Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Resepsi Rafi


__ADS_3

Akhir nya, dapat juga rambutan yang Angel idam kan. Gilang pun pamit pulang setelah rambutan yang ia cari-cari dengan susah payah ketemu.


Sedang kan Rafi, ia tidak pulang. Ia masih berada di rumah Manja tunangan nya. Karna Rafi belum mau pulang, maka nya Gilang pulang duluan saja dan meninggal kan Rafi di sana.


****


Gilang pun sampai di rumah nya dengan seikat buah rambutan. Untung saja ia mendapat kan buah itu. Kalau tidak, tidak tahu bagai mana wajah istri nya saat ia pulang. Karna Angel sudah tidak sabar lagi menunggu Gilang pulang.


Tapi yang paling tidak enak nya itu adalah, buah rambutan nya dapat seikat dan mencari nya sudah payah. Tapi satu pun gak habis di makan Angel. Dia cuma makan satu gigitan sudah merasa tidak mahu lagi.


Gilang hanya bisa melepas nafas berat nya, yang di barengi sama senyuman oleh bibik.


Lalu bibik bilang, orang yang lagi ngidam gak perlu banyak-banyak, orang yang lagi ngidam hanya perlu ada aja udah. Walau pun cuma satu bijik, yang panting dapat apa yang ia mau.


Mendengar penjelasan bibik, Gilang pun hanya bisa melepas nafas berat lagi. Karna mungkin saja, ini hal pertama yang Angel idam kan. Pasti ada yang kedua dan seterus nya lagi.


****


1 bulan kemudian.


"Sayang ayo cepat, kamu udah menghabis kan waktu satu jam buat berdandan saja tahu gak." kata Gilang dari luar.


"Sabar lah ya, aku masih butuh merias diri lagi nih." kata Angel dari dalam kamar.


"Sayang jangan terlalu lama, nanti acara nya berakhir baru kita sampai." kata Gilang.


Angel tidak menjawab, ia langsung saja keluar dari kamar. Hari ini mereka akan menghadiri acara pernikah Rafi. Iya, Rafi menikah hari ini dengan gadis yang bernama Manja.


Gadis yang awal nya memang lah mantan Rafi waktu smp dulu. Akhir nya bersatu lagi, karna sudah jodoh nya.


Gilang menatap istri nya dengan mata yang tidak berkedip sama sekali. Angel merasa aneh saat di tatap oleh suami nya.


"Ada yang aneh ya, aku ganti baju lagi lah kalo gitu." kata Angel berbalik badan mau masuk kekamar kembali.


"Eitc, tidak-tidak. Kamu cantik kok, gak perlu di ganti lagi baju nya. Dan kamu kan gak perlu terlalu cantik di depan orang lain, kan kamu udah punya aku." kata Gilang.

__ADS_1


"Kamu yakin, aku gak malu-maluin kamu nanti nya." kata Angel.


Gilang menggeleng kan kepala nya, menjawab apa yang Angel kata kan. Sejak usia kandungan nya menggijak tiga bulan. Istri nya ini makin peduli saja dengan penampilan. Ntah apa yang ada dalam fikiran Angel, namun Gilang berusaha memaklumi nya.


Karan, bagi Gilang. Apa pun bentuj tubuh Angel. Itu tidak ada beda nya di hati Gilang, di akan tetap jadi gadis cantik selama nya.


Ini lah contoh buaya darat yang sudah taubat kali ya.


***


Mereka pun sampai di tempat acara pernikahan Rafi dan Manja. Di sana sudah ada teman-teman kuliah nya Rafi, sekaligus teman guru tk nya Manja. Iya Manja adalah seorang guru di sebuah taman kanak-kanak.


Ratih, Barong dan juga Mela juga sudah ada di sana. Sudah duduk manis pula lagi, ketiga sahabat itu.


"Ya ampun, cantik banget kamu hari ini Angel." kata Ratih.


"Makasih banyak deh ya, kalian udah lama nyampai nya." kata Angel.


"Udah dari kemaren buk, udah makan dan udah mau pulang pula lagi kita nya." kata Barong.


"Ya ampun, bearti aku yang telat datang nya ya." kata Angel.


"Gimana gak telat coba, dandan aja hampir satu jam. Itu hanya untuk dandan ya, belum pilih baju lagi." kata Gilang.


"Gilang." kata Angel sambil melotot.


"Ngak kok, aku hanya bicara orang yang di sana." kata Gilang.


"Ternyata kamu takut istri juga ya Lang. Aku pikir kamu gak ikut-ikutan dalam ikatan suami takut istri." kata Barong sambil tertawa.


"Alah, kayak kamu ngak aja deh Barong. Kamu belum nikah aja udah takut banget sama Mela. Gimana nanti kalau udah nikah nya." kata Ratih pada Barong.


"Wah, mau ngomongin orang gak lihat diri dulu ya ternyata." kata Gilang.


"Apaan sij, kalian kok kayak nya yang paling berisik di sini." kata Rafi tiba-tiba menghampiri teman-teman nya.

__ADS_1


"Cie... Yang hari ini jadi raja, eh malah turun dari tahta." kata Mela.


"Selamat buat kamu ya Raf, aku doa kan kamu bahagia sama istri mu." kata Angel.


"Makasih Ngel, kalian semua juga harus bahagia ya." kata Rafi.


Bohong kalau hati Angel tidak merasa kan apa pun. Datang di pesta pernikahan Rafi mantan nya bikin hati agak merasa tidak enak juga. Walau pun ia sudah menikah dan sedang hamil, tapi rasa nya tetap saja aneh.


Walau pun, tidak ada cinta lagi buat Rafi. Tapi bagai mana pun. Apa yang telah di lewati dulu nya akan tetap ada bekas nya di hati.


Setelah bersalam-salaman dengan pengantin, mereka pun sama-sama meninggal kan tempat acara resepsi.


"Kamu kapan nyusul Rafi, Rong." kata Gilang.


"Aku masih harus berjuang sedikit lagi Lang. Karna orang yang mau aku hadapi ini kan gak mudah untuk di lawan." kata Barong.


"Alah, kamu aja yang belum siapa. Papa udah kasih restu pun sama kamu." kata Mela.


"Cie, cie, cie, ada yang gak sabaran nih kayak nya." kata Ratih.


"Emang kamu gak niat mau kayak Rafi juga Tih." kata Angel.


Ratih tiba-tiba diam, ia tahu kalau cinta nya ini sangat sulit. Ia mencinta tanpa tahu orang yang ia cintai.


"Udah, gak usah murung. Kita punya kejutan juga kok buat kamu." kata Gilang.


"Kejutan buat aku, apaan sih kejutan nya." kata Ratih.


"Udah ikut aja, ayo masuk mobil aku aja deh." kata Angel.


"Kalian berdua ikut juga ya, kalian kan tahu kalau hari ini Ratih ulang tahun kan." kata Angel pada dua sahabat nya.


"Iya, kita ingat kok. Dan kita juga udah siapin kejutan buat anak ini." kata Barong.


Akhir nya, dengan hati yang penasaran. Ratih ikut masul kedalam mobil Gilang. Sedang kan Mela dan Barong, ia naik mobil lain.

__ADS_1


Sebelum itu, mata Ratih di tutup sama kain hitam. Agar menjadi kejutan saat sampai di tempat acara nanti.


Setelah beberapa saat berjalan, mobil pun berhenti. Tanpa Ratih tahu di mana tempat nya. Tapi, ia hanya bisa mengikuti apa yang teman-teman nya laku kan pada nya.


__ADS_2