
Gilang saat ini berada di rumah keluarga nya, ia sengaja datang kesana. Gilang ingin bilang pada mama dan papa tentang kabar bahagia. Karna papa dan mama tidak mau angkat telfon nya.
"Di mana papa dan mama bik?" kata Gilang saat pintu terbuka.
"Ada di dalam den, silakan masuk." kata bibik.
"Makasih bik."
Gilang pun berjalan menuju ruang keluarga, di sana ada papa mama dan juga oma nya.
"Eh, cucu oma ada di sini. Tumben banget kamu datang kesini sayang. Sejak kamu udah nikah kan jarang jenguk oma." kata oma panjang lebar sambil memeluk Gilang.
"Maaf oma, Gilang kan ada banyak kerjaan di rumah." kata Gilang.
"Alah, bilang aja kamu sibuk sama istri mu kan nak. Oh ya lupa oma, bagai mana keadaan Angel sekarang." kata oma.
"Baik-baik aja oma, tapi sekarang, aku punya kabar bahagia buat kalian semua." kata Gilang dengan bahagia nya.
Mama dan papa hanya diam saja, mereka tidak mau komentar apa pun. Karna mereka masih punya rasa kecewa karna sikap Gilang.
"Mama papa, apa kalian tidak mau dengar kabar dari aku." kata Gilang.
"Kata kan saja apa kabar bahagia yang kamu maksud kan." kata papa.
"Saat ini, Angel sedang hamil." kata Gilang bahagia.
Pluk....
Mama menjatuh kan gelas nya tanpa sengaja. Berita itu sangat membuat mama jadi kaget sekaligus tidak percaya.
"Yang benar kamu?" kata mama.
"Iya ma, pa. Kalian akan jadi oma dan opa tak lama lagi." kata Gilang bangga.
Oma tidak bisa berkata apa-apa lagi sangking senang nya. Ia kembali memeluk cucu kesayangan nya.
Esy dan Eza juga sangat bahagia rasa nya. Mereka saling tersenyum bahagia, karna kabar itu memang kabar yang sangat langka bagi mereka.
"Kamu gak main-main kan dengan kabar ini Gilang, kamu jangan permain kan mama papa." kata papa.
__ADS_1
"Jelas tidak dong pa, Angel memang sedang hamil saat ini. Yah, walau pun masih sangat muda." kata Gilang.
"Berapa bulan usia kandungan nya Lang." kata mama penuh semangat.
"Baru 6 minggu sih ma." kata Gilang.
"Wah, dasar anak nakal. Bisa-bisa nya kamu bikin oma jantungan ya karna kabar ini." kata oma.
"Kamu harus ekstra menjaga nya, 6 minggu itu masih harus sangat hati-hati lagi Lang." kata mama.
"Iya ma, aku akan menjagan nya sebisa aku." kata Gilang.
"Harus bisa Gilang, kamu adalah papa muda yang berbakat." kata papa.
"Maksud papa?" Gilang tidak mengerti.
"Lupa kan saja, ayo kerumah mu sekarang juga. Mama sudah tidak sabar ingin bertemu Angel." kata mama memotong pembicaraan.
"Oh ya, apa mertua mu sudah tahu kalau Angel sedang hamil." kata mama lagi.
"Belum mungkin ma, aku belum memberi kabar pada keluarga Angel. Aku juga tidak tahu, apa kah Angel sudah memberi kabar pada mama mertua." kata Gilang.
"Kebiasaan mu itu kapan hilang nya sih Esy, apa-apa tahu mau buru-buru aja." kata Eza.
"Biar kan lah Za, mama aja mau buru-buru. Apa lagi Esy yang memang sifat nya kayak gitu." kata oma.
"Kayak nya semua udah kejangkitan penyakit kamu Sy. Penyakit gak sabaran kamu itu ternyata bisa nular kemama ya." kata papa.
"Biar aja lah, ini kan mau melihat menantu yang berbadan dua. Ini hal paling membahagia kan. Jadi janagan di tunggu lama-lama." kata mama.
"Yah, terserah kalian lah. Ayo kita berangkat sekarang." kata Eza.
"Kalian bisa pergi dulu ma, Gilang mau kerumah sakit dulu." kata Gilang saat mereka mau beranjak dari sofa.
"Ngapai kamu kerumah sakit, ada apa emang nya." kata mama kepo.
"Mau ambil obat Angel, dokter minta aku tebus obat nya di rumah sakit." kata Gilang.
"Oh, ya sudah. Kami akan berangkat duluan kerumah mu, kamu pergi saja kerumah sakit." kata mama.
__ADS_1
Mereka pun beranjak dari sana, menuju mobil masing-masing. Mama, papa dan oma, mereka menguna kan mobil papa. Sedang kan Gilang, ia sendirian dengan mobil nya. Karna ia mau kerumah sakit duluan baru lah pulang..
***
Mama adalah orang yang paling heboh, ia menelfon teman yang juga besan nya. Ia menelfon Lia, mama nya Angel. Untuk mengabar kan soal kehamilan Angel ini.
"Hallo Lia." kata Esy.
"Hallo Sy, tumben kamu nelfon aku sekarang." kata Lia.
"Ada hal yang mau aku bicara kan, bisa kah kamu temui aku di rumah anak kita sekarang juga Lia." kata Esy.
"Ada apa Esy, kamu jangan bikin aku jadi kaget. Ada masalah apa sih, sampai kamu mau aku datang dan bertemu di rumah anak kita." kata Lia dengan nada cemas nya.
Lia mikir nya, ada apa-apa denga anak mereka. Karna anak mereka kan di kabar kan anak bercerai. Maka nya ia sangat cemas dengan yang Esy kata kan.
"Datang saja lah Lia, kalau bisa bawa keluarga mu juga." kata Esy.
"Lho, ada apa sebenar nya ini. Jangan bikin aku makin cemas dong Esy. Kata kan saja apa yang telah terjadi pada anak kita." kata Lia.
"Tidak ada apa-apa, yang harus kamu tahu. Ini adalah kabar bahagia buat kita, datang secepat nya jika kamu ingin tahu kabar apa itu." kata Esy agak sedikit memaksa.
"Baik lah, aku akan pergi kesana sekarang juga." kata Lia.
"Baik lah, aku tunggu kamu di runah anak kita. Aku harap kamu bisa cepat sampai ya. Karna aku juga dalam perjalanan kesana sekarang." kata Esy.
"Iya aku usaha kan bisa cepat sampai." kata Lia.
"Baik lah, tapi jangan lupa hati-hati juga di jalan." kata Esy.
"Iya, aku tahu. Sudah aku mau siap-siap dulu." kata Lia.
Esy senyum, telfon nya ia tutup. Dasar Esy memang suka bikin heboh. Sedang kan Lia dalam suasana hati yang sangat cemas, tapi Esy bilang kabar bahagia. Ia sangat penasaran sama apa yang terjadi.
Lia pun buru-buru bilang sama mama mertua nya. Sedang kan papa mertua dan suami bya sudah tidak ada di rumah lagi. Mereka sudah pergi kekantor tadi pagi.
Lia dan mama mertua nya buru-buru pergi, dengan baju yang masih sama. Karna rasa penasaran nya, Lia tidak sempat untuk ganti baju rumah dengan baju jalan nya lagi.
Ulah Esy memang sangat keterlaluan, apa salah nya jika ia kata kan saja apa yang sebenar nya terjadi. Ini tidak, malah bikin orang lain cemas dan penasaran lagi.
__ADS_1