Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Mencium


__ADS_3

Malam ini Angel terlihat sangat bahagia, karna kehadiran teman-teman nya. Gilang juga merasa bahagia karna bisa melihat istri nya bahagia.


"Ngel, istirahat sekarang aja ya. Udah malam nih, kamu gak boleh tidur terlalu malam." kata Gilang.


"Sebentar lagi, aku masih ingin ngobrol sama yang lain." kata Angel.


"Besok aja ya, ini kan udah malam. Mereka juga pasti mau istirahat kan. Apa lagi kedua oma kan, pasti sangat capek." kata Gilang.


"Iya aku tahu, tapi aku belum ngantuk." kata Angel.


"Gak tidur, baring-baring aja di kamar ya." kata Gilang.


Bukan nya ikut apa yang Gilang kata kan, Angel malahan melotot kearah Gilang. Ini bikin Gilang tak bisa berkata apa-apa lagi. Gilang memilih diam, karna ia tahu kalau Angel marah pada nya.


"Ya sudah, terserah kamu aja lah. Yang penting jaga kesehatan nya. Jangan banyak begadang." kata Gilang.


Angel tidak menjawab apa yang Gilang kata kan. Ia meninggal kan Gilang di depan pintu dan berjalan menuju ruang tamu. Di mana ada semua keluarga nya di sana.


Sampai kapan kamu marah sama aku, aku kan gak tahu lagi mau bagai mana. Kata Gilang dalam hati, sambil menatap pungung Angel.


"Kamu tinggal kan di mana Gilang nak." kata papa Arka.


"Ada di sana pa, bentar lagi juga kesini kok." kata Angel.


"Kok gak barengan aja sih, main jalan dulu aja kamu nya." kata mama Lia.


"Lia, jangan banyak komen pada menantu ku. Gilang kan udah besar, nanti dia pasti datang kesini juga kan." kata Esy.


Benar saja, tak lama Gilang datang keruang tamu.


"Opa yakin nih mau tidur di luar, gak takut dingin." kata Gilang langsung bicara.


"Aduh kamu ini, gak usah cemas kan opa. Opa gak masalah, hanya tidur di luar kamar saja kamu jadi khawatir." kata opa.

__ADS_1


"Aku takut nya opa gak bisa tidur di luar opa." kata Gilang lagi.


"Jangan kan tidur di luar, tidur di hutan aja opa gak masalah." kata opa.


"Yang benar aja opa gak masalah tidur di hutan." kata Angel.


"Iya dong sayang, kamu gak tahu ya." kata opa.


Mereka terus saja ngobrol sambil bercanda, ada tawa ria di sana malam ini. Karna Gilang merasa capek, ia minta izin untuk masuk kamar duluan. Dengan alasan mau merapi kan kamar.


Gilang pun berjalan menuju kamar tamu, ia malam ini mereka tidur di kamar tamu. Karna kamar atas di untuk kan buat dua oma dan dua mama. Lagian, Angel udah pindah kamar karna gak di boleh kan turun naik tangga sama Gilang.


Sampai di kamar, Gilang merebah kan tubuh nya di sofa. Angel memang mengizin kan Gilang tidur sekamar dengan nya. Itu pun dengan alasan karna Gilang ingin merawat Angel.


Dan Gilang tidak keberatan jika Angel masih belum bisa menerima nya. Walau bagai mana pun, Gilang sadar. Kesalahan yang ia buat sangat lah besar, sangat sulit untuk mendapat kan maaf.


Karna sangat capek, Gilang pun terlelap dengan cepat. Ia tidak ingat lagi jika istri nya belum masuk kamar.


***


Angel menghampiri Gilang, menatap wajah tampan itu dari dekat. Terlihat sangat tampan dan begitu membuat hati merasa kagum akan tampan nya wajah Gilang.


"Yang capek itu kamu ternyata, bukan aku." kata Angel dengan suara pelan.


Angel membelai wajah Gilang dengan lembut, sambil terus menatap wajah yang terlelap itu.


"Maaf kan aku Gilang, tapi semua yang terjadi ini sangat sulit untuk aku." kata Angel.


Tentu saja tidak ada jawaban, karna Gilang memang sedang tidur pulas di sana. Mana dengar ia, kalau Angel sedang bicara pada nya.


Angel menadarat kan ciuman di pipi Gilang yang sedang tidur itu. Satu ciuman, yang ntah bagai mana bisa ia laku kan begitu saja. Padahal Angel sama sekali tidak memikir kan sebelum nya akan mencium Gilang.


Tapi sekarang malah ia mencium Gilang, tidak tahu dapat dorongan dari mana. Bibir nya ringan saja mendarat di pipi putih milik lelaki tampan yang menjadi suami nya ini.

__ADS_1


Setelah mencium Gilang, Angel malah jadi malu sendiri. Ia menutup bibir nya dengan tangan kanan. Lalu bangun dari jongkok, meninggal kan Gilang di sana.


Angel mengambil selimut, lalu menyelimut kan selimut nya di tubuh Gilang. Lalu meninggal kan suami nya di sana sendiri.


***


Sudah satu jam ia mencoba memejam kan mata nya. Namun belum juga mau tidur, mata Angel tak lepas menatap Gilang yang tidur nyenyak di atas sofa. Seseklai bergerak perlahan, namun tidak sadar.


Kenapa rasa nya aku gak mau jauh dari Gilang ya malam ini, kenapa rasa ingin sekali tidur bersama Gilang sih. Kata Angel dalam hati nya.


"Apa ini yang di nama kan bawaan ya, tapi kok gini amat sih." kata Angel bicara sendiri.


"Jangan banyak tingkah dong nak, kamu kan belum tahu apa-apa. Masa udah banyak tingkah nya sih." kata Angel sambil mengelus perut nya.


Pada akhir nya, Angel bagun juga. Menghampiri Gilang lagi, menatap nya. Walau dalam hati, Angel masih merasa ada sakit yang bersemayam.


Gilang sadar, saat satu buliran bening jatuh di pipi nya. Itu adalah air mata Angel, air mata yang jatuh tanpa sengaja. Tiba-tiba hati nya sakit saat ingat bahwa Gilang punya anak dengan pacar nya.


"Kamu kenapa Ngel, ada apa?" kata Gilang kaget.


"Aku... Aku gak papa kok, maaf udah bikin kamu kaget dan bangun dari tidur nyenyak mu." kata Angel sambil menyapu air mata yang masih ada di pipi nya.


"Gak papa kok nangsis sih, ada apa Ngel. Kata kan saja pada ku, gak usah cangung." kata Gilang sambil bangun dengan badan yang masih lemah.


"Gak papa, aku hanya kelilipan kok." kata Angel sambil menuju ranjang nya.


"Apa ada yang sakit, kamu gak usah mikir mau bangunin aku. Kalau ada butuh apa-apa ya." kata Gilang.


Gilang berjalan, duduk di samping Angel di atas ranjang.


"Aku gak papa kok Lang, jangan cemas sama aku. Gak ada yang sakit dan gak ada yang aku butuh kan juga saat ini. Kamu tidur aja lagi ya, aku benaran gak papa kok." kata Angel.


"Ya udah, ayo tidur lagi ya. Ini udah tengah malam lho." kata Gilang sambil membantu Angel baring di kasur.

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Maaf lho ya teman-teman, aku gak terlalu bisa bikin yang romantis-romantis. Mau bikin yang romantis malah jadi nyesak deh. Maaf sekalia lagi ya, harap maklum lah. 😄😄😄


__ADS_2