Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Warna hijau


__ADS_3

Rafi meninggal kan Angel sendirian di taman. Angel menangis menatap kepergian orang yang paling ia sayang.


"Maaf kan aku Rafi, aku cinta sama kamu. Tapi aku tidak bisa melanjut kan hubungan kita, karna aku akan bikin kamu terluka cepat atau lambat." kata Angel lirih.


"Ha... Ha... Ha.. Sakit ya di Tinggal sama orang yang kamu sayangi." kata Mela tiba-tiba menghampiri Angel.


Angel melihat kearah Mela, dia tahu gadis itu cukup benci sama diri nya. Karna Rafi lebih mencintai Angel, dan tidak menanggapi perasaan Mela.


"Tahu apa kamu soal sakit hati Mela, kamu belum tahu bagai mana rasa sakit hati. Jadi gak usah kamu banyak bicara." kata Angel.


"Aku gak pernah merasa kan sih, hanya saja aku terlalu senang saat Rafi meninggal kan mu. Jadi kamu tahu diri lah, bagai mana rasa nya di sakiti." kata Mela.


"Jangan banyak bicara, kamu tidak tahu rasa nya sakit. Tapi bicara soal sakit, aneh." kata Angel sambil berlalu pergi.


Mela menatap nya sambil tersenyum puas, Angel tidak mau meladeni Mela terlalu lama. Ia tahu, gadis seperti Mela tidak bisa di ajak bicara terlalu lama.


Angel berjalan menuju kelas nya, mata nya terlihat merah karna baru saja menangis.


Di dalam kelas, Ratih dan Barong sedang bercanda ria.


Saat melihat Angel dengan wajah kusut dan mata merah. Ratih dan Barong menghenti kan candaan nya.


"Angel, kamu kenapa lagi sih. Siapa yang bikin kamu kayak gini." kata Ratih.


"Iya, siapa yang bikin kamu sedih. Kata kan pada ku Angel, biar aku labrak dia sekarang juga." kata Barong.


"Gak ada yang bikin aku sedih di sini. Kalian gak perlu melabrak siapa pun. Aku baik-baik saja, hanya ada masalah keluarga saja." kata Angel berbohong.


"Oh, apa kamu butuh tempat curhat Ngel. Aku akan mendengar kan apa yang ingin kamu curhat kan." kata Ratih penuh pengertian.


"Gak perlu Ratih, aku baik-baik saja saat ini. Aku belum bisa curhat sama kalian." kata Angel.


"Apa kamu butuh bahu untuk bersandar sayang, aku siap memberi kan bahu ku untuk mu." kata Barong.


"Ye... Itu mah mau nya kamu Rong. Gak usah mau Angel, nanti Barong modusin kamu lagi." kata Ratih.


"Ya elah, mana ada aku modus. Aku kan hanya menawar kan bahu gratis lho, masa kamu bilang aku modusin Angel nanti nya." kata Barong.

__ADS_1


"Ya emang kamu suka modusin cewek-cewek. Tapi sayang nya gak di tangepin sama cewek-cewek nya." kata Ratih.


"Ih dasar kamu orang sirik Ratih, aku gak akan modusin Angel lah. Angel kan teman ku, jika jadi demen juga wajar kok." kata Barong.


"Wajar di kamu gak wajar di Angel dan di dunia." kata Ratih.


Angel hanya jadi pendengar apa yang teman nya debat kan. Perdebatan teman nya bisa mengusir masalah nya walau hanya untuk sesaat. Tapi itu berhasil buat Angek tersenyum dengan candaan-candaan yang teman nya keluar kan.


"Udah deh, gak usah ribut lagi. Kalian itu memperebut kan siapa sih." kata Angel ikut bicara juga.


"Oh, aku tahu kalian memperebut kan siapa. Pasti pak Ahmad dosen killer kita kan." kata Angel.


Kedua sahabat nya saling pandang, ternyata misi mereka membuat Angel terhibur, berhasil juga. Bukti nya Angel visa tertawa sekarang.


"Apa?" kata Ratih.


"Ogah banget aku rebutan sama Barong. Apa lagi rebutan pak Ahmad." kata Ratih.


"Apa lagi aku, jangan kan pak Ahmad. Uang satu juta aja gak mau aku rebutan sama Ratih." kata Barong.


"Alah, bohong banget kamu. Jika uang satu juta gak mau rebutan sama aku." kata Ratih.


"Ya aku gak akan rebutan sama Ratih Ngel, tapi aku langsung lamar Ratih sama uang yang satu juta itu." kata Barong.


"Lah, sakit banget kamu ya. Uang sejuta mau lamaran anak orang. Mana ada yang bikin lamaran segitu, aku kemall aja gak sampai satu jam habis itu uang." kata Ratih.


"Iya, aneh banget kamu Barong. Uang nya dapat nemu lagi kan." kata Angel.


"Iya gak papa lah, orang uang nya gak ada kan sekarang. Kalo ada mah lain cerita atuh neng." kata Barong.


Mereka pun tertawa bersama-sama, karna apa yang barong kata kan ada benar nya juga. Mereka kan hanya bermain dengan hayalan yang gak akan jadi nyata.


***


Sedang kan di tempat lain, mama dan oma sedang menuju sebuah butik. Butik baju pengantin yang terkenal di kota itu.


Saat mereka masuk kedalam butil, karyawan butik itu menyambut mereka dengan sangat ramah.

__ADS_1


"Silakan masuk, anda sudah di tunggu ruang tamu sama bos Syella." kata karyawan itu.


Syella adalah nama pemilik butik baju penagntin itu. Syella dan Lia kenal sejak lama, sejak memesan baju pernikahan Lia sama Arka. Esy juga saat nikah, baju pengantin nya dari butik Syella.


Maka nya sekarang, mereka sudah sebagai langanan. Bahkan sudah berteman karana kedekatan itu.


"Terima kasih mbak." kata Lia sambil berjalan meninggal kan karyawan itu.


Lia dan mertua nya pun menuju ruang tamu butik yang terletak akan masuk kedalam butik lagi.


Saat Lia dan mertua nya sampai di ruang tamu. Ternyata di sana sudah ada Esy dan Gilang. Juga di temani oma Windi di sana.


"Udah lama nunggu nya ya, maaf ya agak macet tadi." kata Lia.


"Gak lama lah, baru datang juga kami." kata Esy.


"Mana sicantik Angel, kok gak kelihatan." kata oma.


"Ini lah masalah nya tante, Angel gak bisa ikut datang kesini. Karna kelas dadakan nya pagi ini, ia harus datang kekampus. Kelas pagi nya juga mengada kan ujian, maka nya tidak bisa ia tinggal kan." kata Lia.


"Iya, maaf kan cucu ku Windi. Dia agak sibuk dengan kuliah nya." kata mama Winda.


"Gak papa Winda, aku ngerti kok sama anak kuliahan. Pasti sibuk banget kan, apa lagi mau ujian." kata oma Windi.


"Iya, gak papa Lia. Kamu kan tahu bagai mana saat kita kuliah dulu kan." kata Esy.


"Iya, anak muda sekarang. Jadi bagai mana dengan baju nya Lia." kata Syella


"Angel tidak masalah dengan baju nya. Tubuh nya dan aku kan gak jauh beda. Hanya saja, ia mau warna hijau baju nya." kata Lia.


"Kenapa harus warna hijau?" kata Gilang ikut bicara.


"Iya tante gak tahu juga lah nak, tapi warna hijau adalah warna favorit Angel." kata Lia.


"Oh, jadi Angel suka warna hijau ya tante." kata Gilang.


"Iya Gilang, Angel suka banget malahan sama warna hijau." kata Lia.

__ADS_1


"Calon istri mu unik kan sayang." kata oma Windi.


__ADS_2