Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Rumah sakit


__ADS_3

Saat ini, Gilang sudah sampai di rumah sakit. Ia pun bergegas masuk kedalam rumah sakit, menemui dokter yang mearawat istri nya kemarin.


Sesampai nya di ruang dokter, Gilang langsung mengetuk pintu ruangan itu.


Terdengar suara yang mempersilakan Gilang masuk kedalam. Gilang masuk, ia di persilakan dokter Fajar untuk duduk dahulu. Sedang kan dokter Fajar sibuk menulis resep buat Angel.


"Ini resep yang harus kamu tebus ya mas." kata dokter.


"Makasih dok, saya permisi dulu ya." kata Gilang.


Dokter pun berdiri, mengantar kan Gilang sampai depan pintu ruangan nya. Sedang kan Gilang buru-buru pergi ketempat penebusan obat.


Setelah mendapat kan obat, Gilang pun buru-buru mau pergi. Tapi karna ia terlalu buru-buri, tanpa sengaja Gilang bertabrakan dengan seorang laki-laki. Laki-laki itu kayak nya tidak asing lagi bagi Gilang.


"Maaf mas, maaf. Saya sedang buru-buru." kata lelaki itu sambil mengambil obat yang jatuh.


"Gilang." kata lelaki itu kaget saat melihat wajah orang yang ia tabrak. Sedang kan Gilang hanya terdiam dari tadi, ia berusaha mengingat di mana ia pernah melihat orang yang ada di depan mata nya ini.


"Aku Rafi, kamu Gilang kan?" kata lelaki itu.


Ternyata yang bertabrakan dengan Gilang tadi adalah Rafi. Mantan pacar Angel, hanya saja Gilang agak lupa sama Rafi.


Gilang dengan berat hati menyambut uluran tangan Rafi. Ia baru ingat, ini lah orang yang bersama istri nya waktu itu.


"Jangan terlalu kaku Gilang, dan jangan juga terlalu takut pada ku. Aku tidak akan mengambil Angel dari mu." kata Rafi membuyar kan rasa tegang di wajah Gilang.


"Dari mana kamu tahu, kalau aku adalah suami Angel." kata Gilang.


"Dan dari mana juga kamu tahu nama ku, apa kah Angel yang cerita pada mu." Gilang penasaran.


"Tidak, aku dan Angel tidak saling komunikasi sudah lama. Sebelum kalian menikah, Angel memutus kan hubungan kami. Maka nya aku tidak pernah komunikasi sama Angel sejak itu." kata Rafi menjelas kan.

__ADS_1


Rafi seakan melupa kan hal yang harus ia lakukan. Padahal ia tadi nya juga sedang buru-buru. Rafi ingat betul, bagai mana kejadian waktu itu. Kejadian di mana Angel di bawa paksa oleh lelaki yang ada di depan mata nya sekarang.


Tapi bagai mana pun, itu juga karna salah paham. Gilang telah terbakar api cemburu sehingga tidak bertanya lagi apa yang sedang terjadi.


"Waktu itu kamu hanya salah paham Lang, aku dan Angel hanya sebatas teman saja. Apa lagi aku sudah tahu, kalian sudah menikah. Mana mau aku dekat sama istri orang." kata Rafi.


"Aku masih tidak percaya, bagai mana bisa kamu tidak marah pada ku. Karna aku sudah merebut pacar mu. Dan kamu bisa, bicara secara baik-baik dengan aku sekarang." kata Gilang tak mengerti.


"Angel selalu mengajar kan pada ku satu hal. Jika tak selama nya cinta itu harus memiliki, jika kita tidak bisa memiliki apa yang kita mau. Bukan berarti kita harus benci apa yang tidak bisa kita milik itu." kata Rafi.


"Aku makin tidak mengerti dengan apa yang kamu kata kan. Tapi aku harus buru-buru, karna Angel sedang tidak sehat di rumah." kata Gilang.


"Kenapa dengan Angel, apa kah ia sedang sakit." kata Rafi terlihat khawatir.


"Iya, Angel sedang kurang enak badan di rumah. Aku kesini karna membeli obat buat Angel." kata Gilang.


"Boleh kah aku tahu, sakit apa Angel sekarang." kata Rafi.


"Oh, aku pikir ia sedang sakit." kata Rafi.


Rafi terus bicara, sambil mengambil obat nya. Setelah selesai, mereka pun berjalan bersama meninggal kan tempat menebus obat itu.


"Kalau aku boleh tahu, kamu ini beli obat untuk siapa sih." kata Gilang.


"Ini untuk anak jalanan yang sedang sakit, ia di rawat di ujung sana." kata Rafi.


"Oh ya, boleh aku tahu di mana rumah kalian Gilang." kata Rafi lagi.


Pertanyaan itu di sambut Gilang dengan wajah penuh pertanyaan. Ia masih was-was dan takut saat ini. Namun, Rafi tahu apa yang Gilang rasa kan saat ini.


"Jangan cemas, aku hanya ingin silaturahmi saja kok. Dan teman-teman Angel juga pasti ingin menjenguk Angel."

__ADS_1


"Lagian aku sekarang juga sudah punya tungan kok Gilang. Jadi gak perlu cemas kalo aku akan merebut Angel dari mu.


Saat mereka sama-sama berjalan, mereka berdua melewati ruang dokter spesialis kandungan. Di dalam sana ada kegaduhan yang ntah apa penyebab nya.


Dari pintu ruangan itu bisa melihat apa yang terjadi di dalam sana. Karna Gilang penasaran, ia pun melihat apa yang terjadi di dalam sana. Kenapa ada kegadugan di dalam ruangan dokter kandungan.


Saat Gilang melihat siapa yang ada di dalam, Gilang di buat sangat kaget oleh apa yang ia lihat. Di sana ada orang yang ia kenal, yang membuat keributan.


"Kamu kenal sama perempuan itu Gilang?" kata Rafi bertanya, Rafi merasa agak aneh dengan ekspresi wajah Gilang.


"Iya, aku kenal sama perempuan yang ada di dalam." kata Gilang sambil terus saja melihat apa yang ada di ruangan itu.


"Aku rasa, perempuan itu sudah gila Lang. Sudah beberapa hari ini, dia terus saja datang kerumah sakit ini. Ia minta di buat kan bayi tabung untuk nya." kata Rafi santai.


Gilanh yang mendengar kan hal itu sangat amat kaget. Ia tak percaya sanma apa yang ia dengar dari Rafi.


"Apa maksud mu?"


"Iya, perempuan itu selalu saja datang kerumah sakit ini. Aku dengar, ia bahkan memohon-mohon agar dokter membuat kan nya bayi tabung." kata Rafi lagi.


"Bayi tabung?"


"Iya bayi tabung, apa kamu tidak tahu apa yang di maksud bayi tabung." kata Rafi.


"Bagai mana bisa ia minta di buat kan bayi tabung. Padahal kan ia sedang hamil, bukan kah tidak perlu bayi tabung lagi." kata Gilang tak mengerti.


"Ya ampun Gilang, yang nama nya bayi tabung itu kan untuk orang yang tidak bisa..... Ah, aku juga tidak mengerti soal yang beginian. Yang jelas, dia mau bayi tabung." kata Rafi.


"Apa lagi yang kamu tahu tentang wanita itu Raf?" kata Gilang pada Rafi.


Mereka berdua bagai kan orang yang sudah berteman lama. Padahal kan baru saja kenal dekat beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


"Mana aku tahu lagi tentang wanita aneh itu, aku kan hanya dengar sepintas lalu." kata Rafi.


__ADS_2