Kamu Adalah Kenangan

Kamu Adalah Kenangan
Bagian 35 : Pengumuman Nilai Semester Dua


__ADS_3

“Baik anak-anak, kalian sudah melewati proses yang panjang. semua ujian sudah kalian lewati. Tibalah sekarang pengumuman nilai, peringkat, dan kelulusan yang tertera di mading. Setelah ini kalian boleh melihat. Terakhir ibu cuma mau bilang banyak-banyak terima kasih pada kalian. Yang sudah menjadi murid yang baik untuk ibu. Rey yang awalnya membuat masalah. Tapi karena andin, Rey sudah berubah. Ibu juga terima kasih ya pada Andin. Yang ibu harapkan setelah lulus dari sekolah ini kalian tetap jadi murid yang ibu kenal, tetap baik dan semangat ya dalam belajar. Karena kehidupan ke depannya jauh lebih rumit dan panjang. Kalian harus lewati sampai tiba lah mimpi yang kalian inginkan datang.” Ucap bu April wali kelas ku dengan haru.


Membuat murid-murid meneteskan air matanya. Begitu pun Andin yang menutupi wajahnya dengan buku agar tidak terlihat dia menangis. Murid perempuan langsung memeluk guru ku. Dan setelah itu kami foto bersama.


Speaker sekolah mengumumkan untuk melihat nilai, peringkat, dan kelulusan. Aku dan teman-temanku melihat. Tapi kali ini jantung ku berdebar. Aku takut melihatnya. Biar lah Andin yang melihat. aku tunggu saja informasi dari dia. Aku takut kalau aku gagal.


“Rey gue deg-degan” ucap Reno sembari memegang dadanya.


Seharusnya aku yang merasakan itu. kalau aku gagal, aku harus memotong rambut ku.


“Asik deg-degan juga lo liat nilai” jawab ku dengan tertawa pelan.


“Bukan nilainya Rey, tapi kelulusannya. Gue takut ga lulus!!”


“Yeee, pasti lulus lah. Engga ada sejarahnya sekolah kita engga meluluskan muridnya!”


“Lo ga inget wali kelas kita bilang apa waktu itu?”


“Itu cuma nakut-nakutin aja supaya kita belajar.”


“Tapi tetep aja gue takut.”


“Lebay lo ah!!”


“Kalo nilai si gue ga pikirin berapa ke yang penting gue lulus. Gue niat sekolah di swasta jadi santai”


“Yeee. lo liat dulu aja ya gue mau ke kamar mandi.”


“Oke deh”


Aku tunggu Andin melihat, dan saat Andin sudah melihat. Aku melihatnya tersenyum dari kejauhan. Aku sudah tahu kalau dia senyum pasti aku gagal. Aghhhhh aku harus potong rambuttttt!!!!!.


Andin mengampiri ku dengan senyum tipisnya.


“Sesuai persyaratan, kamu harus potong rambut.”

__ADS_1


“Ughhhh udah di tebak pasti gagal. Susah banget si ngalahin kamu.”


“Tapi kamu engga gagal, kamu naik ke peringkat empat. Naik satu udah bagus hehe”


“Percuma, kan tujuan aku ngalahin kamu”


“Hehe yaudah, jangan lupa besok potong rambut kamu. Dan pake seragam yang rapi oke?”


“Oke ughhh” aku menjawab sembari menghela nafas.


Saaat Andin sudan pergi. Tibalah teman-teman ku memeluk ku membuat ku menangis saat itu juga karena sudah gagal mengajak Andin berkenalan secara dalam dan dekat pada teman-teman ku.


“Reyyyyy kita lulus semua yesssss!!!!” ungkap Reno dengan bahagianya.


Sudah ku tebak pasti lulus semua.


Aku tidak menjawab, aku hanya menangis di pelukan mereka.


“Eh lo kenapa nangis Rey?” tanya Rama sembari melihat wajah ku.


“Lo seharusnya seneng dong, kan peringkat lo naik!!” Rama meyebut peringkat, semakin kencang aku menangis.


“ahhhhhhh........ huhhhhhh........” suara tangis ku menggelegar.


Mendengar suara ku yang begitu kencang salah satu murid mendengar dan berkata.


“Ih ganteng doang tapi kaya anak kecil, masa nangis kaya gitu. Cengeng!!!”


Randy menjawab dengan kesalnya.


“Apa lo liat-liat, sana lo pergi sirik aja!!!!”


Randy memang sangat tegas, meyeramkan, apalagi aku sahabatnya di bilang seperti itu. Walaupun dia playboy. Sisi baiknya dia selalu membela orang-orang yang dia sayang.


@

__ADS_1


Hari ini sesuai janji aku harus memotong rambut ku dan berseragam rapi. Hari ini upacara terakhir di sekolah ini bagi kelas tiga. Saat aku sedang berbaris. Murid-murid terkejut melihat ku berpakaian rapi di sertai rambut ku yang lebat sudah hilang. Begitu pun teman-teman ku langsung tidak menyangka.


“Reyyy, lo kenapa potong rambut?” tanya Randy dengan menahan ketawa.


Reno melihat ku dengan wajah anehnya.


“Omegat Rey lo udah panjangin lama-lama, terus lo potong sampe kaya gitu??”


“Lo kenapa si? Hari-hari ini berubah. Rambut di potong, baju di masukin. Gile kaya anak baru loh rapi banget hahahaha” celetuk Rama padaku.


“Udah lo jangan banyak tanya, dengerin tuh kepsek lagi ngomong” ujar ku pada mereka agar diam. dan mendengarkan kepala sekolah memberi amanat.


Melihat Rizky yang hanya menundukan wajahnya sembari tertawa kecil. Aku langsung menegurnya.


“Apa lo ky ngetawain gue ya?”


“Engga bro engga”


“Yeee bilang aja!!!!”


Kepala Sekolah masih memberikan amanatnya kepada murid-muridnya.


“Baik anak-anak, bapak ucapkan selamat pada murid-murid kelas sembilan atas kelulusannya. Tetap menjadi pribadi yang baik. Berhubung esok hari akan merayakan kelulusan di yogjakarta. Oleh sebab itu murid kelas tujuh dan delapan di persilahkan belajar di rumah selama 3 hari”


“Yeaaaaaa” seru murid kelas tujuh dan delapan.


Upacara telah selesai aku berpapasan dengan Andin. Andin melihat ku dengan menahan ketawa.


“Kalo mau ketawa-ketawa aja” ucap ku pada Andin dengan sebal.


“Hehehe aku kira kamu engga nepatin janji,”


“Ya tepatin lah, aku kan cowo. haram hukumnya Rey ga nepatin janji”


“Iya deh iya”

__ADS_1


__ADS_2