
Angel semakin merasa jijik sama Gilang dan pacar nya yang ada di depan rumah mereka. Dapat di lihat dari gaya nya saja, wanita yang mengaku sebagai pacar Gilang ini sangat mata duitan, alias matre kabeh lah.
"Kamu urus tuh pacar mu, jangan bikin ribut di rumah kita. Mau ribut bawa kehotel sana." kata Angel.
"Ngel, jangan salah paham lagi dong. Kamu kan belum tahu bagai mana cerita nya." kata Gilang.
"Peduli apa aku sama hubungan kamu dan pacar mu. Hanya saja, jangan bikin kacau di rumah ku. Kamu paham kan apa maksud aku." kata Angel.
Sementara itu, Selena merasa sangat tidak di angap lagi oleh Gilang. Selena di biar kan sendiri di luar sedang kan Gilang malah lebih peduli sama gadis cuek yang baru datang itu.
"Gilang, kamu itu pacar aku. Ngapain kamu malah urus wanita yang terlihat jelas tidak suka sama kamu itu." kata Selena angkat bicara.
"Diam kamu Lena, selama ini aku itu sudah sangat capek sama kamu tahu gak. Kamu yang banyak mau nya, kamy yang tidak bisa di atur dan banyak hal buruk lain nya lagi." kata Gilang.
"Apa?"
"Kenapa baru sekarang kamu bicara masalah aku yang gak nurut sama kamu. Kemarin-kemarin kamu baik-baik aja sama tingkah aku." kata Selena gak mau kalah.
"Ya kemaren aku masih bisa sabar, tapi saat ini aku udah gak sabar lagi." kata Gilang.
"Dasar kamu ya, habis manis sepah di buang. Lelaki gak tahu terima kasih kamu Gilang, kamu ingat ada yang mau sama kamu jika tahu bagai mana kelakuan bejat mu itu." kata Selena.
"Diam Lena, jangan banyak bicara lagi. Aku sangat tidak suka sama apa yang kamu kata kan." kata Gilang.
"Apa aku butuh persetujuan mu untuk bicara, kamu suka atau tidak itu urusan mu. Yang penting aku mau kata kan apa yang aku tahu tentang kamu." kata Selena.
"Hey wanita baru tinggal disisi Gilang. Aku gak tahu ya, kamu itu di bayar atau memang istri sah nya Gilang ini. Asal kamu tahu, jika kamu memang istri sah nya Gilang. Maka kamu harus tahu, Gilang ini sudah banyak gadis yang ia nodai dan ia tinggal kan saja" kata Selena pada Angel.
"Aku tak perduli sama apa yang kalian laku kan. Yang penting, jangan bikin gaduh di depan rumah ku. Pergi dari sini sekarang, jika kamu gak ingin aku lapor kan pada satpam yang berjaga di daerah ini." kata Angel.
"Dasar kamu wanita murahan, aku akn bikin perhitungan sama kamu. Aku akan buat kamu nyesal nanti nya." kata Selena.
__ADS_1
"Mau pergi sekarang atau tidak, aku hitung sampai tiga. Jika tidak pergi maka aku akan panggil kan satpam, agar kamu di usir secara tidak baik." kata Angel.
Terik Angel memang sangat jitu, apa yang ia kata kan sangat mujarab bagi Selena. Karna Selena dengan cepat-cepat pergi dari sana. Meninggal kan rumah Gilang dengan persaan marah nya.
Sedang kan Gilang tersenyum menatap Angel. Istri nya ternyata pintar juga memgusir kucing betina.
"Pintar juga kamu ngusir kucing betina ya Ngel." kata Gilang.
"Jangan banyak bicara, aku gak ingin wanita itu datang kesini lagi. Asal kamu tahu, jangan bikin gara-gara kalo kamu gak punya jalan untuk menyelesai kan nya." kata Angel.
"Baik lah buk, saya tahu saya punya banyak masalah. Jadi beri saya sedikit saja waktu untuk memperbaiki masalah saya." kata Gilang.
"Basi." kata Angel sambil pergi meninggal kan Gilang di depan pintu.
Gilang tersenyum senang, ternyata Angel tidak tambah marah karna hadir nya Selena di rumah mereka hari ini. Malahan Angel mau bicara dan bantu mengusir Selena dari sana.
***
Sedang kan Selena samgat kesal, ia sekarang berada dalam mobil yang ia pesan secara online tadi.
"Pak, dimana ada rumah sakit di kota ini." kata Selena.
"Tak jauh dari sini ada mbak, apa mau saya antar kesana." kata sopir itu.
"Apa kah rumah sakit di dekat hotel tempat saja nginap tidak ada pak." kata Selena.
"Ada mbak, tapi rumah sakit nya agak mahal. Karna itu rumah sakit yang sangat terkenal di kota ini." kata Sopir itu lagi.
"Tidak masalah, antar kan saja saya kerumah sakit itu." kata Selena.
"Baik mbak."
__ADS_1
Mobil pun meluncur, menuju rumah sakit yang di maksud. Selena terus tersenyum bagai kan orang gila, saat masih di dalam mobil. Ntah apa yang ia rencana kan, yang jelas itu lah rencana buruk yang Selena temu kan untuk membiat Gilang terus berada di samping nya.
***
Sedang kan Gilang berusaha terus mendekati Angel, dengan berbagai cara dan upaya. Agar bisa berbaikan lagi dengan Angel, orang yang ia cinta saat ini.
Saat ini, Angel sedang duduk di ruang tamu. Ia sedang menikmati cemilan yang ada di sana. Gilang datang menghampiri Angel dengan membawa segelas jus naga.
"Nih, minum nya." kata Gilang sambil menyodor kan minuman itu.
"Gak usah, aku gak haus kok." kata Angel tanpa melihat Gilang. Ia sibuk melihat majalah yang ada di tangan nya.
"Gak haus ya, tapi jus naga punya ku kok gak ada lagi." kata Gilang.
Angel melihat gelas yang ada di samping nya. Benar saja, gelas itu sudah kosong tanpa sisa.
"Itu kan memang udah habis dari tadi." kata Angel menutupi rasa malu nya.
"Udah, gak usah malu. Aku gak pikun kok, nyantai aja lah." kata Gilang sambil senyum.
"Ya emang aku gak minum mau di apa kan." kata Angel.
Sebenar nya, memang Angel yang meminum jus naga milik Gilang. Ia terlalu haus, saat melihat ada jus di atas meja. Ia langsung minum saja tanpa pikir lagi.
"Ya sudah lah, mungkin aku yang lupa. Tapi kalau kamu gak mau jus ini, aku aja yang minum lagi." kata Gilang.
"Serah kamu aja lah, minum aja sendiri aku gak tertarik." kata Angel.
"Gimana mau tertarik, orang kamu udah minum jus aku." kata Gilang.
"Ih, ngak ada aku minum jus kamu. Kamu aja yang salah samgka, kamu yang minum bilang aku." kata Angel.
__ADS_1
"Iya maaf, tapi aku gak haus jadi nya sekarang." kata Gilang meletak kan jus itu di meja.
Gilang pun beranjak menuju dapur, saat Gilang pergi. Angel melihat jus, rasa haus nya pun kembali merajai.