Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Bahagia


__ADS_3

Gilang pun menghidup kan mesin mobil nya, dengan perasaan senang dan lega, ia menuju jalan pulang kerumah.


Sedang kan di rumah, mama Lia baru saja sampai. Berbarengan dengan mama Esy yang terjebak macet di jalanan, dab baru bisa sampai kerumah anak nya setelah lama di jalanan.


"Huh, akhir nya sampai juga aku kerumah Gilang." kata Esy.


"Kamu gak capek ya Sy, dari tadu ngomel mulu deh kayak nya." kata Eza.


Lia buru-buru turun dari mobil nya, ia masih sangat penasaran kenapa Esy menyuruh nya datang kerumah Angel. Padahal kayak nya, tidak terjadi apa pun di rumah anak mereka.


"Kamu juga baru sampai ya Esy." kata Lia sambil berjalan mendekat.


"Iya, aku baru saja sampai. Macet lama banget, kalau aku kaya aku beli pesawat aja biar gak kena macet. Tahu gak kamu, bosan aku sama jalanan yang macet ini." kata Esy masih saja ngomel.


"Kamu tahu gak Lia, ini Esy dari tadi ngomel gak tau berhenti. Aku capek dengar nya, gak ada titik koma nya tahu gak." kata Eza.


"Tahu capek juga kamu sama istri mu Za, apa ada niat mau cari yang baru kamu sekarang." kata Lia asal.


"Berani cari lagi, aku masuk tong sampah kamu Za." kata Esy dengan mata melotot nya.


"Dasar itu mulut ya, gak pernah mau ngomong baik-baik dari dulu sampai sekarang. Bikin hati sakit mulu deh kayak nya." kata Eza.


"Gak kok sayang, aku sayang banget sama kamu. Mana mungkin mau cari yang lain, kalau ada yang mau sih gak papa juga." kata Eza sambil tersenyum.


Mendengar itu, Esy memukul-mukul pantat suami nya. Berani banget Eza bicara begitu di depan nya. Sedang kan dua oma hanya jadi penonton saja, sambil tertawa melihat tingkah Eza dan Esy, yang kayak anak muda.


Angel keluar bersama bibik, karna penasaran suara gaduh-gaduh di depan rumah nya.


"Ada apa ini ma?" tanya Angel saat melihat mama dan oma nya. Juga lengkap sama, keluarga mertua nya.


"Eh sayang, apa kabar kamu nak. Kamu baik-baik aja kan." kata Lia.

__ADS_1


Saat mendengar suara Lia bicara sama Angel. Esy dan Eza menghenti kan pertengkaran gurauan mereka. Mereka berdua pun menghampiri menantu nya.


"Aku baik-baik aja kok ma, kenapa kalian gak masuk langsung aja sih." kata Angel.


"Tunggu sayang, mama kesini itu karna mama Esy mu. Ia bilang suruh datang kerumah kamu." kata Lia pada anak nya.


Angel terlihat bingung dengan apa yang mama kata kan. Karna setahu Angel, dia tidak pernah meminta mama nya datang. Jadi kenapa mama Esy minta mama nya datang.


"Gak usah bingung nak, emang mama yang minta mama mu datang. Karna mama ingin mengabar kan pada mu berita bahagia." kata Esy.


"Maksud mama?" kata Angel masih tak mengerti.


"Iya, kamu belum bicara sama mama kamu. Kalau kamu sedang hamil sekarang." kata Esy.


"Apa?"


"Yang benar saja kamu Esy, jangan main-main sama aku." kata Lia tak percaya.


"E, sebaik nya kita masuk aja ya mama-mama. Ayo oma, masuk kedalam aja deh." kata Angek tidak enak hati.


"Gak, kamu bilang dulu sama mama apa yang mama Esy kata kan itu benar atau tidak nya. Mama gak mau masuk sebeluk kamu jawab." kata mama Lia.


Angel terlihat menatap mama nya, kemudian menatam mama Esy yang senyum kearah nya.


"Iya ma, Angel memang sedang hamil sekarang." kata Angel dengan suara yang sangat kecil hampir tidak terdengar..


"Apa?" sekali lagi Lia di bikin kaget, Lia juga terkadang sangat heboh.


"Aku kan sudah bilang, aku mau kasih tahu berita pada mu. Ini berita bahagia kan." kata Esy.


"Sayang, oma tidak percaya dengan apa yang oma dengar ini. Opa dan papa mu pasti akan sangat bahagia." kata oma yang tiba-tiba memeluk Angel.

__ADS_1


"Udah dong Winda, kamu egois sekali sih. Itu kan cucu ku juga, gantian meluk dong." kata oma Windi merasa iri.


Karna kan oma Windi yang tahu kabar nya duluan malah tidak bisa meluk duluan.


Kalian sangat bahagia ternyata saat mendengar tentang kehamilan ku. Tapi aku sedang sangat takut sekarang. Aku tidak ingin anak ku lahir tanpa ayah, tapi aku juga tidak mau anak ku berbagi ayah dengan orang lain. Walau pun terkesan nya sangat egois. Kata Angel dalam hati dengan di iringi wajah cemas nya.


Mobil Gilang pun memasuki halaman rumah. Di sana, kedua keluarga masih berada di luar rumah. Sambil tertawa bahagia, mereka berbicara dan bercanda ria.


"Kok gak masuk kedalam sih, kenapa malah berdiri di luar." kata Gilang langsung bicara saat baru saja turun dari mobil.


"Eh, Gilang. Dari mana saja sih kamu nak, kok keluyuran aja kamu." kata oma Winda. Karna gak tahu kalau Gilang baru saja dari rumah sakit.


"Maaf oma, dari rumah sakit tadi. Ambil obat untuk Angel." kata Gilang menjelas kan.


"Oh maaf ya nak, oma kira kamu jalan-jalan keluyuran." kata oma.


"Ayo oma, mama. Kita masuk kedalam, gak enak lama-lama di luar sini. Di dalam bisa duduk-duduk kan." kata Gilang.


"Anak kurang ajar kamu ya, papa gak di ajak masuk. Cuma ajak oma dan mama saja." kata Eza.


"Ya ampun pa, masa harus sebut semua nya sih. Aku kan gak sempat sebut papa nya tadi. Ayo pa masuk, gak usah merajuk." kata Gilang.


"Nah gitu dong, ajak papa juga. Kan jadi enak papa nya mau masuk kedalam rumah kamu." kata papa.


"Gak usah terlalu manja deh, gak bosen di manja dari kecil." kata oma.


Mereka pun masuk rumah dengan membawa kebahagiaan. Tidak ada kata lain bagi mereka, selain kata bahagia. Karna ada banyak anugrah saat itu yang mereka rasa kan. Yang pertama, Gilang dan Angel tidak jadi pisah. Dan yang kedua, hal yang tidak pernah mereka bayang kan ternyata bisa terwujud.


Gilang dan Angel menikah tanpa cinta, malahan karna terpaksa. Maka nya, mereka tidak mau mengata kan jika mereka ingin cucu dari anak mereka. Hanya saja, mereka selalu berdoa agar Angel dan Gilang bisa saling jatuh cinta.


Ternyata, doa itu allah kabul kan, bahkan di beri kan anugrah yang terindah lagi saat ini. Dengan di hadir kan janin yang bisa menahan perpisahan Angel dan Gilang.

__ADS_1


__ADS_2