Kamu Adalah Kenangan

Kamu Adalah Kenangan
Bagian 36 : Perpisahan di Yogyakarta


__ADS_3

Hari ini aku akan bergegas untuk pergi ke yogjakarta untuk berlibur selama tiga hari setelah sudah menjalani ujian-ujian.


Dari kajauhan ku lihat mamah sedang merapikan baju ku.


“Mah, ko banyak banget si bajunya” aku berkata sembari memegang baju ku yang di masukan tas oleh mamah.


”Kamu kan tiga hari Rey, makanya mamah siapin baju kamu segini” jawab mamah yang masih sibuk mempersiapkan semuanya untuk ku.


”Aduh mah kenapa bawa jaket segala si” gerutu aku pada mamah.


”Kan disana dingin. Kalo kamu sakit gimana?” tanya mamah dengan khawatirnya.


”Ih mamah aku bukan anak kecil lagi, lagian emang aku punya alergi dingin apa”


”Ya kan cuma buat jaga-jaga aja takut kamu kenapa-napa”


Dari pada aku berdebat dengan mamah. Akhirnya aku mengikuti perkataan mamah.


”Iya deh mah, bawa aja setera mamah deh aku ikutin aja”


”Nah gitu dong, pokoknya semuanya mamah yang siapin”


”Iya mah iya”


 


@


 


“Sebelum kita berangkat, berdoa terlebih dahulu menurut kepercayaan masing-masing, berdoa di mulai” ucap guru ku memberikan arahan.


Sudah dua belas jam di perjalanan, akhirnya sampai dengan selamat. Aku melihat pemandangannya sangat bagus dan indah.


Guruku memberikan arahan untuk pembagian kamar.


“Baik anak-anak sebelah kanan itu untuk kamar perempuan semuanya, dan sebelah kiri untuk kamar laki-laki. Setiap pintu kamar sudah di tempel nama-nama kalian. Jadi kalian tinggal melihat pintu kamar saja, sekarang kalian boleh istiahat dan merapikan semuanya. Setelah itu kita makan malam”


“Baik pak” seru murid.


“Yuk rey, kita cari kamar kita.” ajak Randy padaku.


“Lo duluan aja pada, kalo udah ketemu telepon gue ya” jawab ku pada teman-teman ku.


“Oke dah”

__ADS_1


Aku menunggu murid-murid perempuan masuk ke kamarnya. Karena banyak murid-murid perempuan yang sedang mencari. Aku sulit menemukan andin. Aku sengaja menolak ajakan Randy karena aku ingin tahu kamarnya Andin.


Tetapi aku belum melihat dia. Dari yang awalnya ramai sampai sepi seperti ini aku belum melihatnya. Membuat guru ku menegur karena dari tadi tidak pergi-pergi.


“Rey kamu kenapa masih disini? cari siapa?” tanya guru ku dengan penasaran.


”Hehe engga pak, ga cari siapa-siapa. Saya cuma nunggu teman saya yang tadi katanya ke toilet”


”Oh gitu, yasudah nanti langsung ke kamar ya”


”Iya pak”


”kalau gitu bapak duluan ya ke kamar bapak”


”Baik pak”


Benar-benar aku sama sekali tidak bertemu dengan Andin membuat ku sebal. Tiba-tiba Ponsel ku berbunyi. Ternyata Reno yang menelpon.


Reno si cabul.


Aku menamai Reno di kontak ku dengan kata Reno si cabul. Soalnya dia suka memikirkan hal- hal kotor. dan melihat film-film dewasa itu lah sebabnya ku namai itu.


"Rey kamar kita udah ketemu" ungkap Reno di telepon.


“Tepat sekali di samping kamar cewe”


Aku terkejut mendengar Reno berkata seperti itu. Ku lihat lah kamar perempuan. Terlalu jauh untuk mendekatkan kamar perempuan dan laki-laki. Masa iya si kamarnya bisa berseblahan gitu? Padahal jauh kalo di liat dari sini. Gumam ku dalam hati.


“Serius lo?” tanya ku pada Reno.


“Iya, tepat samping kamarnya Andin”


Mendengar Reno menyebut nama Andin aku langsung bergegas kesana.


“Hah serius? Boong lo ya?”


“Udah makanya cepet kesini, nomor kamarnya 29 ya”


“Oke”


Sampainya di kamar, aku membuka pintu yang tidak di kunci. Ku lihat lah mereka sedang tertawa terbahak-bahak.


“Sini bro duduk dulu,” ajak Rama dengan senyum tipisnya.


“Bentar kata lo sampingnya kamar Andin. Mana?” tanya ku pada mereka untuk memastikan.

__ADS_1


“Coba itu lo buka hordeng jendelanya” ujar Randy memerintahkan.


Saat Randy berkata seperti itu aku langsung membuang tas ku di lantai dan bergegas ke arah jendela itu. Ku hampiri lah jendela tersebut. Dan ku buka ternyata setelah ku buka. Hanya ada tembok. Membuat ku geram dan langsung menindih Reno yang sudah berbohong.


“Renoooooo sini lo!!!!” ucap ku dengan nada tinggi.


”Gubrak......” suara tindihan ku pada tubuh Reno.


“Aduhhhhhh” Reno menghela kesakitan.


“Hahahahahaha” tawa Rama, Randy, dan Rizky.


“Sakit Reyyyyy ampunnnnnn”


“Sukur ini pas buat lo yang boongin gue!!”


“Eh kan mereka juga boong sama lo. Masa gue doang yang di tindih”


Aku pun langsung melihat dan memukul pelan kepala Rama, Randy dan Rizky.


“Auuuuu rey”


“Hahahaha”


“Jadi ini rencana kalian yang bohongin gue hah?”


“Iya, gue tau dari tadi pas kita di aula lo nunggu. Buat liat kamar Andin kan?” ujar Rama.


Aku tidak menjawab karena malu untuk mengatakannya.


“Makanya kita boongin supaya lo cepet kesini hahaha” tambah Reno.


“Ye dasar lo kampret, lo lagi ky anak baik-baik malah ikut-ikutan boongin gue,”


“Gue di paksa rey sama mereka.” jawab Rizky membela diri.


“Alahhhh bisa banget lo ky” celetuk Reno pada Rizky.


“Lagian lo pikir aja Rey, kamar cewe sebelah kanan deket kolam renang. Sedangkan kamar cowo sebelah kiri jauh dari kolam renang. Mana mungkin si kamar kita sebelahan sama Andin hahahaha”


“oh iya juga si, udah ah bodo gue sebel sama lo semua!!!” jawab ku dengan sebal.


“hahahaha”


Kami pun tertawa bersama dengan bahagianya di kamar.

__ADS_1


__ADS_2