
Pagi ini, adalah hari baru bagi Angel untuk datang kekampus. Bukan kampus baru sih, melain kan hari baru untuk pertama kali masuk setelah libur dua minggu yang ia ambil.
"Ngel, perlu aku antar kekampus gak nih." kata Gilang menawar kan.
"Gak perlu Lang, aku kan sama mas Agus pergi nya." kata Angel.
"Ya udah kalo gak mau aku antar, aku juga ada kerjaan hari ini." kata Gilang.
"Kerjaan apa, tumben kamu punya kerjaan." kata Angel.
"Ya punya dong Ngel, kalo ngak gimana mau kasih makan anak orang. Aku kan mau kekantor papa, hari ini." kata Gilang.
"Mau kekantor papa kok malah nawarin mau antar aku." kata Angel.
"Ya elah, santai aja kali muka nya. Gak usah kayak ngarep banget aku antarin." kata Gilang.
"Dasar kamu Gilang sakit, salah makan obat lagi ya pagi ini. Jadi gak bagus lagi deh otak nya." kata Angel sambil berjalan keluar rumah.
Sedang kan Gilang masih tertawa bahagia di depan pintu rumah. Ia berhasil membuat istri nya merasa kesal lagi pagi ini. Tapi sebenar nya, Gilang memang benar ingin memgantar kan Angel kekampus, karna di tolak sama Angel. Jadi nya, otak Gilang kembali kambuh deh, jadi eror lagi.
"Jalan sekarang mas, gak usah lihati orang sakit yang ada do depan pintu itu." kata Angel dengan kesal nya.
"Baik non." kata Agus menahan tawa nya.
****
Hubungan Gilang dan Angel makin baik saja, walau kadang selalu ada rasa kesal di antar kebersamaan yang mereka lalui. Tapi itu adalah pelengkap buat waktu bersama.
Walau pun Angel merasa kesal, tapi saat sudah jauh dari Gilang. Angel akan tersenyum memikir kan apa yang Gilang laku kan pada nya.
Ternyata, benih cinta itu sudah mulai tumbuh. Kata pepatah bilang, jangan terlalu membenci seseorang. Karna letak nya cinta dan benci itu sama-sama di hati. Itu lah pepatah pujangga, kayak nya sih gitu ya. 😛(anggap saja iya)
****
Angel sampai di depan gerbang kampus nya. Mobil masuk melaju menuju parkiran, di parkiran ada Ratih sendirian.
Angel turun dari mobil, rasa nya sudah sangat lama ia tidak menginjak kan kaki nya di kampus ini.
__ADS_1
"Ya ampun princess, baru turun dari kahyangan kamu ya." kata Ratih saat melihat Angel.
"Kamu kok tiba-tiba jadi aneh dan norak ya Tih, apa selama dua minggu semua nya sudah berubah ya." kata Angel heran.
"Hey, harus nya aku yang bilang seperti itu tahu gak. Sejak kamu menghilang selama dua minggu, aku lihat kamu makin cantik dan makin bahagia saja." kata Ratih sambil mengelilingi tubuh Angel.
"Sakit deh kayak nya ni anak, aku biasa aja tahu gak. Ngomong-ngomong, di mana Barong. Kamu kok sendiri sih." kata Angel.
"Yah, sejak kamu gak ada aku lebih banyak sendiri lah. Barong dan Mela asik pacaran saja." kaat Ratih.
"Apa?" kata Angel kaget dengan suara yang lantang.
"Eh, gak bisa ya kaget nya gak usah lebay. Ini kan masih pagi buk, ngapain kamu teriak keras-keras." kata Ratih.
"Emang nya ada ya, orang kaget itu suara nya rendah aja. Bicara sambil senyum, gitu." kata Angel.
"Ya kan gak gitu juga kali, ini masih pagi buk. Kamu gak lihat noh, orang pada liatin kita." kata Ratih.
"Bodo amat lah, mana peduli aku sama orang-orang." kata Angel.
"Sejak kapan kamu gak peduli sama orang-orang hah?" kata Ratih.
"Cukup, aku gak mau mendengar kan kata ini mu yang terlalu banyak bereretan itu." kata Ratih menghenti kan kata-kata Angel.
Di saat mereka masih sibuk sama obrolan dan candaan mereka. Tentang apa saja yabg terjadi selama dua minggu belakangan ini. Rafi datang menghampiri mereka.
"Hai, apa kabar Nge." kata Rafi.
Angel terdiam, Ratih menyenggol bahu Angel. Menyuruh agar Angel menjawab sapaan Rafi yang baru pertama kali nya terjadi saat mereka putus.
"Hai Raf, kamu mau kemana." kata Ratih yang menjawab.
"Ya aku mau kekampus lah, mau kemana lagi." kata Rafi.
"Salah deh gue." kata Ratih pelan.
"Apa kabar Angel, dua minggu kamu gak datang kekampus. Aku harap kamu baik-baik saja ya." kata Rafi.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja kok Raf, kamu apa kabar nya." kata Angel.
"Aku pamit dulu ya, mau ketoilet aja deh." kata Ratih yang pengertian.
"Mau kekantin atau kecafe aja Ngel." kata Rafi menawar kan.
"Gak usah, aku mau langsung kekelas saja." kata Angel.
Angel berusaha ingin menghindar dari Rafi, karna ia tak ingin rasa cinta nya bangun lagi.
Apa lagi saat ini, ia sudah punya suami di rumah.
"Tunggu Angel, kamu tidak perlu menghindar dari aku lagi. Aku sudah tahu apa yang terjadi, kamu tidak perlu merasa bersalah atau apa pun pada ku." kata Rafi.
"Kamu tahu apa yang terjadi, bagai mana bisa kamu tahu." kata Angel.
"Tidak perlu di sembunyi kan lagi apa yang terjadi. Aku sudah tahu segala nya, dan kamu sekarang susah nikah kan." kata Rafi.
"Dari mana aku tahu, itu tidak lah penting. Bagai mana aku tahu, juga tidak penting. Yang penting aku ingin kita tetap bersama walau hanya sebatas teman Ngel." kata Rafi.
"Dan anak-anak di taman selalu menanya kan mu, aku tidak tahu mau jawab apa. Mereka kagen sama kamu, aku harap kamu ada waktu untuk mengunjungi mereka ya." kata Rafi.
"Benar kah apa yang kamu kata kan. Bagai mana keadaan mereka saat ini, apa kah baik-baik saja?" kata Angel.
"Mereka baik-baik saja Ngel, mereka ingin aku membawa kamu bertemu mereka." kata Rafi.
"Baik lah, nanti aku akan pergi bersama mu ketaman ya. Tapi bukan hari ini, nanti aku kasih tahu sama kamu." kata Angel.
"Baik, aku tunggu kabar dari mu Ngel. Aku harap secepat nya kamu bisa datang, karna minggu besok. Alif berulang tahun, aku ingin kita bisa meraya kan nya." kata Rafi.
"Alif?" Angel bingung dengan nama itu.
"Ya Alif, anak yang pertama kali bilang kamu bintang." kata Rafi.
Angel mengingat siapa yang bernama Alif, sampai ia ingat sama anak yang berusia lima tahun itu. Anak itu mengata kan....
"Kakak cantik, kamu bagai kan bintang saat malam gelap. Kamu adalah bintang yang paling cerah, yang berada di langit malam." kata anak berumur lima tahun itu.
__ADS_1
"Apa kamu sudah ingat sama anak itu Angel." kata Rafi membuyar kan lamunan Angel.
"Iya, aku ingat sama anak itu." kata Angel.