus dari sekolah ini, untuk melanjutkan sekolah di SMA 10. padahal aku tidak ingin bersekolah di tempat itu. yang kedua, dia menyuruh aku untuk meninggalkan dan menjauhi teman-temanku. dan yang ketiga paling parahnya dia tidak mau melihat aku bertanding. dan mengatakan kekerasan? apa benar-benar tidak bisa menafsirkan maksud dari dia yang sebenarnya.
Ko sekarang Rey yang banyak-banyak sabar ke Andin ya? Sebelumnya Andin yang harus banyak-banyak sabar ke Rey. Hmmmm kira-kira kenapa ya Andin seperti itu? Dari pada penasaran yuk lanjut part berikutnya.
Selamat membaca readersku tercintaaaaaa enjoyyyyyyyyyyy.......
#jadisaksiperjalanankisahreyandin
__ADS_1