
Ketika Gilang kembali lagi keruang tamu, bukan hanya Angel yang tidak ada di sana. Jus naga milik nya juga hilang. Gilang senyum, dasar kamu Ngel. Kata Gilang dalam hati.
****
Besok nya, pagi-pagi sekali Selena datang kembali kerumah itu. Rumah Angel dan Gilang, Selena datang dengan wajah murung dan sedih nya.
Saat itu, Angel sedang ada di taman bersama Gilang. Mereka membersih kan taman samping rumah.
Selena langsung menghampiri Gilang yang berada di taman. Ia terlihat menagis, sambil membawa selembar kertas di tangan nya.
"Gilang." kata Selena sambil menghampiri Gilang lalu memeluk nya.
"Apaan sih kamu." kata Gilang melepas kan pelukan Selena.
"Gilang, aku tidak mau tahu. Kamu harus tangung jawab pada apa yang kamu laku kan." kata Selena.
"Tangung jawab apa sih, aku gak ngerti deh sama apa yang kamu kata kan." kata Gilang.
"Siapa sih Lang, berisik aja deh." kata Angel baru datang dari belakang rumah.
Angel kaget sama apa yang ia lihat, Selena terus saja memeluk Gilang walau Gilang berusaha melepas kan pelukan nya.
"Kamu tahu gak, aku hamil sekarang. Kamu harus tangung jawab pada ku Gilang." kata Selena.
"Apa?" Angel sangat kaget sampai-sampai pot bunga yang berisi kan tanah itu terlepas dari tangan nya.
"Angel." kata Gilang ikut kaget.
Gilang bukan nya ngurus Selena, ia malah mengejar Angel yang ingin masuk kedalam rumah saat mendengar kan apa yang Selena kata kan.
__ADS_1
"Ngel, itu belum tentu benar lho. Kamu jangan main percaya aja sama apa yang Selena kata kan." kata Gilang sambil menangkap tangan Angel.
"Aku tidak perduli sama urusan kalian Gilang, aku tidak perduli. Mau pacar mu bohong atau tidak, itu bukan urusan ku." kata Angel sambil melepas kan tangan Gilang yang memegang tangan nya.
"Kenapa kamu lari jika kamu tidak perduli, kenapa kamu menghindar jika kamu tak perduli sama aku." kata Gilang.
"Aku hanya tidak ingin ikut campur masalah pribadi mu. Yang tidak ada urusan nya dengan aku." kata Angel.
"Dan satu lagi, aku ingin kita pisah saja. Kamu nikah kan pacar mu yang sedang hamil itu." kata Angel.
Gilang sangat kaget sama apa yang Angel ucap kan. Gampang sekali istri nya mengata kan hal itu. Gampang sekali Angel bilang pisah saja, dan menyuruh menikah sama Selena.
Dulu memang ia ingin menikah sama Selena, tapi sekarang tidak lagi. Karna tidak ada Selena dalam hati Gilang lagi. Sekarang sudah ada Angel di sana, menempati seluruh hati nya.
"Kamu keterlaluan Angel, kamu sangat keterlaluan." kata Gilang sambil melepas kan tangan Angel dan meninggal kan nya.
Sedang kan di sana, di taman. Selena tersenyum bahagia atas apa yang terjadi. Apa yang ia lihat saat ini sangat membuat hati nya bahagia.
Gilang menghampiri Selena dengan amarah nya yang tidak terkendali. Ia sangat marah dan kesal saat ini. Apa yang Angel kata kan bukan hal yang ingin ia dengar.
"Puas kamu, puas kamu sekarang. Asal kamu tahu, walau pun kamu hamil aku tidak akan menikahi mu. Sampai kapan pun, aku tidak mau sama kamu Selena." kata Gilang.
"Kamu tidak bisa lari dari tangung jawab gitu dong Gilang. Aku hamil anak kamj tahu gak, kamu tidak bisa meninggal kan aku seperti ini." kata Selena.
"Bohong kamu Selena, kamu tidak hamil kan. Kamu sangat bohong sama aku. Aku muak sama apa yang kamu laku kan selama ini." kata Gilang.
"Ini kamu lihat surat ini, ini surat dari rumah sakit yang ingin aku kasih kan pada mu kemarin. Kamu baca dan lihat baik-baik apa aku bohong atau tidak." kata Selena.
Gilang mengambil dan melihat surat dari rumah sakit itu. Ia lalu merobek kertas itu sehancur-hancur nya.
__ADS_1
"Pergi kamu sekarang, pergi aku bilang." kata Gilang dengan nada tinggi nya.
Mau tidak mau Selena harus pergi dari rumah Gilang. Ia tidak mau jadi santapan singa yang sedang marah itu. Walau pun ia pergi dengan terpaksa, namun hati nya sangat bahagia karna berhasil membuat Gilang hancur.
Sedang kan Angel, ia sedang menangis di pintu kamar nya. Ia sangat kecewa sama apa yang Gilang laku kan. Gilang bukan hanya menghianati nya, melain kan membuat hamil gadis lain.
"Kamu yang keterlaluan Gilang, bukan aku. Kamu yang sangat keterlaluan, kamu, kamu. Aku benci kamu, kamu udah bikin hati aku sakit." kata Angel.
Angel masih menagis, rasa nya terlalu sakit. Mungkin berpisah dengan Gilang dan merela kan Gilang menikah sama pacar nya adalah jalan yang terbaik bagi Angel.
Apa lagi jika nanti terbukti, jika pacar nya Gilang benar-benar hamil. Angel tidak bisa memikir kan, bagai mana nanti jika anak itu lahir tanpa ayah.
Dalam memikir kan itu, hati nya sakit. Sebagian hati nya takut untuk kehilangan Gilang. Karna ia sudah merasa membutuh kan Gilang saat ini.
***
Sedang kan Gilang, ia sedang ngamuk di kamar. Ia bongkar semua yang ada di atas kasur nya. Batal dan seprei berserakan di lantai.
Hati nya kacau, sangat kacau saat ini. Ia tidak ingin Angel meninggal kan nya. Gilang sudah sangat cinta pada gadis yang menjadi istri nya. Bagai mana mungkin ia bisa melepas kan Angel begitu saja.
"Aku yakin, Selena tidak hamil. Mana mungkin gadis itu bisa hamil sekarang. Sedang kan aku tidak pernah menyentuh nya sejak ia datang kesini. Itu tidak masul akal, sangat tidak masuk akal." kata Gilang marah.
Gilang tertunduk, ia memikir kan bagai mana cara agar bisa membukti kan kalau Selena tidak hamil. Tapi surat dari rumah sakit itu nyata, surat itu mengata kan, kalau Selena telah hamil selama dua bulan.
Gilang berfikir keras, bagai mana bisa Selena punya surat dari rumah sakit jika ia tidak hamil. Apa kah Selena benar-benar hamil, tapi bagai mana dengan Angel kalau benar-benar Selena hamil.
"Ahhhhh...." kata Gilang sambil memukul pintu kamar nya.
"Sial, awas saja jika kamu bohong pada ku." kata Gilang lagi.
__ADS_1
Berkali-kali pintu kamar ia pukul, tangan nya kini berdarah karna pukulan demi pukulan yang sangat keras. Gilang tidak menghirau kan tangan nya yang sudah tergores dan remuk.
"Tidak, aku tidak ingin pisah dari Angel. Dia istri sah ku, bagai mana dia mau pisah dengan aku." kata Gilang masih bicara sendiri.