Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Amarah Gilang


__ADS_3

Sesampai nya Gilang di kampus, Gilang bagai kan orang yang sedang kerasukan. Ia menghampiri Angel dan teman-teman, yang masih berada di kursi parkiran.


"Ayo pulang." kata Gilang dengan kasar nya.


Semua yang ada di sana sangat kaget dengan apa yang Gilang laku kan. Laki-laki tampan itu bagai kan lupa diri, ia benar-benar terbakar oleh api kecemburuan saat ini.


"Gilang, apa-apaan sih kamu. Ini kampus tahu gak, ramai orang yang melihat kita." kata Angel.


"Hey, lepasin gak. Ngapain kamu pegang teman kita." kata Ratih.


"Iya, kamu gak malu ya. Main pegang aja." kata Mela bagun dari duduk nya.


"Jangan macam-macam kamu sama teman kita." kata Barong juga ikut berdiri.


"Aku tidak perduli sama apa yang mereka lihat, dan kalian jangan ikut campur. Yang harus kalian tahu hanya satu hal, dia adalah istri ku. Aku tidak akan membiar kan siapa pun mendekati nya." kata Gilang lantang.


Bagai kan tersabar petir, teman-teman Angel kaget bukan main. Apa yang lelaki tampan itu kata kan bagai kan hipnotis bagi mereka. Sehingga mereka tak mampu untuk mengangkat bibir, untuk mengeluar kan sepatah kata pun.


"Lang, lepas kan tangan ku. Apaan kamu ini, aku gak ingat pernah jadi istri mu." kata Angel berusaha melepas kan tangan nya.


"Ingat atau tidak, tidak ada yang bisa merubah status mu sebagai istri ku." kata Gilang.


Angel tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya bisa mengikuti langkah kaki Gilang yang terus memegang tangan nya. Bagai kan menyeret hewan yang tidak mau ikut tuan nya saja.


Sampai di mobil, Gilang membuka pintu mobil nya lebar-lebar. Tanpa melepas kan tangan Angel dari genggaman tangan nya.


"Masuk." kata Gilang kasar.


Gilang mendorong tubuh Angel untuk masuk kedalam mobil. Gilang terlihat sangat menakut kan sekarang. Ketampanan nya seakan hilang di mata Angel. Karna ulah nya yang kasar dan brutal.

__ADS_1


Setelah Angel masuk kedalam mobil, Gilang pun ikut masuk. Langsung menginjak gas mobil, mobil itu melaju sangat kencang meninggal kan kampus.


"Lang, jangan gila kamu. Ini jalan raya, bahaya tahu gak." kata Angel berusaha menghenti kan aksi Gilang yang brutal itu.


"Kamu gak perlu takut Ngel, kalo pun mati. Kita akan mati bersama kan, aku gak akan biar kan kamu di ambil orang." kata Gilang.


"Gila kamu ya, aku gak ingin mati sekarang. Apa lagi mati bareng sama kamu, lebih aku gak mahu lagi." kata Angel.


"Kenapa Angel, kenapa. Kamu suka sama cowok yang bersama mu waktu itu. Itu pacar kamu kan, apa lebih nya dia di banding aku." kata Gilang.


"Banyak lebih nya Rafi dari pada kamu, Rafi orang setia dab baik hati. Sangat beda jauh sama kamu yang playboy dan gak tahu diri." kata Angel.


Mendengar apa yang Angel kata kan, darah Gilang semakin naik saja. Ia makin menambah kecepatan mobil nya, membelok-belok bagai kan cacing kepanasan. Memotong arah laju nya mobil orang lain.


"Berhenti Gilang, berhenti. Aku gak ingin mati bareng kamu, aku gak mahu." kata Angel.


"Diam Angel, diam. Kamu gak bisa bandingin aku dengan lelaki mana pun. Aku tidak suka kamu banding kan, kamu adalah istri aku. Istri sah dari Gilang Wirako. Tidak ada yang bisa memiliki kamu sealain aku." kata Gilang lantang.


Apa yang Gilang tunjukan saat ini, mungkin sifat asli dari Gilang yang yang usil dulu nya. Yang selalu bikin Angel merasa nyama saat berada di samping Gilang. Walau pun mereka nikah tidak di dasari cinta. Tapi, apa yang Gilang laku kan mampu membuat Angel nyaman di saat bersama.


Tapi saat ini, ntah setan mana yang telah masuk kedalam raga Gilang. Sehingga membuat lelaki tampan itu berubah sangat jauh berbeda dari yang sebelum nya.


***


Mereka sampai di rumah, saat itu pula Angel baru bisa melepas kan nafas lega nya. Baru lah bisa bernafas, Gilang sudah turun saja dari mobil.


Gilang membuka pintu mobil Angel. Dan meminta Angel untuk turun sekarang.


"Turun." kata Gilang.

__ADS_1


"Ngak."


"Turun." kata Gilang sambil membuka pintu dan memegang tangan Angel.


Lagi-lagi Gilang memaksa Angel untuk turun dari mobil.


"Aku bisa turun sendiri Lang, jangan paksa aku. Apa kata bik Niah saat melihat apa yang kamu laku kan pada ku." kata Angel berusaha melepas kan tangan.


"Aku tidak perduli apa yang ingin ia kata kan. Aku tidak perduli apa yang mau mereka pikir kan. Yang penting jangan ganggu urusan ku." kata Gilang.


"Lang, jangan gini dong Lang. Ayo lah, bersikap baik sebagai laki-laki." kata Angek dengan nada memelas.


"Kurang baik apa aku sama kamu Angel, kamu istri aku. Aku tidak pernah minta kamu layani selama kita nikah. Tapi kamu malah bermain dengan lelaki lain." kata Gilang.


"Turun sekarang, ayo." kata Gilang sambil menarik tangan Angel.


Gilang menarik tangan Angel, Angel terus saja meminta Gilang melepas kan nya. Ia berusaha membuat Gilang sadar dengan apa yang Gilang laku kan saat ini.


Saat ingin naik tangga, bik Niah menghampiri mereka. Karna Angel terus berteriak minta di lepas kan sama Gilang.


"Bik Niah, untuk yang satu ini aku minta sama bibik jangan ikut campur. Ini adalah urusan aku dan Angel, aku suami sah nya Angel. Aku minta sama bik Niah, abai kan apa pun yang kalian dengar kan dari kamar ku." kata Gilang.


Bik Niah tidak bisa bicara apa pun lagi, karna sudah di minta tidak ikut campur. Karna mereka adalah suami istri, apa yang mereka lakukan. Itu hak nya mereka, mau apa pun.


"Lang, kamu jangan gila gini dong Lang. Lepas kan aku Lang, bik Niah tolong aku bik." kata Angel meminta belas kasihan.


"Maaf kan saya non, untuk satu ini bibik gak bisa non." kata bik Niah.


Gilang terus membawa Angel naik tangga, tanpa mendengar kan apa yang gadis itu kata kan. Ia terus saja menyeret Angel, membawa naik keatas.

__ADS_1


Gilang membuka pintu kamar milik nya, Angel berusaha untuk melepas kan diri dari cengkraman Gilang. Tapi bagai mana pun, Gilang terlalu kuat untuk nya. Ia tidak bisa lari walau berusaha sekuat tenaga. Tetap saja, apa yang Angel laku kan hanya lah sia-sia belaka. Ia berharap, ada keajaiban yang bisa menyelamat kan diri nya dari Gilang yang mungkin sangat menakut kan untuk saat ini.


__ADS_2