
Akhir nya, mama dan oma pergi kebandara berdua. Sedang kan Angel tinggal di rumah karna dia sedang tidak enak badan.
Tak lama, mama dan oma sampai di bandara. Di sana Esy dan Eza juga oma Windi sudah ada. Mereka sedang menunggu orang yang keluar dari pesawat.
"Udah lama kalian sampai nya Esy?" kata Lia.
"Udah lumayan sih, kalian berdua aja ya. Dimana si cantik Angel." kata Esy.
"Iya, di mana anak cantik itu Lia. Kenapa gak ikut kesini." kata oma Windi.
"Angel gak bisa ikut, dia sedang gak enak badan. Maklum lah, tanggal segini akan datang tamu rutin nya." kata Lia.
"Tamu rutin apa sih, kalian bicara apaan kok aku gak ngerti." kata Eza.
"Gak usah ikut bicara kalo gak ngerti. Kamu mana tahu, kamu kan bukan perempuan." kata Lia.
"Dasar kamu Lia, makin lama makin pedas aja tu mulut ya." kata Eza.
Saat Lia mau menjawab, oma Windi pun bicara.
"Itu Gilang, cucu ku sayang." kata oma.
Saat itu, semua mata tertuju pada seorang laki-laki tampan dengan gaya yang aduhai nya. Tampan sekali laki-laki yang oma Wibdi kata kan itu. Lia pun terpana, sangat tampan anak itu, cocok sama Angel. Kata Lia dalam hati.
"Lia, itu anak kami. Anak yang kamu bilang gak mirip sama aku waktu lahir dulu." kata Eza.
"Iya emang gak mirip kok, sekarang juga gak ada mirip-mirip nya sama kamu. Anak mu jauh tampan dari kamu dulu." kata Lia bercanda.
"Dasar kamu Lia, bikin sebal aja." kata Eza.
"Cocok kan Lia sama gadis cantik kamu yang ada di rumah. Tidak mengecewa kan bukan putra ku." kata Esy.
"Iya, anak mu tampan sekali Esy." kata Lia.
Gilang pun akhir nya sampai di tempat orang orang yang sedang menunggu nya dengan penuh rasa senang.
"Bagai mana perjalan mu sayang ku, gak ada masalah bukan nak." kata oma Windi.
"Iya oma, gak ada masalah kok." kata Gilang sambil memeluk oma.
__ADS_1
"Lang, ini kenal kan teman papa dan mama saat kami remaja dulu." kata Eza.
"Iya, ini tante Lia dan oma Winda. Mereka sudah seperti saudara bagi mama." kata Esy.
"Gilang tante." kata Gilang sambil bersalam dam mencium tangan Lia, kemudian bersalaman dengan oma Winda.
"Sayang, kamu tahu gak. Mereka punya gadis cantik lho, cantik banget. Sayang nya gak ikut kesini." kata oma Windi.
"Mama, nanti malam juga kita akan kesana kok." kata Eza.
Gilang hanya senyum saja dengan apa yang oma nya kata kan. Dia tidak ingin menaggapi apa yang oma kata kan. Karna ia kan sudah punya pacar di Australia. Malahan sudah bosan bermain-main dengan puluhan gadis cantik. Jadi nya, Gilang tidak tertarik sama apa yang oma kata kan.
Bagia nya, gadis di sini tidak sama dengaj gadis di sana. Di sini gadis nya tertutup, tidak terlalu terbuka apa lagi saat berpakaian kan.
....
Mereka pun pulang bersama, saat perjalanan. Lia dan mertua nya memilih langsung pulang saja. Alasan nya karan ingin bersiap untuk nanti malam.
Sedang kan kelurga Esy langsung pulang kerumah. Mereka juga perlu bersiap-siap dan harus bicara sama Gilang dahulu, agar tidak kaget nanti nya.
Sesampai nya di rumah, Esy tidak langsung bicara. Karna ia tahu, Gilang saat ini sedang capek karna perjalanan yang lumayan jauh.
"Yah, lumayan sih pa. Mungkin karna aku baru sampai jadi gak begitu merasa istimewa ya." kata Gilang.
"Kamu hanya perlu beberapa hari di sini, kamu pasti akan nyaman dengan kondisi kota ini." kata Eza.
"Iya pa, tapi aku rasa aku gak bisa lama-lama di sini deh. Aku mau pulang kembali keAustralia." kata Gilang.
"Ini tanah kelahiran mu Lang, kamu pasti suka sama tempat ini. Dan kamu pasti betah jika kita menetap di sini." kata Eza.
"Tapi pa, aku gak mau kita menetap di sini. Kita harus kembali kenegara di mana aku di besar kan." kata Gilang.
"Gak Lang, kamu gak bakalan papa izin kan kembali kesana. Kamu harus menetap di sini, dan menikah dengan gadis pilihan papa di sini." kata Eza.
"Menikah pa?" kata Gilang.
"Apa Gilang gak salah dengar barusan papa bilang menikah." kata Gilang kaget.
"Iya, kamu harus menikah dengan gadis cantik pilihan papa di sini." kata Eza.
__ADS_1
"Tapi pa, papa kan tahu aku sudah punya pacar di sana. Dan gak akan nikah sama siapa pun jika bukan sama Selena." kata Gilang.
"Tidak, oma gak setuju kamu nikah sama gadis yang gak jelas seperti Selena itu." kata oma tiba-tiba ikut bicara.
"Oma, gak boleh gitu dong oma. Gilang kan cinta sama Selena, oma kan baik. Pasti oma izinin kan kalau Gilang nikah nya sama Selena." kata Gilang mujuk oma.
"Gak Gilang, oma gak akan setuju kamu nikah sama Selena yang gak jelas itu. Oma mau kamu nikah dengan gadis pilihan oma." kata oma.
"Tapi oma...." kata Gilang.
"Gilang, papa dan keluarga sudah menjodoh kan kamu sama gadis itu sejak lahir. Jadi papa tidak ingin kamu membantah apa yang papa kata kan." kata Eza.
"Iya, gadis itu sangat baik sayang. Kamu pasti cocok sama dia, karna dia anak nya cantik sekali." kata oma.
"Oma, kok oma sama papa gitu sih sama aku. Kenapa main jodoh-jodohan saja. Emang ini zaman apa sih oma." kata Gilang.
"Gilang, jangan bikin oma kecewa sama kamu ya. Oma cuma punya kamu satu-satu nya sebagai harapan oma. Kamu harus bisa bikin oma bahagia." kata oma.
Gilang terdiam, kata-kata oma adalah bius bagi Gilang. Karna ia tidak akan pernah bisa menolak manusia yang satu ini. Oma adalah orang yang paling ia sayangi.
"Bagai mana sayang, kamu ingin bikin oma bahagia kan." kata oma.
"Tapi Gilang gak cinta sama gadis yang oma sukai itu. Lagian pernah melihat aja ngak oma, bagai mana mau langsung nikah sih" kata Gilang.
"Cinta akan datang dengan sendiri nya Gilang, kamu gak ingin melihat oma bahagia. Oma sudah tua sayang." kata oma.
Gilang menatap wajah oma, wajah yang tidak pernah ingin Gilang lihat sedih. Wajah yang ingin Gilang lihat selalu bahagia.
"Baik lah oma, Gilang akan penuhi apa yang oma mahu. Tapi Gilang punya satu syarat sama oma dan papa." kata Gilang.
"Kata kan apa syarat nya, jika papa bisa. Maka akan papa setujui permintaan mu itu." kata Eza.
"Gilang ingin tinggal di rumah Gilang sendiri saat sudah menikah. Gilang ingin tinggal bersama gadis pilihan oma dan papa di rumah kami sendiri." kata Gilang.
"Baik lah, syarat yang mudah untuk papa penuhi. Kamu bisa pilih rumah yang kamu suka sekarang juga." kata Eza.
"Tidak masalah jika papa yang memilih nya. Gilang tidak masalah di mana letak rumah itu, hanya saja Gilang ingin tinggal berdua saja." kata Gilang.
"Oke, akan papa cari rumah untuk kamu dan Angel nanti. Itu mudah saja, kamu tinggal masuk tidur saja. Papa akan atur semua nya, kamu terima beres saja." kata Eza.
__ADS_1