
Selesai jam kuliah, Angel langsung saja menuju parkiran. Di sana sudah ada mobil lengkap dengan mas Agus supir ya.
(Ya jelas lah, masa mobil jalan sendiri jika mas Agus gak ikut)
Saat Angel masuk, di dalam juga sudah ada Rafi. Duduk manis sambil memain kan ponsel nya.
"Udah selesai kan sayang kulaih nya." kata Rafi.
"Iya udah dong Raf, jika ngak mana mungkin aku keluar dan berada di sini sekarang." kata Angel.
"Ya, mana tahu kamu malah kabur karna malas sama pak Ahmad yang killer itu." kata Rafi.
"Mana ada, pak Ahmad itu sama aku baik banget." kata Angel.
"Kok sama aku killer banget ya." kata Rafi.
"Mungkin pak Ahmad takut kamu jadian sama Mela anak kesayangan nya kali Raf. Kan Mela itu suka ngedekatin kamu." kata Angel.
"Enak aja kamu bicara, kamu suka banget kalau aku sama Mela ya." kata Rafi.
"Wuih, aku gak bilang gitu lho ya. Aku lihat kamu yang suka sama Mela." kata Angel balik nuduh.
"Enak aja, amit-amit aku sama cewek yang agresif gitu. Bisa sakit jiwa ku tahu gak, lagian aku juga udah punya kamu kan." kata Rafi.
Saat itu, Angel terdiam dan raut wajah nya berubah. Ia menjadi murung dan tidak bersemangat lagi. Agus melihat hal itu, langsung membantu merubah suasana.
"Ngomong-ngomong maaf ya non, mas Rafi. Ini kita mau kemana ya, jangan jalan kan terus nanti kita nyasar." kata Agus.
"Oh iya ya, kita mau kemana sih Ella. Kamu gak bilang sama aku, aku pikir ams Agus udah tahu arah tujuan kita." kata Rafi.
__ADS_1
Sebenar nya memang Agus udah tahu arah tujuan yang akan mereka tuju. Namun, karna suasana terlihat tidak nyaman. Ia membantu saja, dengan bertanya mungkin akan menyelanat kan keadaan yang berubah dari Angel.
"Oh ya, aku lupa kasih tahu sama mas Agus. Kita kejalan Melati mas." kata Angel.
"Baik non." kata Agus.
Jalan Melati adalah arah pemakaman, di sana Intan di makam kan. Angel ingin mengajak Rafi pergi kemakam nya Intan. Itu lah hal yang ingin Angel tunjuk kan.
"Ada apa sih sayang di jalan Melati. Aku pernah dengar kamu selalu datang kejalan Melati." kata Rafi penasaran.
"Iya, aku selalu datang kesana. Bahkan tidak pernah lupa setiap tahun nya pasti aku dan keluarga datang kesana." kata Angel.
Belum sempat Rafi menjawab apa yang Angel kata kan. Mobil pun telah berhenti di depan pemakaman.
"Kita sudah sampai non, mas." kata Agus.
"Lho, ini kan pemakaman sayang. Kamu gak salah kan, apa yang mau kamu tunjuk kan sama aku di sini." kata Rafi tak mengerti.
Rafi tidak bicara lagi, ia mengikuti langkah kaki Angel turun dari mobil dan memasuki pemakaman itu.
Sedang kan Agus tidak ikut, ia hanya menunggu di mobil saja.
Tak lama, Angel berhenti di satu makam yang bertulis kan nama Intan Wirako.
"Angel, jadi tiap tahun itu kalian zairah kemakam ini ya." kata Rafi.
"Iya, kami tidak pernah lupa untuk kesini setiap tahun nya." kata Angel.
"Makam siapa ini sebenar nya, kenapa kalian selalu datang kemakam ini." kata Rafi.
__ADS_1
"Kata papa ku, ini adalah makam yang membukti kan bahwa, tak selama nya cinta harus memiliki." kata Angel.
"Maksud kamu apa sih, kenapa bisa makam ini yang menjadi bukti dari cinta tak selama nya harus memiliki sih. Tak paham deh aku sayang dengan apa yang papa mu kata kan." kata Rafi.
"Raf, makam ini adalah makam teman papa ku. Nama nya Intan, ia adalah anak dari keluarga Wirako. Intan ini sangat mencintai papa ku, hanya saja papa tidak nembalas cinta nya." kata Angel.
"Oh jadi nya, Intan ini bunuh diri lah gitu. Karna cinta nya di tolak, ia malah memilih mengakhiri hidup nya. Apa yang bisa di kata makam ini sebagai bukti dari cinta tak selama nya harus memiliki sih. Itu kan nama nya pembodohan." kata Rafi.
"Raf, kamu belum dengar cerita nya sampai akhir udah malah menghakimi sendiri. Aku kan belum selesai cerita nya." kata Angel.
"Oha, ada lagi yang mau kamu cerita kan ya, aku pikir udah selesai." kata Rafi.
"Ada lah, kata papa ku, Intan ini punya cinta yang tidak di miliki oleh siapa pun. Mama juga bilang begitu, cinta yang tidak di dasari nafsu. Cinta yang tulus dari hati, yang rela mengorban kan diri bahkan hidup nya hanya untuk menyelamat kan orang yang ia cintai. Itu cinta yang langka bukan." kata Angel.
"Di mana langka nya sih La, aku gak ngerti malahan sama apa yang kamu kata kan." kata Rafi.
"Raf, Intan ini rela korban kan nyawa hanya untul menyelamat kan papa ku yang sedang kritis. Dulu itu, papa punya penyakit kelainan jantung. Dan papa sudah dalam tahap yang sangat kritis, demi untuk menyelamat kan papa. Intan ini menabrak kan diri nya agar bisa mendonor kan jantung nya pada papa ku." kata Angel.
Saat mendengar kan dengan jelas apa yang Angel cerita kan. Rafi tertegun diam tanpa suara, ia tidak menyangka dengan apa yang Intan laku kan.
"Asal kamu tahu, mama juga bilang pada ku. Intan ini juga lah yang menyatu kan mama dan papa. Walau Intan sangat mencintai papa, tapi Intan tahu jika papa cinta sama mama ku. Maka Intan adalah orang pertama yang menjadi pendukung hubungan mama dan papa." kata Angel.
"Cinta yang seperti apa yang Intan ini miliki. Ini bukan langka lagi, bahkan sudah punah bersama pergi nya Intan dari dunia ini." kata Rafi.
Rafi sangat kagum sekaligus tak percaya, pantas saja keluarga pacar nya berziarah kesini setiap tahun nya. Itu karna Intan adalah orang yang sangat berjasa untuk keluarga Angel.
"Aku tak percaya, jika di dunia ini ada orang yang seperti Intan ini." kata Rafi.
"Awal nya aku juga tidak percaya, tapi setelah mama dan papa cerita kan. Aku baru tahu apa yang sebenar nya terjadi. Bukan hanya mama dan papa, nenek, oma bahkan semua anggota keluarga ku tahu betul aoa yang Intan laku kan untuk papa." kata Angel.
__ADS_1
"Papa mu benar, ini lah bukti dari cinta tak harus memiliki itu nyata ada nya. Aku tak bisa membayang kan bagai mana jika aku ada di posisi nya Intan. Mampu melihat orang yang aku cintai bersama orang lain. Bahkan menjadi jembatan untuk mempersatu kan orang yang ia cintai, itu kan tidaj mudah." kata Rafi.