
Semua nya berbicara, ntah apa yang mereka bicara kan. Mama Lia mengabar kan pada Arka untuk datang kerumah anak nya.
Arka yang merasa penasaran sama apa yang terjadi, ia pun buru-buru meninggal kan kantor dan pergi menuju rumah Angel anak nya.
Sekarang ia juga ada di dua keluarga yang saling tertawa bahagia itu. Mereka semua nya sedang asik ngobrol di ruang tamu. Karna ruang tamu lebih besar dari ruang keluarga.
Angel sedang duduk dengan masih di liputi rasa sedih nya. Ia tak sangup membayang kan apa yang akan terjadi. Jika anak nya punya saudara tiri.
"Kamu kenapa sayang, apa kamu sedang tidak nyaman." kata papa Arka.
"Gak kok pa, Angel baik-baik saja kok." kata Angel.
"Papa kamu ini orang nya sangat suka khawatir gak jelas sayang. Kamu harap maklum kan saja ya. Saat mama hamil kamu, lebih parah lagi tahu gak." kata mama Lia.
"Iya, sampai aku aja gak di temani saat lahiran. Terus mama mu ngambek sampai rumah sakit." kata Esy ikut bicara.
"Iya, ngambek sih ngambek. Tapi malah bilang Gilang gak mirip sama aku lagi." kata Eza pula.
Mereka membicara kan masalalu yang indah, dan sudah menjadi kenagan. Sedang kan Gilang dan Angel hanya bisa jadi pendengar saja.
"Ngel, apa kamu mau istirahat sekarang." kata Gilang saat melihat Angel terus murung.
"Gak kok, aku masih mau duduk di sini aja dulu." kata Angel.
"Oh ya, bisa kah papa nginap di sini malam ini." kata Eza pada Angel dan Gilang.
"Boleh aja pa, kami gak keberatan kok." kata Angel dengan cepat menjawab.
"Aku juga gak masalah, terserah papa mau nginap seberapa lama." kara Gilang.
"Kalau gitu, kita juga mau nginap di sini ya nak." kata papa Arka.
"Iya pa, kita gak boleh kalah dong sama Eza." kata mama Lia.
"Ya udah kalo gitu, kita sepakat nginap di sini malam ini ya." kata Esy.
"Oma juga mau nginap, mana boleh oma tinggal di rumah sendirian." kata oma Windi dari arah dapur.
"Apa, ada yang mau nginap sini ya. Kalau gitu oma juga mau nginap sini." kata oma Winda.
__ADS_1
"Arka, telfon papa mu. Bilang, kita akan nginap di rumah Angel malam ini." kata oma lagi.
Akhir nya, semua nya ingin nginap di rumah Angel dan Gilang. Tidak ada yang mau ngalah, semua nya mau ikut nginap. Arka memberi kabar pada papa nya. Ternyata, opa Angel juga tertarik ingin nginap di rumah Angel.
****
Setelah makan malam, Gilang membantu Angel minum obat. Lalu, mereka semua duduk santai di ruang tamu. Sedang kan kedua oma sibuk membantu bibik di belakang.
"Opa sama papa Arka dan papa Eza, gak papa tidur di luar kan?" kata Gilang.
"Gak papa kok Lang, santai saja." kata opa.
"Maaf ya opa, kamar nya gak banyak di rumah Angel. Jadi nya kalian malah harus tidur di luar deh." kata Angel.
"Gak papa nak, gak jadi masalah bagi kami. Mau tidur di mana saja itu bukan hal penting kan." kata papa Eza.
Saat mereka sibuk membagi kan di mana harus tidur, bel rumah mereka berbunyi. Ntah siapa yang datang bertamu malam-malam begini.
"Biar mama aja yang buka." kata Lia.
Lia pun bangun dari duduk nya, ia menuju pintu rumah. Membuka pintu itu, dan melihat beberapa orang ada di sana.
"Iya, ini rumah anak saya. Kalian siapa ya?" kata mama.
"Kami teman nya Gilang dan Angel tante."
"Oh, ayo masuk." kata mama mempersilakan.
"Makasih tante." kata mereka sambil mengikuti langakah Lia dari belakang.
"Siapa sih ma?" kata Angel.
"Kalian." kata Angel sangat kaget setelah melihat siapa yang datang kerumah nya.
"Angel, apa kabar kamu sekarang sih. Sombing banget ama kita ya, gak ada kasih kabar sama sekali." kata Ratih sambil memeluk Angel.
Ya, yang datang barusan tak lain adalah Ratih, Rafi, Barong dan Mela. Mereka sangat bahagia saat melihat teman mereka yang menghilang begitu saja sejak kejadian itu.
"Aku baik-baik saja, dari mana kalian bisa tahu alamat rumah ku." kata Angel kaget.
__ADS_1
"Rafi yang tahu alamat rumah kamu, kata nya ia dapat dari suami kamu." kata Ratih.
"Dan Ratih gak sabaran lagi mau datang, gak bisa kita ajak tunggu besok saja. Ia mau malam ini juga kita berangakat nya." kata Mela.
"Yah, kamu tahu lah bagai mana Ratih kan Ngel. Orang yang gak bisa di ajak sabar." kata Barong.
"Kok gak di ajak duduk sih Ngel, malah di ajak berdiri aja tamu nya." kata Gilang.
"Oh iya maaf teman-teman, aku lupa sangking kaget dan senang saat melihat kalian. Ayo duduk di sini saja." kata Angel membawa teman nya keruang keluarga.
Teman-teman nya pum ikut Angel keruang keluarga. Karna di ruang tamu ada keluarga mereka yang sibuk ngobrol.
"Aku bikin minum dulu ya." kata Angel.
"Ngak usah Ngel, biar aku aja yang bikin minum nya. Kamu temani aja mereka, aku bisa kok." kata Gilang.
"Kamu jangan hancur kan dapur lagi lho Lang. Kasihan bibik jika harus beresin dapur nya." kata Angel, ia ingat apa yang bik Niah kata kan pada nya. Jika semalam Gilang telah menghancur kan dapur hanya ingin bikin bubur.
"Ng... Ngak kok, kalau bikin minum aku bisa kok." kata Gilang.
"Gak usah, biar mama aja yang bikin minum nya. Angel benar tuh, kamu nanti malah bikin kacau lagi." kata mama Esy.
"Iya ma."
"Kalian kompak banget bikin aku malu ya." kata Gilang pada mama dan Angel.
Karna dari tadi, keempat teman nya yang ada di samping Angek sibuk tertawa. Jelas lah mereka menertawa kan apa yang Gilang laku kan.
"Kamu bikin bubur aja gak bisa Lang. Bagai mana ganti popok anak mu nanti." kata Barong.
Gilang tidak menjawab, ia hanya tersenyum kecit saja. Sambil menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
Mereka baru saja kenal, tapi bagai kan sudah biasa. Apa lagi sama Barong yang hobi nya bercanda dan bikin orang tertawa karna dia.
***
Dua jam pun berlalu, mereka pamit pulang pada Angel dan penghuni rumah yang lain nya. Angel dan Gilang mengantar kan teman ya sampai depan pintu.
Angel terlihat sangat bahagia, karna kehadiran teman-teman yang lama ia rindu kan. Malam ini ia bisa bertemu kembali. Malahan mereka yang datang sendiri kerumah Angel.
__ADS_1