
Rumah Rey...............
Setelah main bola aku bergegas untuk pulang. Jam menunjukan pukul 10 malam. aku yakin betul papah ku sudah tidur jam segini. sesampainya di rumah
saat ku membuka pintu, tiba-tiba lampu menyala dan papah ku yang menyalakannya.
Aghhh!!!! aku benar-benar sebal. aku berharap ia sudah tidur. tiba-tiba papah ku menyuruhku untuk duduk di sofa dengan suara yang lembut. aku heran tidak biasanya papah ku baik dan mau berkomunikasi denganku. di tambah dia tidak marah saat aku baru pulang dari bermain bola.
"Rey sini duduk dekat papah," ungkap papah ku.
"Iya pah." aku menurutinya.
Tiba-tiba mamahku datang membawakan kami minum. tidak biasanya mereka belum tidur jam segini. gumam ku dalam hati
"Tadi mamah sama papah ke sekolah, mengambil raport. wali kelas mu bilang, nilai kamu lebih baik" ungkap mamah kepada ku.
"Terus aku ngapain disini mah? aku mau tidur lelah banget"
Aku menjawab dengan wajah yang sangat lelah. saat aku mau hendak pergi ke kamar, tiba-tiba papah ku berkata. membuat ku terhenti untuk pergi ke kamar.
__ADS_1
"Sebentar papah mau ngomong sama kamu."
"Ga biasanya papah mau ngomong sama aku," aku duduk kembali di sofa.
"Dengarkan papah dulu rey." papah berbicara dengan sangat serius kepada ku.
"Iya pah"
"Jadi, papah senang melihat perkembangan belajar kamu. papah berniat setelah kamu lulus. kamu mau papah masukan di sekolah SMA 10. nanti kamu ambil jurusan IPS. nah papah berharap setelah lulus dari SMA 10 kamu bisa melanjutkan kuliah di universitas favorit ambil jurusan manajemen bisnis. belajar lah bisnis di sana agar kamu bisa terbiasa dan melanjutkan perusahaan papah"
Aku terkejut mendengar papah berkata seperti itu, aku benar-benar tidak mau sekolah di tempat itu. aku muak harus bertemu pelajaran-pelajaran yang tak ku suka.
Dan mendengar papah menyuruhku untuk sekolah di SMA 2 membuat ku teringat perkataan andin yang tadi. Ahhhhh!!!! sebal kenapa papah dan andin mirip sekali si kepribadiannya. kalau kaya gini mending andin aja yang anak papah ku. gumam hatiku.
"Tapi pah, aku tidak mau sekolah disitu aku mauuu....." papah memotong pembicaraanku.
"Stop rey!! papah tidak mau mendengar kamu berkata bola bola bola dan bola. kamu ini anak papah satu-satunya. Kalau bukan kamu yang meneruskan siapa lagi!!!"
"Pokonya aku engga mau pah titik!" aku tetap dengan pendirian ku.
__ADS_1
"Kamu mau membantah papah?, kalo kamu masuk sekolah bola itu kamu mau jadi apa? jadi pengejar bola di lapangan gitu? Kamu kira itu bagus hah?" ya dengan egoisnya papah ku menjawab.
"Papah emang benar-benar tidak mengerti aku!! papah hanya memikirkan diri papah sendiri, tanpa mikirin aku. Yang papah pikirkan hanya perusahaan, perusahaan, dan perusahaan!!" jawabku dengan nada tinggi.
"Kamu ini benar-benar anak yang tidak tahu di untung!!!" dengan wajah memerah, sambil mengangkat tangannya sepertinya aku akan di pukul.
"Ayo pah pukul, pukul wajahku pukulllll!!!!" aku berteriak.
"Udah pah, cukuppppp!!" mamah menghentikan papah yang dengan aksinya.
Aku pun langsung pergi meninggalkannya tanpa berkata sedikit kata pun. langsung ku kunci kamar tidurku. hari ini aku benar-benar lelah dan merasa tidak bahagia.
Andin gadis yang ku suka, berpikiran sama seperti papah ku. yang sama-sama egois, tanpa mengenal dan melihat diriku secara utuh.
"Gubrakkkkkkk" suara pintu yang ku tutup dengan kencang.
Wah ko watak papahnya sama Andin bisa sama ya? Apa ini yang ngebuat Rey berhenti mengejar Andin? Dari pada penasaran yuk lanjut terus part berikutnya. Selamat membaca readersku tercintaaaaaa enjoyyyyyyyyyyy..........
__ADS_1
#jadisaksiperjalanankisahreyandin