Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Keluarga Wirako


__ADS_3

Pintu kamar Angel di ketuk oleh seseorang dari luar sana. Cepat-cepat Angel menyimpan foto Rafi yang sedang ia tatap tadi.


"Tunggu sebentar." kata Angel.


Angel bangun dari duduk dan berjalan menuju pintu. Membuka pintu dengan pelan, ternyata mama yang mengetuk pintu itu.


"Mama." kata Angel.


"Kenapa kamu nangis Angel?" tanya mama.


Mama tahu Angel baru saja nangis, karna mata bengkak dan merah itu tidak bisa Angel sembunyi kan. Apa lagi mama adalah orang yang paling peka pada anak nya.


"Gak nangis kok ma, lagi kelilipan tadi nih." kata Angel bohong.


"Jangan bohong sama mama, sejak kapan kamu bisa bohong." kata Lia.


"Gak bohong kok ma, ini benar kelilipan kok." kata Angel.


"Udah pulang tamu nya ma?" kata Angel lagi mengalih kan pembicaraan.


"Udah kok, baru aja pulang." kata Lia.


"Kamu kok gak sopan banget sih Ngel hari ini. Mama kan gak ajarin kamu kayak gitu." kata Lia.


"Udah sayang, kamu jangan terlalu keras lah sama Angel." kata Arka baru saja masuk langsung ikut bicara.


"Maaf ma, pa. Angel gak masuk gak sopan kok sama tamu kita." kata Angel sambil menunduk kan kepala nya.


"Gak papa sayang, papa tahu kok kamu gak kuat ada di sana kan." kata Arka.


"Jangan terlalu di manja kan lah pa anak kita ini. Kamu kan tahu hasil nya jika terlalu memanja kan anak." kata Lia.

__ADS_1


"Sayang, kamu lihat kan mata Angel merah. Lebih baik dia di kamar kan dari pada anak kita nangis di luar tadi. Apa kata Esy dan Eza jika lihat Angel nangis." kata Arka.


Lia baru sadar, apa yang suami nya kata kan itu adalah benar. Karna jika Angel menolak di depan secara terang-terangan itu akan lebih memalu kan lagi.


"Angel, papa tahu kamu kaget dengan apa yang kami bicara kan. Tapi mau tidak mau, kamu harus melaku kan apa yang telah menjadi janji kami dulu nak." kata Arka.


"Kenapa mama dan papa tidak tanya kan pendapat Angel pa, yang akan menjalan kan hidup nanti kan Angel." kata Angel.


"Angel, bagai mana pun kamu tidak bisa bertanya pada mu. Karna saat itu kamu baru saja lahir, bagai mana bisa kamu menjawab apa yang kami tanya kan." kata Lia.


"Tapi kenapa harus di jodoh kan saat lahir ma, bukan kah kalian tidak akan tahu bagai mana jalan hidul Angel setelah dewasa." kata Angel.


"Angel, kami minta maaf ya nak sama kamu. Tapi kamu tidak punya pilihan lain selain menerima." kata papa.


"Kenapa tidak punya pilihan lain pa, bukan kah masih bisa di batal kan." kata Angel.


"Tidak Angel, tidak semudah itu. Kamu pikir mudah main batal-batal kan saja, kamu lihat mereka pulang saat yang tepat persis yang kami janji kan." kata Lia.


"Sayang, maaf kan papa ya. Kamu tidak punya pilihan lain selain terima saja, apa pun sifat Gilang, dan bagai mana pun bentuk nya Gilang. Kamu hanya bisa terima saja nak, tak ada yang bisa kamu laku kan selain menerima." kata papa.


"Tapi kenapa begitu pa, kenapa tidak bisa menolak. Angel juga punya pilihan untuk hidup Angel kedepan nya." kata Angel.


"Angel, tidak ada yang bisa kamu pilih. Hanya dengan menikah dengan anak dari Esy dan Eza lah yang bisa kamu laku kan." kata Lia.


"Aku sudah punya pilihan sendiri ma, aku sudah punya pacar yang akan aku jadi kan suami nanti nya." kata Angel.


"Tidak, batal kan apa yang menjadi pilihan mu. Bukan kami telah melarang kamu untuk pacaran Angel, kenapa kamu jadi anak pembangkang seperti ini." kata Lia.


"Ma, Angel tidak pembangkang. Angel hanya ingin hidup bahagia dengan cinta yang Angel pilih. Rafi anak nya baik dan sopan kok ma, pa, tidak ada yang kurang dari dia." kata Angel.


"Oh, jadi Rafi nama anak yang bikin kamu jadi pembangkang sekarang ya. Mama tidak mau dengar apa pun alasan kamu Angel, kamu hanya bisa menikah dengan Gilang." kata Lia.

__ADS_1


"Kenapa ma, selama ini Angel kan sudah jadi anak yang penurut sama seperti yang mama dan papa ingin kan. Masalah satu ini, Angel mohon sama mama dan papa, biar kan Angel mengikuti kata hati Angel sendiri." kata Angel.


"Tidak bisa sayang, kamu anak papa satu-satu nya. Jika bukan kamu siapa lagi akan bersatu dengan keluarga Wirako nak." kata Arka.


"Maksud papa apa?" kata Angel.


"Angel, kamu ingat kan sama apa yang rutin kita laku kan setiap tahun nya." kata Arka.


Angel mengangguk kan kepala nya, sedang kan Lia sekarang hanya diam saja. Karna ia akan emosi saat bicara dengan Angel.


"Kamu juga tahu kan, kita tidak pernah lupa untuk ziarah kemkam itu selama kamu kecil hingga dewasa seperti saat ini." kata Arka.


Angel tidak menjawab apa pun yang papa nya kata kan. Karna benar apa yang papa kata kan. Setiap tahun, di tanggal dan bulan yang sama, mereka sekeluarga akan ziarah kemakan yang bertulis kan nama Intan Wiroko.


"Kamu juga ingat sama pesan papa kan, kalau makan itu adalah bukti dari cinta tak selama nya harus memiliki kan Angel." kata Arka.


Angel mengangguk, tidak bisa ia lupa kan. Karna setiap kesana, papa akan bilang kata-kata yang sama setiap kali nya.


"Angel ingat sama semua nya pa." kata Angel.


"Bagus sayang jika kamu ingat, di sana kamu juga tidak lupa kan sama nama yang jelas tertulis di batu itu." kata Arka.


"Ingat pa, itu kan makan tante Intan. Yang nama lengakap nya adalah Intan Wirako." kata Angel.


"Iya, Wirako adalah nama belakang nya Intan. Dan yang baru datang tadi itu adalah keluarga Wirako." kata Arka.


Angel terlihat kaget dengan apa yang papa nya kata kan. Ia tidak menyangka jika yang tadi itu keluarga Wirako yang selama ini tidak ada di negara kelahiran nya.


"Keluarga Wirako papa." kata Angel.


"Iya Ngel, itu adalah keluarga Wirako. Dan yang kamu panggil oma Windi itu adalah mama kandung dari orang yang bernama Intan, yang setiap tahun kita kunjungi makam nya." kata Arka.

__ADS_1


Angel terlihat berpikir, sejak pertama bertemu dengan oma yang ia selamat kan itu. Pantas saja, oma itu memanggil aku dengan nama Intan saat pertama bertemu. Kata Angel dalam hati.


__ADS_2