Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Bikin bubur


__ADS_3

Saat Gilang dan Agus sibuk bicara, Angel pun keluar dari kamar itu bersama suster.


"Sayang, kamu udah baik-baik aja sekarang kan." kata Gilang.


"Apaan sih kamu, aku baik-baik aja." kata Angel.


"Suster, apa istri saya sudah boleh pulang sekarang." kata Gilang tanpa memperduli kan apa yang Angel kata kan.


"Sudah mas, istri mas sudah bisa pulang sekarang."


"Tapi ingat ya mas, harus di jaga dengan baik. Karna ini kehamilan pertama dan masih sangat muda." kata suster itu.


"Baik sus, terima kasih banyak ya." kata Gilang sambil tersenyum.


Ampun deh, kayak nya tu suster klepek-klepek di bikin sama senyum nya Gilang. Karna sejak Gilang senyum pada sister itu, suster tidak menjawab apa pun selain membalas nya dengan senyum kembali.


***


Mereka pun kembali kerumah, sejak di perjalanan. Sampai kerumah, Angel tidak bicara sepatah kata pun. Walau pun Gilang mengajak nya bicara. Tapi tetap saja, Angel hanya diam saja.


Sampai Angel masuk kedalam rumah, dan mau naik tangga pun. Ia masih sama, tidak bicara apa pun.


"Angel tunggu dulu." kata Gilang mencegah langkah istri nya.


Angel tidak menjawab, tapi menghenti kan langkah dan membalik kan badan nya melihat kearah Gilang.


"Apa sebaik nya kamu tidur di ruang tamu aja. Karna kamu gak akan repot naik turun tangga lagi kan." kata Gilang mencoba menawar kan.


"Tidak perlu, aku masih bisa naik turun tangga." kata Angel.


"Bukan masalah bisa atau ngak nya Ngel. Hanya saja biar lebih aman saja kan." kata Gilang.


"Tidak usah, jangan cemas kan aku. Kamu harus cemas kan pacar mu yang juga hamil sekarang kan." kata Angel.

__ADS_1


"Angel, bagai mana pun kamu tidak bisa marah pada ku. Ini adalah anugrah terindah bagi aku." kata Gilang.


"Iya bagi kamu, tapi bagi aku bagai mana." kata Angel dengan marah nya.


"Angel, jangan bicara begitu. Kamu tidak bisa bicara kasar seperti itu. Ini adalah anugrah Angel." kata Gilang dengan nada sedig nya.


"Anak itu tidak salah Angel, kamu tidak boleh marah pada nya. Yang salah itu aku, memaksa kan dan mengambil apa yang tidak ingin kamu beri kan pada ku. Aku minta maaf pada mu, tapi tolong. Jangan marah pada apa yang telah allah beri kan." kata Gilang sangat sedih.


Angel diam, apa yang Gilang kata kan itu memang benar. Dia tidak bisa marah pada anak yang ada dalam kandungan nya. Anak itu tidak salah apa pun, kenapa dia jadi begitu jahat pada anak nya sendiri.


"Sudah lah, aku mau istirahat. Tolong jangan ganggu aku lagi Gilang." kata Angel.


"Ngel, biar kan aku menemani kamu ya. Jangan usir aku, aku mohon pada mu." kata Gilang memelas.


"Terserah kamu saja." kata Angel berlalu begitu saja.


Gilang merasa senang saat mendapat izin untuk merawat Angel. Ia akan menjaga istri dan anak nya, kali ini tak akan ia biar kan Angel merasa sendiri lagi.


"Aku bantu kamu naik keatas." Gilang langsung memapah Angel. Padahal Angel masih kuat untuk berjalan sendiri.


"Aku hanya jaga-jaga saja, jika kamu tidak mau pindah kekamar tamu. Maka aku akan melakukan ini setiap saat." kata Gilang.


"Baik lah, aku akan pindah kamar tamu besok. Puas kamu kan, jangan papah aku lagi." kata Angel mengalah.


Gilang tersenyum, ia bahagia dengan apa yang Angel setujui. Ia berusaha agar istri nya merasa nyaman pada apa yang ia laku kan.


Setelah sampai di kamar, Gilang merapi kan tempat tidur Angel. Membantu istri nya untuk istirahat. Padahal Angel merasa tidak perlu di bantu. Hanya saja, penyakit keras kepala Gilang sudah muncul sekarang.


"Kamu tunggu sebentar ya Ngel, aku akan bikin bubur untuk kamu." kata Gilang.


"Gak perlu Lang, aku gak mau makan bubur." kata Angel mencegah Gilang.


"Tapi kamu belum makan kan Ngel, bagai mana kalau tubuh makin lemah karna gak makan seharian." kata Gilang khawatir.

__ADS_1


"Gak perlu mencemas kan aku, aku akan baik-baik saja." kata Angel.


"Jangan egois dong Angel, kamu sekarang bukan hanya memikir kan kesehatan kamu. Kamu juga harus fikir kan anak kita, kamu harus makan ya agar bisa minum obat nya." kata Gilang menasehati.


"Kamu kok jadi cerewet gini sih Lang, kayak emak-emak aja." kata Angel.


"Aku akan jadi emak-emak jika kamu tidak mau dengar apa yang aku kata kan." kata Gilang.


"Ya udah deh, apa yang mau kamu laku kan. Maka lakukan lah, jangan bikin aku kesal sama kamu." kata Angel.


Gilang senyum, apa yang ia kata kan mau di dengar oleh Angel. Ternyata, berbadan dua bikin istri nya tidak bisa mengeluar kan cakar lagi sekarang.


Gilang pun keluar dari kamar Angel, turun kebawah menuju dapur. Ia berusaha membuat bubur untuk istri nya.


Gilang barusaha sebisa mungkin agar bubur nya jadi. Bik Niah datang kedapur, karna ia mendengar kan bunyi gaduh-gaduh di dapur.


"Den Gilang." kata bik Niah.


Bik Niah sangat kaget sama apa yang ia lihat, dapur nya sangat berantakan. Nama kan juga Gilang tidak pernah menyentuh barang-barang dapur. Apa lagi bikin bubur, bikin mi instan saja tidak pernah dia.


Saat bibik menegur nya, ia kaget bukan main. Kaget di tambah rasa bersalah lagi, karna telah menghancur kan dapur yang semula nya telah rapi. Ia tersenyum kearah bik Niah, dengan wajah yang lumayan hancur.


"Maaf bik, aku gak sengaja menghancur kan dapur." kata Gilang sambil senyum terpaksa nya.


"Emang nya apa yang den Gilang lakukan sih den, sampai dapur bisa berantakan seperti ini." kata bibik.


"Aku ingin bikin bubur bik, tapi gak tahu cara nya. Aku malah buka tepung, dan barang-barang yang gak perlu." kata Gilang.


Sebenar nya bibik ingin sekali tertawa melihat majikan nya yang lucu. Gilang bukan hanya menumpah kan tepung, juga menumpah kan air dan beras.


"Maaf bik, aku akan beres kan lagi nanti nya ya." kata Gilang.


"Gak papa den, biar saja bibik yang bersih kan nanti. Dan biar bibik saja yang bikin bubur nya." kata bibik.

__ADS_1


"Makasih bik, aku minta maaf sekali lagi ya. Udah bikin bibik repon malam-malam begini." kata Gilang.


"Tapi untuk bubur nya, biar aku aja yang bikin nya bik. Bibik ajari saja, bagai mana cara bikin nya ya." kata Gilang.


__ADS_2