Kamu Adalah Kenangan

Kamu Adalah Kenangan
Bagian 13 : Siswa Terpintar Telat


__ADS_3

Rumah Andin.....


"Tokkkkk tokkkkkk tokkkkkk"


Terdengar suara ketukan pintu, ternyata bunda andin yang mengetuk.


Oh iya perkenalkan bunda andin yang sangat ramah, baik, sebelas dua belas lah sama mamahku.


Bunda andin seorang dosen di salah satu universitas di jakarta. Itulah sebabnya saat berbicara sangat tertata. Ayah andin seorang guru di salah satu sekolah bergengsi yaitu SMA 2. Sekolah yang di idam-idamkan andin yang lulusannya pasti masuk universitas negeri favorit.


Semacam UI, UGM. ITB, UNPAD. Dan masih banyak lagi. Itulah sebabnya andin mengharapkan masuk sekolah SMA 2 itu. Andin juga memiliki kakak perempuan ia lulusan UI jurusan hukum.


Ya sekarang dia sudah menjadi pengacara. Namanya ka maudy.saat ini dia sudah menikah dan tidak tinggal bersama lagi. Benar-benar keluarga yang sangat berpendidikan itulah sebabnya andin sangat rajin dalam belajar. Karena didikan sekitarnya yang luar biasa.


"Nak bangun udah jam berapa ini, kamu nanti telat sekolah loh" seru bunda untuk membangunkan andin.


Andin menguap menandakan kalau baru saja terbangun dari tidurnya.


"Iya bun, ini jam berapa emang bun?" tanya andin kepada bunda.


"Jam 6 nak, loh kan kamu masuknya jam setengah 7. cepet nak bangun nanti telat loh," ucap bunda pada andin.


Mendengar bunda mengatakan itu, andin langsung terbangun, bergegas ke kamar mandi dengan wajah paniknya.


"Ih,,, bunda kenapa bunda ga bangunin aku dari tadi"


"Bunda juga baru bangun sayang"


"Loh emang bunda engga ke kampus?"


"Hari ini bunda engga ada kelas, makanya bunda telat bangunin kamu hehe"


"Ayah emang ga ngajar bun?" tanya Andin lagi.

__ADS_1


"Kamu lupa? ayah kan keluar kota lagi ada acara sekolahnya, makanya bunda lupa membangunkan kamu, bunda kira hari libur. cepet gih nanti telat"


"Iyaa deh bun aku siap-siap dulu"


Dari ruang tamu andin melihat bundanya sedang menyiapkan sarapan.


"Nak sarapan dulu yuk?"


Andin yang sedang mengikat tali sepatu langsung berkata.


"Engga deh bun, nanti aja di sekolah. aku buru-buru soalnya pelajaran ips"


"Oke bentar bunda keluarkan mobil dulu ya sayang,"


Andin langsung menolak perkataan bundanya.


"Engga bun, aku naik ojek aja naik mobil nanti telat soalnya lama, ga bisa nyelip-nyelip gitu,"


Sambil mencium pipi bundanya andin langsung pergi.


Hari ini adalah belajar pelajaran ips. ya dimana pelajaran itu sangat di takutkan oleh semua siswa. Bukan pelajarannya sih, lebih tepatnya gurunya. Gurunya tidak suka akan tiga hal ini saat sedang mengajar. yang pertama tertidur saat menjelaskan. kedua tidak mengerjakan tugas. dan yang paling mengerikan telat saat jam pelajarannya.


Karena kalau telat akan di perintahkan keluar dari kelas dan berdiri depan bendera untuk hormat. Itulah sebabnya andin sangat takut untuk telat ia hanya memiliki waktu 20 menit sampai ke sekolah.


Sedangkan biasanya dia membutuhkan waktu pergi sekolah 15 menit hanya 5 menit yang dia harapkan harus sampai ke sekolah. Di tambah ini hari senin. Ya sudah biasa jakarta setiap hari senin pasti macet dimana-mana membuat andin semakin takut dan panik.


Perjalanan.....


"Pak bisa lebih cepat lagi tidak?" tanya andin kepada bapak-bapak ojek.


"Iya dek ini lagi di usahakan ya"


Tiba-tiba bapak ojek berhenti karena macet. Andin tambah panik melihat hal itu. Arah macetnya di jalan yang tepat sekali berseblahan dengan samping sekolahnya.

__ADS_1


Dia lihatlah jendela sekolah dari kejauhan. Ia melihat masih ramai menandakan belum masuk. Hatinya lega melihat itu.


Kelas.....


Aku dengan kebiasaanku tertidur di kelas, mendengar salah seorang temanku berkata sambil menyebut nama andin. aku pun langsung terbangun dan melihat apa yang menyebabkan teman ku itu menyebut nama andin.


"Hey liat deh, itu andin kan?" ucap salah seorang temanku.


"Iya bener itu andin, aduh kenapa dia tercebak macet kaya gitu" temanku menimpali.


"Iya ih udah mana pelajaran pak miko, bisa mati dia!"


Aku langsung melihat arah jari temanku menunjukan ke arah andin. Memang dari tadi aku menunggu dia.


Entah mengapa aku heran sekali siswa pintar itu tidak biasanya datang terlambat seperti sekarang ini. Salsa temannya dengan wajah khawatirnya mencoba terus menerus melihat jam tangan yang di pakainya.


Murid di kelas ku pun mencoba melihatnya. Termasuk aku. Ada yang mendukung andin dengan mimik wajahnya, menandakan untuk segera datang tepat waktu. Dan ada pula yang senang melihat andin seperti itu.


Termasuk temanku yang bergumam di depanku.


"Ye,,, akhirnya siswa pintar itu kena masalah, gimana ya liat dia di marahin pak miko hahahahah gue tunggu-tunggu banget nih momen ini" reno bergumam.


Tanpa berpikir panjang aku langsung mengambil tas ku dan pergi meninggalkan kelas untuk menunggu andin di tangga sekolah.


"hey rey lo mau kemana?" tanya rama padaku.


Aku tidak menjawab perkataan rama. dan langsung pergi dari kelas.


Wah kira-kira Rey mau kemana ya? Ko bawa tas segala? Apa dia mau bolos lagi? Hmm penasaran kan? Dari pada penasaran yuk lanjut part berikutnya. Eits sebelum lanjut vote dulu yuk supaya aku semangat memecahkan kisah Rey dan andin. Selamat membaca readersku tercintaaaaaa enjoyyyyyyyyyyy.......



#jadisaksiperlajanankisahreyandin

__ADS_1


__ADS_2