Kamu Adalah Kenangan

Kamu Adalah Kenangan
Bagian 7 : Ayah Sang Putri


__ADS_3

Sekolah......


Akhirnya jam kosong datang, guru-guru sedang rapat. Membuat aku dan teman-temanku bergegas menyiapkan permainan kuda tomprok. Ya itu sejenis permainan yang dimainkan oleh dua grup, yaitu tim atas dan tim bawah yang membungkung seperti kuda.


Sedangkan tim bawah yang paling menderita bertugas untuk menahan beban tim atas yang menungganginya. Kami juga tidak lupa untuk menyuruh temanku yang pendiam dan culun untuk menjaga pintu kelas. Untuk memastikan agar guru tidak datang.


"Sekarang tim kita yang di atas,"


"Mantap lah kita menang terus!"


Teman-teman kelasku memperhatikan permainan ini dengan sangat seksama. Suara meriah penonton membuatku bersembangat untuk bermain. Saat aku yang menaiki punggung temanku datanglah andin membawa buku.


"Teman-teman ada tugas dari bu melati, hal 36 baca dan kerjakan soal di bawahnya nanti kumpulkan ke aku"


Mendengar andin berkata seperti itu aku sebal, karena permainan ini sedang seru-serunya. Begitupun teman-temanku yang menonton sangat kecewa.


"Yahhhhh payah deh masa selesai aja permainannya!"


Salah satu temanku menyauti dengan dukungannya


"Udah lah rey jangan di dengerin, main aja gue dukung tim lo,"


Saat itu juga aku tetap melanjutkan permainannya. Ku lihat andin sedang mengerjakan tugas bahasa indonesia yang di berikan bu melati.


Saat aku main perlahan ia menatapku dengan tatapan sinis dan kesalnya. Pada saat ku mulai meloncat andin menghampiriku dan memukul punggungku dengan buku.


"Ada apa si din, lo kerjain tugas aja deh sana!"


"Kamu ingat ga si perkataan pak andri, kamu harus belajar lebih serius lagi. Cepat sekarang sudahi permainan ini!!"


"Aduh bener-bener deh ahhh engga ada waktu senggang buat main-main apa?"


"Kamu sudah sering main, sekarang waktunya belajar!"


"Iyaiya"


Teman-temanku pun menyuraki andin karena sudah menganggu permainan ini.


"Uuuuuuuu ganggu nih ganggu" saut salah satu murid.


Setelah selesai tugas bu melati ku mulai menganggu andin lagi.


"Din lo nanti sepulang sekolah latihan PMR ga?"

__ADS_1


Andin langsung melihatku dengan tatapan penuh heran saat aku bertanya itu.


"Iya memang kenapa?"


"Engga apa-apa si, cuma tanya aja hehehe"


Rasanya aku senang sekali nanti sore aku bertemu lagi dengan andin. Nanti sore aku latihan futsal karena beberapa bulan lagi ada pertandingan antar sekolah.


Aku mewakili sekolahku. Bukan hanya aku saja yang memiliki club, andin juga ia bergabung ke club pmr. Ia ketua dari club tersebut. Kalau aku ketua club bola. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu nanti sore.


@


Rumah Rey.....


Setelah sampai rumah aku langsung bergegas ke kamar mandi, setelah selesai mandi aku langsung makan dan pergi ke sekolah untuk latihan futsal. Berhubung sudah bukan jam sekolah, di perbolehkan membawa kendaraan. Randy menghampiriku.


"Rey lo bareng gue kan naik motornya" ucap Randy


"Engga deh gue bawa motor sendiri aja"


Randy dengan wajah membingungkan menjawab


"Loh tumben banget lo biasanya juga minta bareng terus"


Aku tidak menanggapi perkataannya hanya tersenyum. Aku memiliki tujuan membawa motor ini untuk mengantar andin balik.


Sekolah.....


Dari kejauhan aku sudah melihat andin sedang latihan, ku lihat tangan mungilnya sedang memegang bidai, itu sejenis alat PMR.


Saat anggota PMR sedang latihan mendengar suara motor kami, matanya langsung tertuju dengan kami. Begitu pun andin.


Salah satu anggotanya bercakap


"wah ada anak club bola, liat deh rey dengan baju bolanya ih gemes banget ya,,,"


Andin sepertinya muak dengan perkataan temannya itu. Pelatih pmr pun menjawab.


" sudah-sudah sekarang latihan lagi! jadi kegunaaan bidai ini untuk....."


Saat aku latihan bola, tiba-tiba aku melihat mobil masuk ke dalam parkiran sekolah. Ku lihat bapak-bapak yang sedang menghampiri tempat duduk di area penjemputan.


Aku pun menghampirinya, ku lihat ia sedang sendirian itulah sebabnya aku menghampiri.

__ADS_1


"Hallo om"


Dengan wajah membingungkan bapak itu menjawab.


"Hallo, iya nak"


Dengan suara lembut bapak itu, memuatku ingin selalu berkomunikasi dengan dia. Dalam hatiku 'andai papahku kaya gini'.


"Om nunggu siapa ya? Anak-anak sekolah sudah balik semua om"


"Om lagi nunggu anak om"


Aku terkejut bapak-bapak itu sedang menunggu anaknya. Saat sedang bercakap dengan bapak itu. Reno memanggilku.


"Rey lo ngapain sini latihan lagi"


"Iya bentar"


Dan saat itu juga bapak-bapak itu bertanya kepadaku


"Kamu bisa main bola?"


"Wah aku jagonya om, ini aku lagi latihan untuk tanding beberapa bulan lagi"


"Wah keren kamu"


Aku terkejut baru kali ini ada yang berkata aku keren, ya walaupun sering sih cewe-cewe. Eits tapi untuk orang tua gini baru bapak-bapak ini yang berkata. Papahku saja tidak pernah mengatakan aku keren saat bermain bola.


"Om bisa main bola?"


"Dulu sih bisa tapi engga tau sekarang, udah lama juga ga main-main bola"


"Wah kalau gitu main aja sama aku om"


"Wah boleh tuh"


Kami pun main bola bersama. Saat bermain andin datang menghampiri. Aku terkejut dengan perkataan andin.


"Ayahhhhh???"


Loh ko ayah, berarti bapak-bapak ini ayahnya andin, aku sangat tidak menyangka ini benar-benar kebetulan.


Wahhh ko andin memanggil ayah kepada bapak-bapak yg Rey temukan? Apa benar itu ayah Andin? Dan apa benar ini awal mula Rey dekat dengan keluarganya? Dari pada penasaran yuk lanjut ke part berikutnya, eits sebelum lanjut jangan lupa untuk vote, komen dan follow ya. Supaya aku jadi semangat nulisnya.

__ADS_1



#jadisaksiperjalalanankisahreyandin


__ADS_2