Kamu Adalah Kenangan

Kamu Adalah Kenangan
Bagian 20 : Perayaan


__ADS_3

Rumah Rey.......


Aku dan teman-temanku membeli makanan di luar dan membawa ke rumah ku. Seperti janji ku. Aku akan teraktir teman-temanku sepuasnya. Apa yang mau mereka makan akan ku bayar.


Sesampainya di rumah, kami merayakannya.


"Selamattttt!!!! untuk sahabat kita reyan alvaro, karena sudah menaikan nilainya yeaaaa" ungkap rama dengan penuh semangat.


"Selamatttttttttt!!!!" tambah randy.


"Cherseeeee!!!!" kami mengangkat tangan dan menempelkan minuman kami dengan semangatnya.


"Eh btw mamah lo udah tau rey tentang peringkat lo?" tanya rama kepada ku


"Belum" jawab aku


"Papah lo?" tanya rama


"Belum" jawab aku


"Lah terus kita-kita aja yang tau?" tanya randy kepada ku


"Iya," jawab aku

__ADS_1


"Kenapa lo ga bilang aja lewat telpon?"


Randy memberikan saran kepada ku.


"Nanti aja kalo ambil raport. mereka juga tau." jawab aku.


"Iya juga si," jawab randy.


"Oh iya, andin jadi kesini?" tanya rizky.


"Engga" jawab aku dengan wajah putus asa.


"Kenapa ya?" rama bertanya kembali.


"Iya juga si, tapi kayanya gue doang yang paling bener dari kalian hahaha" rizky membela diri sendiri.


"Yeaaaa iya pak ustadz iya,,,," randy mengiyakan saja perkataan rizky, agar rizky senang.


"Oh iya gimana misi lo? lo udah liat tanda-tanda dia baper belum?" rama bertanya kembali kepada ku.


"Kayaknya engga deh, susah ga biasanya gue deketin cewe yang susah banget kaya dia," aku menjawab dengan nada yang ringan seperti seseorang yang tidak ada harapan lagi.


"Tuh kan udah gue bilang! lo si gaya-gayaan pake bilang dua bulan udah baper. Mana buktinya? Engga kan? malah jadi lo rey yang kasmaran sendiri sama dia hahaha" randy bergumam dengan kata-katanya yang benar menurut ku.

__ADS_1


"Ih apansi ran gue b aja" aku menjawab dengan kebohongan, mencoba untuk membela diri sendiri.


"Terus kenapa lo mau ajak andin kesini?" randy bertanya dengan wajah penasarannya.


"Ya sebagai tanda terima kasih aja." aku menjawab.


"Tanda terima kasih apa mau ketemu?hehe" randy mencoba meledeki ku lagi.


"Tenang-tenang rey! kan kita-kita kasih waktu 2 tahun ya bisa lah lo pepet lagi." rama mencoba memberi ku semangat.


"Nah iya!! tenang aja rey tenang. lo pasti berhasil. Inget tiket bolanya biar makin semangat pepetnya hahaha" rizky juga mencoba menyemangati ku.


"Oke lah 2 tahun gue bisa buat dia baper." aku dengan percaya dirinya menjawab.


Tapi kenyatannya!! aku yang malah baper duluan. Sepertinya ini memang benar-benar aku sedang jatuh cinta. karena aku malu dan gengsi mengatakannya kepada andin.


membuat aku menahan dan memendam perasaanku sendiri. Karena aku belum siap di tolak. Ahhhhhhhh!!!!!! kenapa malah aku si. Pokonya dia juga harus jatuh cinta juga sama aku!!Jadi impas kan. gumamku.


Wahhhh Rey benar-benar sudah baper dengan andin, apa Andin baper juga sama Rey? Apa justru kebalikannya Rey tidak baper sama sekali dengan Andin hmmmmm. Kalian penasaran kan??? Dari pada penasaran yuk lanjut ke part selanjutnya. Selamat membaca readersku tercintaaaaaa....... Enjoyyyyyyyyy......



#jadisaksiperjalanankisahreyandin

__ADS_1


__ADS_2