Kamu Adalah Kenangan

Kamu Adalah Kenangan
Bagian 2 : Permulaan


__ADS_3

Salsa menyuruh andin untuk duduk di urutan ketiga.


"Din kamu duduk sini aja"


"Oke deh"


Tiba-tiba guruku masuk kedalam kelas untuk memulai pelajaran. Ini membuatku benci akan pelajaran di tambah hari pertama belajar matematika membuatku muak. Saat guruku menjelaskan aku tertidur di dalam kelas membuat diriku di tegur dan di lempari penghapus.


"Siapa itu yang tidur?"


"Rey bu" saut salah satu siswa


"Rey bangun kamu dengar tidak!!" ucap guru ku membuat ku bangun dari tidur ku


Mungkin aku sangat mengantuk makanya saat guruku berkata seperti itu aku tidak dengar. Itulah sebabnya guruku melempar penghapus.


"Iya bu kenapa ?"


"Kamu tidak dengar ibu berkata apa?


dengarkan penjelasan ibu!!"


"Maaf bu tapi saya capek saya tidur aja ya bu,"


Dengan perkataan itu membuat guruku marah besar dan menghampiriku.


"Rey kamu keluar dari kelas sekarang!!!" guruku berkata dengan wajah yang sangat menyeramkan.


"Hmmm iya bu iya"


 


@


 


Jam istirahat pun di mulai ini saatnya aku mengerjai anak-anak kelas, saat mengerjai anak-anak terdengar dari speaker pemberitahuan sekolah bahwa aku di panggil oleh wakil kesiswaan.


Wajah pak andri wakil kesiswaan sekolahku sangat menyeramkan. Sepertinya ia ingin marah denganku

__ADS_1


"Rey kenapa kamu bikin ulah lagi! di hari pertama kamu masuk sekolah?"


"Saya engga bikin ulah apa-apa pak, saya cuma tidur ga ngapa-ngapain. Liat sekarang saya engga bolos sekolah lagi kan?"


"Tetap aja kamu tidak menghargai guru yang sedang menjelaskan!"


"Pak, bapak kan tau kalau saya engga suka belajar pak, saya mending main bola ga berhenti-berhenti dari pada belajar"


"Gini aja, kalau kamu tidak berubah dalam satu tahun ini kamu tidak bapak daftarkan di sekolah sepak bola itu!!" ungkap pak Andri wakil kesiswaan dengan tegas.


"Jangan seperti itu dong pak, saya kan dari dulu udah kepingin banget masuk situ."


"Ya makanya! kamu dengarkan perkataan bapak, kamu harus lebih belajar lagi. Karena masuk sekolah itu di liat nilai akedemik juga. Bukan hanya non akedemik saja."


"Terus gimana caranya saya tingkatin belajar saya pak?"


"Bapak tau caranya."


dari speaker sekolah terdengar nama siswa pintar itu untuk di panggil ke ruang kesiswaan.


Dari luar sudah terlihat dan aku saling bertatapan dengan dia aku tidak mengerti maksudnya apa kenapa siswa pintar ini di panggil juga.


"Iya pak ada yang bisa saya bantu?" ucap siswa perempuannya itu.


"Baik pak"


"Jadi, bapak memanggil kamu kesini untuk meminta bantuan kepada kamu,"


"Bantuan apa ya pak?"


"Rey belakangan ini terus-terusan membuat masalah di sekolah, nah berhubung kamu satu kelas dengan dia bantulah dia belajar. bantulah dia untuk meningkatkan pelajaran, ajari dan bimbing dia karena cuma kamu yang bisa membantu."


aku terkejut mendengar perkataan pak andri. andin terkejut dan wajahnya kebingungan membuat aku menahan ketawa saat melihatnya.


"Maaf pak saya tidak bisa membantu"


"Bantulah bapak din, kamu siswa terpintar disini hanya kamu yang mengerti bapak"


dengan wajah yang polosnya dia menjawab.

__ADS_1


"Baik pak saya akan coba"


Kami pun keluar dari ruang kesiswaan, dan disinilah aku mulai mencoba membuka percakapan di tambah aku menganggu dia.


"Eh siswa terpintar lo tau ga gue muak dan benci belajar!! hehehe,,,"


"kamu tuh maunya gimana si, kamu tuh seorang pelajar ya harus belajar bukan main-main seperti ini!!"jawab Andin dengan nada tinggi.


"Hidup lo kaku banget si, engga ada kebebasan ntr......"


aku belum selesai berbicara dia sudah pergi meninggalkanku.


 


@


 


Salsa mencari andin, dan ternyata dia di perpustakaan.


"Din kamu di cari kemana aja si, ternyata di perpus toh."


dia tidak menjawab hanya wajah muramnya yang dia tunjukan.


"Loh kamu kenapa cemberut gitu, ada yang bikin kamu bete?"


"Engga cuma aku lagi sebal aja kenapa harus dia si!" andin bergumam kecil.


"Dia siapa? aku engga ngerti jelasin coba ke aku,"


saat itu juga dia memberitahu temannya tentang semuanya. Salsa menanggapi perkataan andin dengan wajah terkejut.


"hah!!!" respon salsa membuat Andin terkejut mendengar suara cemprengnya itu.


"hush ini perpustkaan!" bentar Andin pada salsa


"Kita bicarin di kantin aja din," salsa memberikan ide untuk berbicara di kantin saja, karena tidak sopan berbicara di perpustakaan. takut menganggu yang sedang membaca.


Nah kira-kira apa yang di lakukan Andin ya supaya bisa membantu Rey belajar? Hmmm dari pada penasaran yuk lanjut part 3, jgn lupa ya follow, vote, dan coment ya enjoyyyyyy

__ADS_1


#jadisaksiperjalanankisahreyandin



__ADS_2