
Sekolah.....
Ini adalah waktu yang ku tunggu-tunggu, hari dimana aku akan bertanding dengan sekolah lain. Membuatku bersemangat. Rama, Randy, Reno, mengajak pacarnya untuk melihat pertandingannya. Hanya aku dan Rizky yang tidak membawa. Ah rasanya aku ingin sekali mengajak andin untuk melihatku bermain. Entah kenapa saat dia melihatku bertanding semangatku bertambah.
Aku sih sering mengajak perempuan untuk melihatku bermain. Tetapi untuk kali ini aku hanya ingin andin ada di sampingku melihat betapa hebatnya aku bermain. Tepat sekali ini hari sabtu ya hari libur. Biasanya club pmr latihan, sembariku menunggu pelatih datang. Aku mencoba menghampiri andin yang sedang mengajari adik kelas.
"Jadi gini de... kalau mau tau detak jantung manusia bisa di lihat,"ungkap andin saat menjelaskan kepada adik kelas.
"hey din,,," panggil gw pada Andin.
Andin langsung berhenti mengajari adik kelas saat mendengar suaraku.
"Bentar ya de kakak mau ke depan dulu, kalian latihan saja dulu yang tadi kakak ajarkan"
"Iya ka" saut adik kelas.
Saat menghampiriku, aku dan andin mendengar bisikan adik kelas itu dengan ucapan.
"Eh itu kan ka rey yang ketua club bola itu, ganteng banget ya" ucap salah satu adik kelas.
Andin mulai bertanya kenapa dia memanggilku.
"Kenapa memanggilku, kamu tidak paham tugas biologi yang kemarin di berikan" tanya Andin padaku.
"Oh bukan, tentu gue paham mudah lah sistem reproduksi gue jagonya" dengan sombongnya aku menjawab.
"Ye giliran itu deh paham"
"Harus paham lah, soalnya gue laki-laki. Nanti gue ajarin ya, mau dimana di rumah lo atau rumah gue? hehehe"
Dengan perkataanku, kaki ku langsung di injak.
"Awwwwww kenapa si lo" tanyaku pada Andin, karena dia sudah menginjak kaki ku.
"Udah cepet kamu mau bilang apa?" dia tidak menjawab malah balik bertanya padaku.
"Ih masa lo ga ngerti juga maksud gw, tanpa bilang seharusnya lo ngerti dong!"
"Apa si maksudnya?"
__ADS_1
"Mungkin benar kata orang-orang, klo orang yang terlalu pintar itu bisa jadi dia kebalikannya karena otaknya udah penuh sama semuanya hehehe"
Andin menghela nafas, mencoba bersabar menanggapiku.
"Udah deh kamu mau ngomong apa si! cepet aku mau ajarin ade kelas tau"
"Iya iya bentar ih, lo liat ga gue lagi pake baju apa?"
"Baju futsal."
"Terus artinya apa?"
"Oh kamu mau latihan"
Aku dengan gemasnya melihat kepolosan andin membuatku ingin mencubit pipinya.
"Astaga!!! gue mau tanding sama sekolah lain. Masih engga paham juga omegat"
"Oh" ucap Andin dengan sepatah kata.
Andin hanya menanggapi dengan kata oh saja. Membuatku benar-benar sebal melihat responnya dia. Tapi aneh saat aku mengatakan tanding, wajahnya langsung berubah seperti wajah yang putus asa, tidak ada harapan untuk hidup.
"Ya terus aku jawab apa lagi, yaudah sana pergi tanding" usir Andin padaku.
"Ya gue mau lo ikut gue, liat gue tanding"
Andin terkejut mendengarkan perkataan ku wajahnya memerah dan berkata dengan suara gugupnya.
"Aku ga bisa!!!"
Perkataan singkatnya, membuat ku semakin penasaran dengan dia.
"Loh emang kenapa si?"
"Kamu ga liat aku lagi latihan?"
"Ya kan bisa di lain hari, lagian juga kan ada teman-teman yang lain, yang bisa ngajarin."
"Pokonya aku ga bisa!!!"
__ADS_1
Andin langsung pergi meninggalkanku, dan meneruskan untuk latihan.
Dan aku pun mencoba menerima perkataan andin kalau ia tidak mau datang.
Ku lihat teman-temanku sudah membawa pacarnya. Rama dengan pacar setianya yang selalu ada di dekatnya membuatku iri. Randy yang membawa pacar barunya, aku tidak kenal dengan pacarnya itu.
Wajar karena dia cowo yang benar-benar sangat playboy Sering gonta ganti ya semacam aku lah hehehe. Reno dengan pacarnya yang lebih tua, membuatku sering keceplosan memanggil kakak hehehe. rizky dengan handphone genggamannya, dan tidak bersama pacarnya. Ups lebih tepatnya mantannya hehe.
Aku langsung menghampiri dia dengan pelukan. Karena kita berdua saja yang tidak membawa pacar. Ya merasa senasib lah hmmmmm.
"Kyyyyyy peluk gue,,,"
"Ih apa-apaan si lo rey! geli tau main peluk-peluk aja"
"Ye, kita kan senasib engga ada cewe. Makanya pelukan aja sama gue hahaha"
"Ih ga mau, Nanti di sangka orang, kita pelu-pelukan gini di bilang homo lagi. Please ya gue masih normal!"
Dengan perkataan rizky membuatku muak dan jijik! benar juga kata rizky. Saat itu juga aku langsung melepaskan dia.
"Ihhh gue aja ga mau gila. eh btw emang lo ga normal si ky,,,"
Rizky menjawab dengan tatapan penuh tanya
"Loh kenapa emang?" rizky menjawab dengan wajah penasaran.
Aku langsung menjawab sambil memukul pelan kepalanya.
"Ya karena lo masih aja ingetin mantan, padahal banyak yg suka sama lo. itu namanya ga normal. Tuh liat sekarang lo mandangin foto mantan aja. Aduh capek gue liatnya"
Saat aku berkata seperti itu, rizky langsung mematikan ponsel di genggamannya.
"Yeee udah deh lo ga tau gimana rasanya jadi gue rey, nanti lo rasain deh apa yang gue rasain! Gimana susahnya move on huftttttt"
Wah ko Rey mau banget mengajak Andin untuk lihat dia tanding? Apa jangan-jangan dia udah beneran baper?. Terus kenapa Andin menolak? Secara Rey tidak pernah di tolak sebelumya oleh perempuan. Hmmm penasaran kan? Dari pada penasaran yuk lanjut part berikutnya eitsssss tapi jangan lupa untuk selalu vote dan komen ya agar aku bisa semengat terus untuk memecahkan kisah mereka berdua. Selamat membaca readersku tercintaaaaaa enjoyyyyyyyyyyy........
#jadisaksiperjalanankisahreyandin
__ADS_1