Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Kucing


__ADS_3

Gilang menatap Angel dengan penuh perasaan. Bagai mana cara nya, agar Angel ini bisa memberi kan maaf pada Gilang.


"Angel, aku tidak punya cara lagi sekarang. Kebohongan sudah pun terbongkar, kata maaf sudah berkali-kali aku ucap kan. Jadi, apa lagi yang kamu ingin aku laku kan." kata Gilang dengan putus asa nya.


"Tidak ada yang harus kamu laku kan, aku sudah merasa cukup dengan apa yang kamu laku kan selama ini. Kamu pantas jadi ayah buat anak-anak ku." kata Angel.


Gilang kaget, apa yang Angel kata kan ini benar datang dari hati atau tidak. Padahal tadi nya kan ia bilang belum bisa memberi kan maaf buat Gilang. Tapi sekarang, ia kata kan hal yang jauh berbeda.


"Maksud kamu?" kata Gilang ingin memasti kan.


"Tidak ada maksud apa pun, hanya aku bialng kamu cocok jadi ayah untuk anak ku." kata Angel dengan santai.


"Apa itu arti nya, kamu bisa memaaf kan aku sekarang." kata Gilang penuh harap.


"Aku rasa, kamu tidak perlu bertanya lagi. Lagian kamu memang ayah dari anak aku bukan." kata Angel.


Gilang senyum bahagia, ternyata Angel tadi hanya mengerjai nya. Rasa nya sangat senang saat Gilang mendapat kan maaf dari Angel. Orang yang awal nya sangat tidak ia ingin kan. Tapi, karna cinta tidak tahu mau berlabuh sama siapa. Orang yang di benci jadi orang yang sangat di harap kan.


"Terima kasih banyak, kamu sudah memaaf kan aku. Sekarang aku akan jadi papa yang baik buat anak kita." kata Gilang dengan penuh semangat.


"Jangan hanya kata-kata saja, aku butuh bukti. Ini kesempan terakhir bagi kamu, tidak ada yang kedua lagi. Ingat itu kamu, jika aku tahu kamu punya pacar atau selingkuh, mati kamu." kata Angel dengan nada ancaman nya.


"Ya ampun, sadis juga istri aku ternyata." kata Gilang.


Walau pun begitu, di hati Gilang merasa sangat bahagia. Sekarang, masalah rumah tangga nya sudah mulai membaik. Walau pun, perlahan tapi pasti lah.


"Gak mau tahu, aku akan lebih sadis lagi sama kamu. Jika kamu bikin aku sakit hati untuk yang kedua kali nya." kata Angel.


Gilang tidak menjawab, ia malah mendarat kan satu ciuman kepipi Angel. Tanpa aba-aba dan tanpa kata, ciuman yang kedua mendarat di bibir Angel, saat Angel baru saja mau mengagkat mulut nya untuk bicara.

__ADS_1


Saat itu juga, Agus rencana nya mau masuk kedalam rumah. Ia membatal kan langkah nya karna ada adegan yang tidak bisa ia lihat. Karna buru-buru, pot bunga mawar berhasil di tabrak oleh Agus.


Alhasil, bunyi dari barang jatuh itu membuat Angel dan Gilang kaget dan mengakhiri ciuman mereka. Mereka pun kompak melihat kearah benda yang menimbul kan bunyi itu.


Di sana masih ada Agus, ia tidak sempat kabur. Karna ia jatuh setelah menabrak pot bunga yang berisi kan tanah itu.


"Mas Agus." kata Angel kaget campur malu.


"Ada kucing non, saya lagi kejar-kejaran sama kucing. Eh kucing nya malah jatuhin pot nya, saya yang kena deh jadi nya." kata Agus bohong.


"Mana kucing nya mas Agus, kenapa malah mas Agus yang jatoh di sana sih." kata Gilang sambil senyum. Karna ia tahu, jika Agus sedang bohong.


"Kucing nya.... Kucing nya. Oh iya saya lupa mas Gilang, non Angel. Saya harus panas kan mobil tadi, permisi ya."


"Jadi lupa deh, gara-gara kucing nih." kata Agus pura-pura tidak melihat apa pun.


Agus meninggal kan kedua bos nya, ia berjalan dengan berusaha seperti tidak ada terjadi apa pun. Sedang kan Gilang tertawa dengan sangat lucu nya.


"Yah, mana aku tahu jika mas Agus akan melihat." kata Gilang masih dengan senyum karna ingat apa yang mas Agus laku kan.


"Kamu tuh, ini kan tempat umum. Siapa pun bisa lihat kita tahu gak. Gimana gak lihat, orang pas depan pintu masuk." kata Angel.


Gilang tidak menjawab, hanya senyum yang masih terukir di wajah nya. Ia masih merasa sangat lucu dan bahagia dengan apa yang baru saja terjadi.


"Eh, malah ketawa-ketawa lagi di bilangin." kata Angel makin kesal.


"Sayang ku, udah ngomel nya ya. Apa kamu kasih lampu hijau pada aku, agar melaku kan nya di kamar aja lain kali." kata Gilang dengan usil nya.


"Apaan sih, sakit kamu ya Lang." kata Angel sambil mendorong tubuh Gilang yang makin mendekat kearah nya.

__ADS_1


Angel menghindar dengan pergi dari sana, namun Gilang terus mengikuti nya.


***


Saat Angel duduk di ruang tamu, Gilang membawa kan nya sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk nya.


"Waktu nya makan siang sayang." kata Gilang dengan lembut nya.


"Ih, lebay nya kamu Lang. Aku kan masih bisa makan di meja makan, ngapai kamu bawa kesini makanan ku." kata Angel.


"Emang nya kamu gak mau merasa makan di tempat yang berbeda gitu." kata Gilang beralasan.


"Jangan banyak alasan deh, aku gak sula kamu banyak alasan. Dan jangan terlalu membuat aku bagai kan ratu di rumah ini." kata Angel.


"Kamu kan memang ratu di rumah ini sayang, bukan hanya di rumah ini. Tapi di hati ku, kamu adalah ratu abadi." kata Gilang.


"Alah, melebay lagi. Gak bosan ya, aku pikir kamu salah minum obat lagi hari ini. Srhingga kamu bicara sesuka hati mu lagi." kata Angel.


"Ya sudah, aku rasa kamu harus makan sekarang. Jika tidak makanan nya akan dingin dan gak enak lagi." kata Gilang.


Angel pun makan sambil Gilang yang menyuapi nya. Angel sangat bersyukur dengan apa yang Gilang laku kan sekarang. Bukan hanya itu, ia tidak merasa risau dan memikir kan hal yang tidak-tidak lagi.


"Lang, apa kamu bisa cari kan aku rambutan." kata Angel tiba-tiba.


Gilang yang sedang menyuap kan makan, tiba-tiba terhenti. Ia tahu, ini tidak lah musim buah rambutan. Bagai mana ia bisa mendapat kan buah rambutan saat tidak musim.


"Buah rambutan Ngel?" kata Gilang kaget.


"Iya rambutan, kenapq kamu kaget gitu mendengar nya." kata Angel.

__ADS_1


"Tidak kok, aku gak kaget sama sekali. Aku akan cari kan nanti setelah kamu selesai makan, oke." kata Gilang.


"Tidak mau, aku mau nya sekarang juga. Tidak mau nanti, mau saat ini juga." kata Angel.


__ADS_2