
Gilang melihat sekeliling kamar nya, terlihat berantakan dan ada bercak darak di seprai kasur nya. Ia pun keluar kamar, memanggil bik Niah untuk memberes kan kamar nya.
Bik Niah datang lalu memberes kan kamar Gilang. Sedang kan Gilang pergi kekamar Angel, ia ingin melihat apa yang istri nya laku kan.
Berkali-kali pintu di ketuk, tak ada jawaban apa pun dari Angel yang ada hanya bunyi air dari kamar mandi.
"Apa kah Angel sedang mandi?" kata Gilang.
"Den Gilang, kamar nya sudah rapi. Saya permisi dulu ya." kata bik Niah.
"Makasih bik."
Bik Niah tidak menjawab apa pun, ia hanya mengangguk kan kepala nya sambil berjalan meninggal kan Gilang.
Gilang memutus kan untuk datang kekamar Angel nanti saja, ia langsung meninggal kan kamar Angel dan masuk kekamar nya.
***
Malam hari nya, Gilang masih menghampiri kamar Angel. Tapi tetap tidak ada jawaban, ntah berapa kali sudah ia terus saja mengetuk kamar istri nya. Tapi, Angel tetap saja tidak membuka nya. Bukan hanya tidak membuak, tapi langsung tidak menjawab sama sekali.
Rasa cemas menyelimuti hati Gilang, ia takut Angel melaku kan sesuatu yang tidak baik di kamar. Tapi bagai mana pun, ia tidak ingin berfikir hal yang terlalu negatif. Karna ia tidak mau menambah rasa benci di hati Angel untuk nya.
Saat makan malam, Angel tidak juga turun dari kamar. Gilang melihat kamar Angel masih tertutup rapat. Sebelum turun tadi Gilang sudah mengetuk pintu kamar Angel, tapi hasil nya sama saja. Masih tidak ada jawaban juga.
Gilang duduk di meja makan sendiri saat ini, ia merasa sedih saat berada di sana sendirian. Lebih sedih, dari pada saat di cuekin sama Angel.
"Bik Niah, di mana mas Agus. Kenapa gak ikut makan bersama." kata Gilang.
"Agus sudah makan tadi den Gilang." kata bik Niah.
__ADS_1
"Bik Niah, tolong panggil Angel untuk makan. Jika tidak mau turun juga, antar kan saja makanan nya." kata Gilang sambil beranjak dari duduk nya.
"Lho kok den Gilang gak makan sih den?" kata bik Niah.
"Aku udah kenyang bik, aku mau kerumah mama dulu." kata Gilang.
"Kerumah mama den Gilang, apa ketemu sama pacar nya den Gilang sih." kata Bik Niah.
Gilang sangat kaget dengan apa yang bik Niah kata kan. Ia tak menyangka bik Niah bisa bicara seperti itu. Ia tertegun sebentar, lalu memutar badan nya melihat kearah bik Niah.
"Dari mana bik Niah tahu kalau aku punya pacar." kata Gilang dengan nada kaget.
"Kami tak sengaja melihat den Gilang makan malam bersama seminggu yang lalu." bik Niah bicara sambil memberes kan meja makan.
"Kami?" kata Gilang bingung.
"Iya, kami. Kami bertiga tidak sengaja melihat den Gilang makan malam bersama gadis itu, di sebuah restoran samping pusat perbelanjaan." kata bik Niah jujur.
"Iya den, kami bertiga sama non Angel."
"Saya saran kan, jangan main kan perasaan non kami den. Walau pun saya hanya pembantu, tapi saya sangat perduli sama perasaan non Angel." kata bik Niah.
Gilang diam, ia ingat kalau ia memang makan malam bersama Selena di samping pusat perbelanjaan malam itu. Dan ia juga ingat, sejak hari itu juga, Angel dan semua yang ada di rumah itu berubah cuek.
"Apa kah itu alasan kalian menyingkir kan aku bik?" kata Gilang ingin tahu.
"Kami hanya kasihan sama non kami, ia menikah dengan den Gilang, tapi malah di sakiti."
Bik Niah begitu berani berkata begitu pada Gilang. Ia tidak berpikir lagi, siapa sekarang yang membayar gaji nya. Yang penting perasaan nona yang sejak kecil ia rawat. Ia tidak ingin nona nya menjadi tersakiti terus menerus.
__ADS_1
"Aku tidak berniat menyakiti nona kalian bik, aku tidak bermaksud buat istri ku terluka. Aku mencintai istri ku, aku tidak ingin kehilangan nya." kata Gilang.
"Dan untuk gadis yang kalian lihat itu, iya dia memang pacar ku. Pacar yang datang dari Australia, tapi aku tidak mencintai nya. Karna aku sudah punya istri sekarang. Aku hanya menghargai apa yang ia lakukan untuk ku." kata Gilang panjang lebar.
"Maaf kan kami den Gilang, kami tidak bermaksud ikut campur dalam urusan rumah tangga den Gilang dan non Angel. Hanya saja, kami merasa den Gilang keterlaluan." kata bik Niah.
"Iya, aku tahu bik. Maaf kan aku, aku berusaha memperbaiki semua nya sekarang. Kalian jangan marah pada ku." kata Gilang.
Gilang membatal kan niat nya untuk keluar malam ini. Baru Gilang tahu, apa alasan Angel menjauhi nya. Itu karna Angel melihat saat Gilang bersama Selena waktu makan malam kemaren.
Ternyata aku salah sangka sama kamu Angel. Aku pikir karna kamu suka sama cowok lain. Maaf kan aku, aku membuat kesalahan lagi. Bagai mana cara nya aku bisa membuat kamu memaaf kan aku. Kata Gilang dalam hati nya, saat ia berada di depan pintu kamar istri nya.
Bik Niah berada di samping nya sambil membawa sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk. Bik Niah mengetuk pintu kamar itu, sambil memanggil nama Angel.
"Non, buka pintu nya ini bibik."
Angel ternyata membuka pintu kamar nya setelah mendengar kan bik Niah yang mengetuk pintu. Tapi, saar melihat Gilang juga ada di sana, Angel kembali menutup pintu kamar nya kembali.
"Aku akan pergi Angel." kata Gilang sambil melangkah kan kaki nya menuju kamar.
Gilang berada di balik pintu kamar, mendengar kan apa yang terjadi di luas sana. Mendengar kan bik Niah kembali bicara sama Angel. Mendengar kan pintu kamar Angel terbuka kembali, saat bik Niah kata kan bahwa Gilang sudah tidak ada lagi.
Gilang bersandar di pintu kamar nya. Ia merasa sedih saat Angel tidak mahu bertemu dengan nya. Gilang sangat merasa bersalah atas apa yang ia laku kan. Mau di putar kembali juga gak akan bisa.
Gilang bertekat untuk memperbaiki apa yang telah terjadi. Ponsel nya yang semula hidup, Gilang mati kan lagi. Saat ini fikiran nya sedang kacau sekali.
Bagai mana supaya Selena bisa ia putus kan, bagai mana agar Angel bisa memaaf kan nya. Semua nya bercampur jadi satu, membuat otak nya serasa tidak bisa berfikir lagi.
Di tambah dengan rasa bersalah, ia merasa semua masalah ini awal nya berasal dari kebodohan dan ketidak sabaran yang ia miliki.
__ADS_1
Gilang menutup wajah dengan kedua tangan nya. Berharap masalah itu hilang dari ingatan, tapi yang terjadi malah semakin berat dan berat saja.