
Lapangan......
Andin mulai menjelaskan kenapa dia rajin sekali belajar, bisa seambis itu dengan pelajaran.
"Jadi aku niat mau masuk sekolah SMA 2 makanya aku berusaha belajar terus. nah........ "
Andin belum melanjutkan penjelasannya aku langsung tercengang, dan memotong pembicarannya.
"Apa SMA 2?" aku menjawab.
Wajah andin penuh heran saat aku mengatakan itu
"Ko kamu kaget, memangnya kenapa?"
"Ya itu sekolah favorit din makanya gue kaget"
Andin tidak menanggapi perkataanku, ia hanya menunduk sepertinya ia kecewa dengan responku seperti itu. Aku mulai dengan mengatakan semangat.
"Eh tapi tenang, lo kan pinter, terus nilainya bagus, nurut, ya pasti masuk lah. emangnya gue, ya ga bakal masuk sekolah itu hahahaha"
Andin mengangkat wajahnya. dan tertawa membuatku merasa tenang.
"Emang aku bakalan bisa masuk ya?" andin bertanya padaku.
"Ya pasti masuk tenang aja. Gue dukung lo semangattt!!!!" aku mengatakan sambil mengepal tanganku dengan simbol semangat, andin pun ikutan dan tersenyum.
"Semangattttt!!!!" tambah andin.
"Oh iya emang lo kenapa ke pengen banget masuk sekolah itu?" aku mulai bertanya lagi.
__ADS_1
"Sebenarnya aku ke pingin banget jadi dokter, makanya aku masuk sekolah itu supaya nanti mudah masuk universitas kedokteran"
Aku benar-benar tidak menyangka dengan perkataan andin. Membuatku benar-benar salut dan bangga. ia selalu belajar ternyata ingin mengejar itu.
Sama halnya seperti aku yang mengejar mimpiku yaitu ingin menjadi pemain bola yang profesional. Tapi kayanya aku tidak akan mengatakan kalau setelah lulus dari sekolah ini, akan meneruskan sekolah di tempat sepak bola itu.
Melihat andin beberapa hari menolak tawaranku untuk melihatku bertanding. Sepertinya dia tidak suka. Kalau aku beritahu dia yang sebenarnya, aku takut nanti dia marah dan menjauhi ku.
Sebenarnya pak andri menyuruh andin untuk membantuku balajar agar aku dapat menaikan nilai akedemik dan masuk sekolah sepak bola itu. tetapi aku memohon pada pak andri agar tidak memberi tahu yang sebenarnya pada andin.
Awalnya aku berpikir kalau pak Andri menjelaskan semuanya tentang sekolah sepak bola itu, aku takut andin beranggapan aku memanfaatkan dia demi keinginan ku sekolah di sepak bola itu.
Alhasil aku tidak memberitahu sejak awal. tapi makin ku kenal dan dekat dengan dia, ada baiknya dan bagusnya kalau dari awal sampai lulus dia tak akan pernah tahu yang sebenarnya.
"Oh begitu, lo ke pengen banget ya jadi dokter?" ungkap ku kepada andin.
"Pokonya semangat ya gue terus dukung lo." jawab ku menyemangati dia.
Andin menanggapi dengan senyum tipis.
Dan disinilah andin mulai bertanya kepadaku.
"Oh iya kalo kamu rey kenapa suka banget bola?"
"Ya sama kaya lo, lo belajar karena mau mengejar apa yang lo mau kan?"
"Iya, emangnya apa yang kamu mau mau?"
Aku menghela nafas dan menjelaskan kepada andin.
__ADS_1
"Gue mau banget jadi pemain bola yang profesional. Gatau kenapa saat gue di lapangan. gue ngerasa kaya dunia gue. Itulah kenapa gue suka banget bola di banding belajar hehehe"
Andin tidak menanggapi perkataan ku lagi. Dia melamun dan menunduk wajahnya berubah menjadi lesu saat aku mengatakan itu.
Membuat aku heran setiap kali aku menyebut bola, lapangan, bertanding. Wajahnya terlihat putus asa di penuhin kegelisahan dan kesedihan. aku tidak mengerti maksudnya apa?
"Din loh ko diem?" aku mulai bertanya.
"Oh gapapa, kamu suka banget ya sama bola. Makanya kamu ke pengen banget jadi pemain bola?"
"Iya, aneh emang kalo gue jadi pemain bola?"
"Hmm ya gimana ya? Itu si terserah kamu. Kalo kamu nyaman jalaninnya ya gapapa"
"Gue nyaman banget jalaninnya. Liat ya, nanti lo bakalan liat gue jadi pemain bola sungguhan. Pasti lo bangga banget hehehe"
Andin tidak menjawab. Saat itu bel ganti pelajaran pun berbunyi. menandakan hukuman ini telah selesai.
"Kringggggggg-kringggggggg" suara bel ganti pelajaran.
"Udah yuk masuk kelas, udah jam pelajaran berikutnya." andin berkata sembari meninggalkanku. Aku belum menjawab ia sudah pergi begitu saja.
"Ehhhhhh ko ninggalin gue si, tungguuuuuu din"
Wah ko aneh ya sama Andin, kenapa respon dia gitu saat Rey ngomongin cita-citanya Rey. Hmm menurut kalian gimana? Dari pada penasaran yuk lanjut part berikutnya, sebelum lanjut jangan lupa di vote yaaaa. Selamat membaca readersku tercintaaaaaa enjoyyyyyyyyyyy.........
#jadisaksiperjalanankisahreyandin
__ADS_1