Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Tidak ada cara


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, Angel sudah mengaju kan gugatan nya kepengadilan. Gilang tidak setuju dengan apa yang Angel laku kan.


Sebelum nya, Angel sudah bicara sama mama papa dan juga keluarga besar Gilang. Mama dan papa tidak bisa bicara banyak. Karna salah ini datang nya dari Gilang.


Gilang telah mendapat kan dua tamparan dari papa dan mama. Tapi hal ini masih di rahasia kan dari oma, karna takut oma Windi kaget dan bisa berpengaruh sama kesehatan nya.


Gilang tidak bisa menahan Angel untuk melaku kan hal itu, karna bagai mana pun. Bukti nya telah ada, bahkan pengadilan sedang memperoses tuntutan yang Angel ajukan.


Saat mereka ingin makan malam, Gilang bicara sama Angel.


"Angel, jika kamu memang ingin kita pisah. Bisa kah kita berlaku layak nya suami istri, sebelum pengadilan memutus kan talak nya." kata Gilang.


"Baik lah, jika itu yang kamu mau. Aku akan laku kan itu." kata Angel setuju.


Mereka melaku kan aktifitas bagai kan suami istri layak nya. Tapi, tidur tetap saja pisah ranjang. Mereka masih tidur dalam kamar mereka masing-masing.


"Gilang, aku minta kamu nikah sama pacar mu. Karna pacar mu sudah hamil, bagai mana pun itu adalah anak kalian. Bagai mana nanti nya anak itu lahir tanpa ayah." kata Angel.


"Aku tidak bisa menikahi Selena, walau pun dia hamil." kata Gilang pada Angel.


Saat ini mereka sedang berada di taman, sama-sama menikmati udara sore yang sejuk.


Kata-kata Gilang barusan membuat Angel kaget dab tak percaya.


"Kenapa kamu tidak bisa menikahi Selena. Bukah kamu cinta pada nya, dan yang paling penting saat ini, Selena sedang hamil anak kamu." kata Angel.


"Aku tidak cinta sama Selena lagi, sejak aku menikah dengan mu. Rasa cinta ku pada Selena hilang lenyap." kata Gilang.

__ADS_1


"Kita nikah juga tidak di dasari dengan cinta kan Gilang. Mungkin saja, saat kamu dan Selena menikah. Kalian akan dapat cinta kalian kembali. Cinta yang pernah hilang karna aku." kata Angel.


"Angel, jujur lah pada ku. Apa selama kita bersama, kamu tidak pernah merasa kan jatuh cinta pada ku. Atau setidak nya, kamu pernah punya sedikit saja rasa cinta pada ku." kata Gilang.


Angel terdiam, sesunguh nya, bukan hanya sedikit rasa cinta yang ia rasa kan. Melain kan, cinta itu sudah tumbuh bahkan mekar indah di hati nya. Tapi malah sekarang layu, karna rasa sakit yang ia rasa kan.


"Jawab aku Angel, jawab aku. Apa kah kamu tidak punya sedikit pun rasa cinta buat aku." kata Gilang mungulang kembali pertanyaan nya.


"Kita bukan membahas masalah kita Lang, kita sedang membahas masalah kamu dan pacar mu." kata Angel.


"Ya aku tahu, tapi setidak nya aku tenang jika aku sudah tahu apa jawaban mu."


"Selama ini, itu yang ada dalam hati ku Ngel. Aku ingin sekali tahu apa perasaan mu pada ku." kata Gilang. Mata nya menatap lekat kearah gadis yang ada di samping nya.


"Percuma kamu tahu Lang, karna sekarang sudah terlambat untuk bertanya." kata Angel.


Angel, aku sangat ingin menyelamat kan pernikahan kita. Ya allah, jika saja ada keajaiban. Mungkin aku akan jadi orang yang paling bahagia. Kata Gilang dalam hati sambil menatap Angel.


Semua nya sudah terlambat Lang, jika aku kata kan rasa hati ku pada mu. Kita juga tidak akan bisa bersama lagi. Aku tidak ingin jadi penyebab anak mu lahir tanpa ayah. Kata Angel dalam hati nya.


"Sudah lah Lang, tidak ada guna nya kamu bertanya. Dan fokus saja sama masalah kita, kamu tidak menemui Selena." kata Angel mengalih kan pembicaraan.


"Tidak, aku tidak mau melihat nya. Biar kan saja dia mau apa. Dia yang bikin hidup nya susah, bukan aku." kata Gilang.


"Lagian, kita kan sudah sepakat Ngel. Kita akan berlaku layak nya pasangan suami istri pada umum nya, sebelum pengadilan memutus kan kita harus cerai atau tidak." kata Gilang lagi.


"Aku harap tidak ada keputusan yang mengecewa kan, aku ingin kamu menikah sama Selena." kata Angel.

__ADS_1


"Kenapa kamu bersikeras mau aku nikah sama orang lain. Apa kah benar-benar tidak ada sedikit pun rasa cinta dalam hati mu Angel. Apa kah sedikit pun tidak ada aku di hati mu." kata Gilang.


"Sudah lah, aku tidak ingin membahas ini lagi. Aku mau masuk dulu, jangan lupa bersiap-siap untuk menghadiri sidang pertama besok." kata Angel sambil bangun dari duduk nya.


"Tunggu Ngel, bisa kah kamu fikir kan lagi masalah ini. Apa kah tidak ada cara lain untuk kita lagi, selain bercerai." kata Gilang memelas.


"Maad Lang, aku rasa tidak ada cara lain bagi kita, selain berpisah. Karna aku tidak ingin punya madu." kata Angel.


"Bagai mana jika ambil saja anak Selena, kita akan rawat kan bersama. Kamu mengingin kan anak itu lahir punya ayah bukan." kata Gilang.


Ia baru saja terpikir kan soal itu, rasa nya hati Gilang berbunga-bunga. Ia sangat berharap Angel setuju sama yang ia kata kan.


"Bagai mana Angel, dia akan kita rawat bersama-sama." kata Gilang lagi.


"Tidak Gilang, itu bukan anak ku. Aku bukan ibu dari anak itu, bagai mana bisa kamu berfikir ingin memisah kan antara ibu dan anak. Jangan egois kamu jadi orang." kata Angel terlihat emosi.


"Maad kan aku, tapi bagai mana lagi agar aku bisa mempertahan kan hubungan kita Angel." kata Gilang.


"Kau tahu, hubungan kita tidak bisa di pertahan kan lagi. Semua nya sudah hancur dan berantakan, tidak bisa di selamat kan lagi bagai mana pun cara dan usaha yang kamu lakukan tidak akan ada hasil nya." kata Angel panjang lebar.


"Baik lah kalau itu yang kamu kata kan. Aku hanya berharap, ada keajaiban yang akan mrnyelamat kan hubungan kita." kata Gilang akhir nya menyerah.


"Tidak akan ada keajaiban lagi sekarang, semua nya sudah terlambat untuk keajaiban." kata Angel.


Angel pun berjalan pergi, meninggal kan Gilang sendiri di taman. Gilang menatap pungung Angel yang berjalan semakin menjauh meninggal kan nya.


Hati nya kecewa saat ini, bagai mana lagi ia ingin mempertahan kan pernikahan ini. Walau pun awal nya, pernikahan ini di ikat tanpa cinta. Namun saat cinta tumbuh, tidak mungkin akan hancur begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2