
Sekolah.......
Hari ini aku sudah bersiap-siap akan bertanding. aku sudah memakai baju bola dan teman-temanku juga sama. sebelum bertanding aku menyiapkan diri ku dan meminta doa kepada andin agar di lancarkan semuanya.
Aku dan teman-temanku masih di kelas begitu pun andin yang sedang asyik memegang bukunya. ya kerjaan dia setiap hari hanya membaca buku, buku, dan buku. aku menghampiri dia yang sedang asyik membaca.
"Din,,,,"
"Apa?"
"Liat gue ganteng kan pake baju bola kek gini?"
"Ga!"
"Dih liat baik-baik, perhatiin. siswa perempuan aja banyak yang klepek-klepek kalo gue pake baju ginian."
"Mungkin mata siswa itu bermasalah kali,"
"Ih lo ini bikin sehari aja gue seneng susah apa kali ya."
"Pergi gih sana ganggu aku membaca saja!"
"Iyaiyaiya lo bener nih ga mau liat gue tanding?"
"Ga!"
"Liat dong din, supaya gue semangat."
"Nanti kan ada yang semangatin kamu, ngapain aku."
"Siapa yang semangatin gue?"
"Yah cewe-cewe kamu tuh!"
__ADS_1
"Dih siapa cewe-cewe gue? ga punya cewe gue din."
"Ya kan kamu sering gombalin cewe, berarti itu cewe kamu."
"Andini putriiii siswa terpintar, gue gombalin cewe bukan berarti dia cewe gue hmm. lo bener-bener ga ngerti ya tentang kehidupan remaja?"
"ngerti ko aku,"
"Apa hayo kehidupan remaja?"
"Ya pokonya itu deh!"
"Yeee,"
Saat aku sedang berkomunikasi dengan andin. tiba-tiba rama memanggilku.
"Rey ayo ke lapangan kita siap-siap bentar lagi mulai nih."
"Oke ma,"
"Bener nih ga mau liat?" tanyaku kembali.
"Ya" jawab andin dengan singkat.
"Oke, doain gue ya supaya bisa kelas kita yang jadi juara."
Dia tidak menjawab aku langsung pergi menuju lapangan.
Salsa menghampiri andin.
"Din yuk kita lihat mereka tanding?"
Andin terkejut saat salsa mengatakan itu kepadanya.
__ADS_1
"Ih kamu mau ngapain si nontonin mereka ga penting tau!" ungkap andin pada salsa.
"Ih kan mereka ngewakilin kelas kita, jadi kita harus beri semangat dan tepukan saat dia bertanding biar mereka semangat mainnya. terus kalo menang kita kan yang bangga juga."
"Ih kamu aja sana!"
"Kamu kenapa si emangnya ga mau nonton?"
"Ngapain nontonin orang yang lagi kekerasan kaya gitu."
"Hah kekerasan? emang mereka berantem?" salsa terkejut mendengar andin berkata seperti itu.
"Iya kekerasaan, liat aja mereka tendang-tendangan di lapangan kaya gitu apa itu bukan kekerasaan."
"Andin mereka nendang bola ya, kan bola benda mati kalo benda hidup tuh baru namanya kekerasaan!"
"Ya tetep aja sama sal, nanti ujung-ujungnya saling menendang kan? karena lawan mereka yang berebutan bola terus kalo jatoh mereka yang di tendang. sama aja kan?"
"Emang ya? cape ngomong sama kamu selalu salah!"
"yaudah gih sana! kamu pergi lihat mereka tanding."
"Eh bentar deh din, ga biasanya loh kamu kaya gini. apa jangan-jangan kamu khawatir ya sama rey?"
Andin yang sedari membaca buku langsung menutup bukunya mendengar andin berkata seperti itu.
"Kamu jangan ngaco deh! ngapain aku khawatir, aku cuma ga mau liat kekerasaan kaya gitu."
"Iya iya kekerasaan, seterah kamu deh!!"
salsa mengalah pada perkataan andin, agar semuanya tidak ada masalah.
Lucu banget ya Andin, masa main bola di bilang kekerasaan wkwkwk. Kira-kira gimana ya nanti Rey tanding tanpa di lihat Andin? Dari pada penasaran yuk lanjut part berikutnya. Selamat membaca readersku tercintaaaaaa enjoyyyyyyyyyyy
__ADS_1
#jadisaksiperjalanankisahreyandin