Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Rambutan


__ADS_3

Angel menatap tajam kearah Gilang yang masih merasa sangat bingung.


"Lang, aku mau rambutan sekarang. Ayo lah, cari kan sekarang juga." kata Angel memaksa.


"Ok ok, baik lah. Aku akan cari kan sekarang juga apa yang kamu mau. Tapi kamu harus habis kan makanan mu, dan minum obat nya nanti jangan lupa." kata Gilang.


"Oke, jangan lama-lama ya." kata Angel dengan bahagia nya.


"Iya gak lama kalo cepat ketemu, kamu sabar aja ya." kata Gilang.


Mau tidak mau, akhir nya Gilang keluar untuk mencari kan rambutan. Rasa nya sangat mustahil untuk mendapat kan buah itu saat tidak musim nya.


****


Rasa nya sudah capek Gilang berkeliling pasar, namun belum juga menemu kan buah yang ia cari kan.


Ia juga sudah menelfon mama dan papa nya. Juga mama mertua dan, papa mertua nya. Ia berharap mereka bisa membantu mendapat kan apa yang ia cari. Karna Gilang sudah merasa sangat lelah mencari. Namun tidak juga ia temui.


Gilang memutus kan untuk berhenti di taman tak jauh dari rumah sakit. Karna ia merasa sangat lelah, maka ia memilih istirahat di taman itu sejenak.


Kebetulan di sana, Rafi juga sedang istirahat. Akhir nya, Gilang melihat dan menghampiri Rafi.


"Hei Raf, kamu lagi apa di sini." kata Gilang.


"Eh, kamu Lang. Aku lagi nungguin Manja nih." kata Rafi.


"Manja? Siapa Manja Raf?" kata Gialng dengan penasaran.


"Oh iya, aku lupa. Manja itu adalah tunagan ku, yang aku bilang waktu itu pada mu." kata Rafi.


"Oh, jadi nama tunangan mu Manja Raf, jangan lupa undangan nya nanti ya." kata Gilang.


"Pasti, aku pasti akan undang kalian kok. Tunggu saja bulan depan ya." kata Rafi dengan bahagai.

__ADS_1


"Wah, acara nya bulan depan ya, gak lama lagi dong." kata Gilang.


"Iya, gak lama lagi. Tapi masih berasa lama di aku nya. Karna aku yang nunggu kan, jelas aku merasa sangat lama lah." kata Rafi.


"Dasar gak sabaran kamu Raf." kata Gilang.


"Oh ya, kamu dari mana sih. Kok kayak nya capek banget kamu aku lihat." kata Rafi.


"Iya nih, aku baru saja dari pasar. Udah mutar-mutar keliling pasar, dan di mana pun ada tempat jual buah tapi gak aku temu kan juga apa yang aku cari." kata Gilang panjang lebar namun tidak menyebut kan nama buah yang ia cari.


"Emang nya, apa sih yang kamu cari harus mutar-mutar segala." kata Rafi.


"Aku sedang nyari rambutan, kamu tahu kan ini bukan musim nya. Namun Angel mau nya buah rambutan juga." kata Gilang putus asa.


Rafi tertawa sama apa yang Gilang kata kan. Bukan nya tertawa atas penderitaan orang. Tapi Rafi tertawa karna wajah putus asa yang Gilang tunjuk kan itu.


"Lho kok kamu malah ketawa sih Raf, senang banget kamu lihat aku kayak gini ya." kata Gilang.


"Gak kok, aku gak ketawain kamu karna di siksa sama Angel. Aku ketawain kamu karna wajah putus asa mu itu lho Lang. Sangat menyedih kan sekali." kata Rafi.


"Lama-lama kamu sangat mirip sama istri mu. Suka nya ngambek melulu deh." kata Rafi.


"Oh ya, kamu cari rambutan tadi kan." kata Rafi lagi.


"Iya, aku cari rambutan. Angel maksa aku harus dapat cari rambutan nya. Kan kamu juga tahu, ini gak musim nya rambutan berbuah kan." kata Gilang.


"Emang rambutan nunggu musim nya ya." kata Rafi.


"ya iya lah, kalo gak nunggu musim pasti sudah ada sekarang kan. Gak perlu aku keliling kota ini kan." kata Gilang.


"Iya deh iya, gak perlu ngegas juga kamu nya sama aku. Dan aku punya kabar bahagia untuk mu Lang. Kebetulan di rumah Manja ada batang rambutan, dan pas banget saat ini rambutan nya berbuah. Walau pun gak banyak sih." kata Rafi.


Saat mendengar kan apa yang Rafi kata kan. Wajah Gilang seketika menunjuk kan semangat kehidupan. Tapi semangat itu tiba-tiba hilang, karna bayangan Rafi membohongi nya.

__ADS_1


"Kamu gak lagi ngerjain aku kan Raf, gak bohong kan sama aku. Ini aku udah senang banget nih." kaya Gilang.


"Ya allah, apa aku ada tampang tukang bohong apa. Kamu gak lihat wajah tampan gini, mana ada wajah tukang bohong nya di wajah ku." kata Rafi kesal.


"Iya maaf, aku kan gak yakin sama apa yang kamu kata kan. Karna ini kan gak musim nya rambutan. Kok bisa gitu kan, rambutan rumah tunangan mu malah berbuah." kata Gilang dengan nada tak percaya nya.


"Ya karna rambutan rumah ku memang gak sama sama rambutan rumah orang lain. Karna rambutan cangkok yang pakai pupuk sendiri, jadi dia gak ikut musim nya." kata suara oerempuan yang tiba-tiba saja ikut ngobrol tanpa di undang.


Sontak saja, Gilang kaget sama suara perempuan yang tidak tahu siapa itu. Perempuan itu tiba-tiba saja mencampuri obrolan Gilang dan Rafi.


"Nah Lang, kenalin. Ini tunangan aku, nama nya Manja." kata Rafi.


Ternyata, perempuan itu adalah Manja tunangan nya Rafi. Gadis itu berhijab lengkap dan terlihat sangat ayu. Tapi, walau pun begitu. Gilang tidak tergoda lagi sekarang, saat melihat wanita lain, yang ada dalam bayangan nya hanya lah istri nya yang juga sangat cantik.


"Aku Gilang, sahabat nya Rafi." kata Gilang.


"Manja, tunangan Rafi." kata Manja dengan lembut nya.


"Aku dengar kalian menyebut kan soal rambutan di rumah aku deh tadi kayak nya." kata Manja.


"Iya Nja, ini Gilang lagi bingung nyari rambutan untuk istri nya yang lagi ngidam. Ini kan gak musim nya buah berambut itu, maka nya ni orang pusing nyari tu buah." kata Rafi menjelas kan.


"Oh, ya udah kalo gitu datang kerumah aku aja lah. Walau pun tinggal gak banyak, untuk melepas niat ibu hamil bisa lah." kata Manja ramah.


Ternyata, Manja tunangan nya Rafi itu ramah dan baik. Ia bukan hanya cantik wajah nya, tapi juga cantik hati dan budi nya.


"Ya udah kalo gitu, sekarang aja deh kita berangkat nya." kata Gilang tak sabar lagi.


"Aduh, gak sabaran banget kamu Lang." kata Rafi.


"Habis, nunggu apa lagi sih kalo gak berangkat nya sekarang. Kan aku gak enak sama Angel yang nunggu nya lama banget." kata Gilang.


"Iya deh, ayo berangkat sekarang. Kamu bawa mobil kan, kami nebeng mobil mu aja lah." kata Rafi.

__ADS_1


"Ya udah deh, ayo berangkat sekarang aja." kata Gilang.


__ADS_2