Kamu Adalah Kenangan

Kamu Adalah Kenangan
Bagian 14 : Pegangan Itu


__ADS_3

Kelas Andin dan Rey......


Pak miko masuk kelas, dengan badan tegaknya serta kaca mata yang ia pakai. Di tambah ketukan yang selalu ia bawa untuk memukul siswa yang tidak serius dalam belajar.


"Baik anak-anak, bapak absen terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran."


"Baik pak" saut semua siswa.


"Amar"


"Hadir pak"


"Aulia"


"Hadir pak"


"Andin"


Sampailah pada absen andin, siswa tidak ada yang berani menjawab saat nama andin di sebut.


"Andin kemana?" tanya pak miko dengan wajah yang hampir marah.


akhirnya salsa menjawab dengan gugup.


"Itu pak anu"


"Anu apa sal?" tanya pak miko pada salsa, membuat salsa ketakutan mengatakan yang sebenarnya.


Karena salsa tidak bisa menjawab akhirnya reno yang menjawab.


"Telat kayanya pak, kalo ga masuk ga mungkin deh. Secara dia siswa terambis di sekolah,"


teman-temanku tertawa saat reno mengatakan itu. Wajah pak miko berubah seperti hantu di film-film luar negeri sangat menyeramkan.


Tangga sekolah....


Ku tunggu andin di tangga, untuk memastikan bahwa aku akan di hukum bersama dia. Aku benar-benar tidak tega kalau dia di hukum sendirian di tengah lapangan.


Dengan melihat andin terburu-buru aku menghentikannya.


"Din,,," ucap aku mencona menghentikan andin saat sedang terburu-buru.


Dengan nafas tergesa-gesanya membuat aku semakin kasihan. Ia seperti di kejar-kejar hantu.


"Loh kamu ngapain disini?" tanya Andin padaku. membuat aku bingung untuk menjawabnya.

__ADS_1


Dengan santainya aku menjawab. "Gue juga telat hehehe"


Aku berbohong demi dia. Aku hanya tidak mau melihat dia kesulitan.


"Loh ko kamu engga masuk?"


"Engga ah, gue takut ini pelajaran pak miko. nanti dia marah mending bolos kan."


"Ih nanti engga ke absen tau!"


"Ya gapapa" jawab ku dengan singkat dan pasrah.


Andin menarik tanganku sambil berkata


"Udah deh ayo masuk! jangan menambah masalah lagi. Kalo kamu kena masalah aku juga. Aku kan udah janji mau buat kamu berubah."


Dalam hatiku aku memang sudah berubah din sekarang aku jadi aneh melihat tingkah laku ku. Kamu yang sudah buat aku berubah kaya gini.


Aku benar-benar tidak menyangka andin mengatakan itu. Aduhhh rasanya aku ingin teriak sekencang-kencangnya, senangnya aku. Di tambah dia menarik tanganku.


Aku benar-benar merasakan tangan lembutnya. Bagaikan selimut di kamarku. Lembutnyaaaaaa. Aku langsung masuk ke dalam kelas bersama dengannya. Saat di depan pintu kelas, andin langsung melepaskan tangan ku. Dengan wajah malunya berkata.


"Maaf, kamu si susah di bilangin aku tarik kan jadinya"


Aku dengan senyum nakal ku menjawab.


"Kamu ih lagi serius malah bercanda!"


Aku dan andin mencoba masuk kelas. Ku lihat pak miko benar-benar menyeramkan dengan tatapannya.


"Sini kamu andin, rey!!" ungkap perintah pak miko.


"Baik pak," aku dan andin menjawab.


"Kamu kenapa telat? berdua lagi!"


Salah satu teman ku meledeki ku.


"Cieeeee" saut teman kelas ku.


Wajah rama, reno, randy, dan rizky tampak heran membingungkan.


Dan randy berkata


"Perasaan tadi gue liat ada rey deh,"

__ADS_1


rizky menimpali


"Iya tadi gue juga liat ko dia lagi tidur di mejanya" jawab reno.


Rama hanya tersenyum tipis, dan randy mencoba bertanya pada rama.


"Loh ko lo senyum ma? lo liat kan tadi ada dia?"


"Iya liat, ada orang yang sedang jatuh cinta."


Reno, randy, dan rizky masih belum mengerti maksud rama.


"Apasi maksud lo ma?"


Rama tidak menjawab pertanyaan reno, randy, dan rizky hanya senyumnya yang ia tunjukan.


Pak miko dengan ceramahnya masih ku dengarkan.


"Kamu nih gimana si din! kamu mau ikutin rey yang nakal?"


"Ih ko saya si pak?" gumam ku pada pak miko.


"Diam kamu rey, bapak tidak bicara dengan kamu!!!" bentak pak miko padaku.


andin mencoba membela diri.


"Pak maafkan saya, saya telat. Saya janji saya tidak mengulanginya pak,"


"Sudah-sudah bapak kecewa sama kamu, kamu tuh siswa pintar!"


"Pak maaf pak"


Aku melihat bola matanya andin mulai berkaca-kaca. Aku benar-benar kasihan dengan dia. Aku sama sekali tidak pernah melihat siswa menangis karena di marahi guru. Mungkin sebelumnya andin tidak pernah di marahi jadinya seperti ini.


"Yasudah!!! kamu berdua sekarang keluar dari kelas. Sesuai peraturan bapak yang telat harus hormat bendera!"


"Baik pak." aku dan andin menjawab.


Wah gimana ya siswa pintar dan malas di persatukan saat terkena hukuman kaya gini? apa gara-gara rey, andin jadi kaya gini? hmmm penasaran kan? dari pada penasaran yuk lanjut part berikutnya. eitssss sebelum lanjut jangan lupa untuk di vote ya cerita aku. supaya aku semangat nulisnya.


selamat membaca readersku tercintaaaaaa


enjoyyyyyyyyy.........


__ADS_1


#jadisaksiperjalanankisahreyandin


__ADS_2