Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Putus


__ADS_3

Baru saja mobil berhenti, Angel langsung saja turun dengan tergesa-gesa. Karna ia sekarang sudah telah lebih dari 15 menit.


Ia pasti akan kena marah sama dosen yang killer selangit itu. Karna telat nya bukan main-main lagi. 15 menit lama nya.


"Sayang, kok kamu tergesa-gesa banget sih." kata Rafi yang ternyata ada di parkiran.


"Aduh, aku telat nih Raf. Kelas dadakan udah di mulai mungkin sekarang." kata Angel.


"Ada kelas dadakan sama pak Ahmad ya La." kata Rafi tenang.


"Iya lah, kamu enak aja tenang. Orang kamu gak ngerasa ada kelas dadakan sih." kata Angel terus saja berjalan.


"Pelan-pelan sayang, dan aku saran kan kamu baca deh wa di grup kita." kata Rafi.


"Nanti aja lah Raf, aku gak ada waktu untuk baca wa sekarang. Yang aku fikir kan hanya lah, bagai mana aku bisa menghadapi dosen killer." kata Angel.


"Sayang, kelas dadakan pak Ahmad di undur tahu gak. Pak Ahmad gak jadi bikin kelas dadakan hari ini, karna pak Ahmad ada rapat sama semua wali murid di kelas Mela anak nya." kata Rafi.


Angel menghenti kan langkah nya, ia melihat kearah Rafi yang tersenyum.


"Kamu sih, panik gak jelas. Maka nya, punya wa di di baca. Jangan cuma di dengar bunyi nya aja." kata Rafi.


"Dasar kamu nyebelin ya, enak aja bilang aku punya wa cuma dengar bunyi nya aja." kata Angel kesal.


"Habis nya apa lah, jika gak kamu dengar kan bunyi nya kan pasti kamu baca tu wa." kata Rafi.


"Suka kamu lah, apa yang mau kamu kata kan. Tapi walau bagai mana pun, aku lega deh rasa nya. Yang pertama karna kelas dadakan membatal kan aku ikut mama pilih baju. Yang kedua, kelas dadakan nya gak jadi. Padahal aku udah telat 15 menit." kata Angel senang.


"Apa Ngel, kamu bilang ikut mama pilih baju?" kata Rafi.

__ADS_1


"Pilih baju untuk apa sih, kok sampai ajak kamu pilih baju." kata Rafi lagi.


Angel jadi serba salah, saat pertanyaan itu menyentuh telinga nya. Apa kah ia harus jujur saja sama Rafi. Tentang rencana keluarga nya untuk menikah kan ia dengan Gilang.


"Angel, kata kan saja apa yang sedang kamu sembunyi kan pada ku. Jangan ada yang di tutup kan lagi, kamu tahu kan, aku tidak suka jika tahu nya dari orang lain. Aku ingin tahu dari mulut kamu." kata Rafi.


Angel menatap wajah Rafi, cepat atau lambat Rafi juga akan tahu apa yang akan terjadi pada nya. Pernikahan itu akan dia ada kan secara besar-besaran juga kan.


"Raf, apa kah kamu bisa memaaf kan aku jika aku jujur tentang sesuatu pada mu." kata Angel.


"Aku akan berusaha memaaf kan apa yang salah dari perlakuan mu." kata Rafi.


"Kamu tidak marah dan benci sama kamu kan. Walau aku kata kan satu hal pada mu." kata Angel.


"Kata kan saja Angel, aku hanya ingin tahu apa yang terjadi pada mu belakangan ini. Kamu bisa kata kan dengan jujur, apa yang membuat kamu merasa tidak nyaman." kata Rafi.


Rafi setuju, mereka pun berjalan menuju taman kampus. Taman yang masih sama, dari dulu hingga sekarang. Tidak ada yang berubah dari taman kampus itu.


Tak lama mereka pun sampai di taman kampus. Di kursi yang sama di mana Lia dan Arka selalu duduk. Beda nya, kursi itu dulu nya adalah saksi bersatu nya mama dan papa Angel. Tapi sekarang, kursi itu akan menjadi saksi berpisah nya Angel dan Rafi.


"Raf, aku ingin minta maaf sebelum nya pada mu. Jika aku akan membuat hati mu terluka dan sangat kecewa pada ku." kata Angel.


"Apa yang bikin aku kecewa Ngel, selama ini aku tidak merasa kamu bikin aku kecewa kok." kata Rafi.


"Maaf kan aku, kita harus mengakhiri hubungan kita sampai di sini saja." kata Angel dengan tertunduk.


Sebenar nya sangat berat untuk mengucap kan kata-kata itu. Tapi ia kumpul kan seluruh keberanian dan kekuatan yang ia miliki. Hingga kata-kata itu mampu keluar dari mulut Angel.


"Sayang jangan bercanda dengan kata-kata itu. Aku gak suka lho ya, itu gak lucu tahu gak." kata Rafi.

__ADS_1


Rafi tidak percaya dengan apa yang angel kata kan. Karna sealama ini, tak ada kesalahan yang ia buat pada pacar nya ini. Bahkan ia berusaha mengalah jika ada selisih paham.


Rafi memegang tangan Angel sambil menatap wajah cantik dan bening dari pacar nya. Tapi sudut mata Angel sudah mengalir buliran bening, yang membuat hati Rafi sakit rasa nya.


"Sayang, kata kan pada ku jika kamu hanya bercanda. Karna setahu aku, kita tidak punya masalah dalam hubungan kita kan." kata Rafi.


"Aku tidak bercanda Raf, kamu tidak tahu apa yang aku rasa kan saat ini. Kita memang gak punya masalah dalam hubungan kita, tapi aku punya masalah dengan keluarga ku." kata Angel sambil menangis.


"Masalah, apa kah karna aku anak orang miskim. Hingga keluarga mu tidak bisa menerima aku." kata Rafi sambil melepas kan tangan Angel.


Rafi bangun dari duduk nya, sekarang hati nya bagai kan terhiris saja rasa nya. Ia merasa sangat sedih dengan apa yang Angel kata kan.


"Kenapa kita harus berpisah Angel, kata kan alasan yang tepat. Agar aku tidak menebak lagi." kata Rafi.


"Aku akan menikah sama orang yang mama dan papa ku pilih kan." kata Angel.


"Apa?" kata Rafi kaget.


"Iya, aku akan menikah bulan depan. Dan maaf kan aku, aku tidak bermaksud untuk melukai hati mu." kata Angel.


"Kamu sangat tega Angel, kamu jahat sekali pada ku. Aku tahu, aku terlahir dari keluarga yang tidak kaya. Tapi aku punya cinta yang tidak bisa seenak nya kamu main kan." kata Rafi.


Rafi terlihat sangat kecewa saat ini, rasa kecewa dan sedih itu terlihat dengan tumpah nya air mata yang perlahan mengalir di pipi Rafi.


"Raf, aku minta maaf ak.." kata Angel.


Kata-kata Angel terhenti saat Rafi memotong nya. Rafi juga menyingkir kan tangan Angel yang memegang tangan Rafi.


"Cukup Angel, aku tidak ingin mendengar kan apa pun lagi saat ini. Aku butuh waktu sendiri agar aku bisa tenang." kata Rafi sambil menghapus air mata yang turun perlahan.

__ADS_1


__ADS_2