
Angel keluar dari kelas, Rafi suda ada di teras depan kelas pacar nya. Menunggu sanga pacar keluar sejak tadi.
Rafi masih memikir kan, apa kah yang terjadi dengan pacara nya saat ini. Angel terlihat sangat tidak baik-baik saja, walau pun Angel mengata kan ia sangat baik saat ini.
"Ella, kita jalan ketaman biasa ya. Aku lihat kamu butuh udara segar deh kayak nya." kata Rafi.
"Aku tidak bisa ketaman sekarang Raf, ada hal yang harus aku selesai kan." kata Angel.
"Ella, kapan kamu punya waktu buat bohong dan menghindar sama aku. Kamu tahu kan, aku sangat kenal bagai mana kamu." kata Rafi.
Angel menatap Rafi, ada rasa bersalah dan sedih dalam hati Angel saat ini. Ia tidak bisa menyakiti hati Rafi, orang yang sangat Angel cintai selama ini.
"Baik lah, kita akan ketaman hari ini. Tapi gak lama, aku punya banyak tugas yang harus aku kerja kan." kata Angel.
"Ok, siap sayang. Kita gak akan lama kok, palingan tiga jam di taman itu." kata Rafi sambil bercanda.
"Ampun, kamu bilang tiga jam itu gak lama." kata Angel.
"Gak lama lah kalo sama kamu, kamu kan bikin waktu aku berjalan cepat tahu gak." kata Rafi.
"Kamu pikir aku jam ya, tega banget deh kamu ini." kata Angel.
"Aku gak bilang gitu kok sayang, kamu fitnah nih." kata Rafi.
Mereka sampai di mobil sambil terus saja bercanda. Angel terlihat bahagia dan melupa kan apa yang telah ia alami tadi malam.
"Mas Agus, ketaman biasa ya." kata Rafi.
"Baik mas, singah di tempat biasa juga ya untuk beli jajan." kata Agus.
Agus sudah tahu betul apa yang mereka biasa laku kan. Mereka suka datang ketaman yang tak jauh dari desa. Dan singgah di market untuk beli jajan.
Karna di sana pasti banyak anak jalanan yang akan bermain sama Angel juga Rafi. Kebiasaan mereka berdua main di taman sambil melihat riang nya anak jalanan.
__ADS_1
"Iya dong mas, pasti mampir di market lah. Nanti mau kasih apa jika gak bawa jajan untuk adik-adik." kata Rafi.
"Sayang, kamu kok diam aja sih. Biasa nya kamu yang paling bersemangat saat kita ingin ketaman." kata Rafi.
"Aku gak papa kok Raf, masa aku harus loncat-loncat sih dalam mobil saat kita mau ketaman. Kan gak mungkin, aku semangat kok." kata Angel.
"Aku gak mau lho, kamu merasa terpaksa pergi. Gara-gara kamu mikir tugas kamu nih, jadi gak semangat gini." kata Rafi.
"Kamu mah, wajar dong aku mikir tugas. Karna tugas ku sebanyak itu harus di kerja kan dalam waktu yang cukup singkat." kata Angel.
"Iya sih, ya udah deh. Aku bantuin kamu nanti ya. Kita kerja kan sama-sama tugas kamu." kata Rafi.
"Yakin kamu mau bantu aku, emang kamu ngerti tugas aku." kata Angel.
"Yah,,, gampang itu sayang, kamu itu terlalu meremeh kan aku sih. Lihat aja nanti kemampuan aku bagai mana ya." kata Rafi.
Akhir nya, mobil berhenti di depan mini market. Tempat biasa Angel dan Rafi memilih dan membeli berbagai jajan yang akan di bagi kan pada anak jalanan di taman pinggiran kota.
Selesai belanja, mereka berdua masuk kembali kedalam mobil. Angel begitu banyak membeli jajan, tak sama seperti biasa nya.
"Lho, apa yang salah sih sama barang yang aku beli kan ini. Nunjukin hati apaan sih maksud kamu, aku itu ikhlas tahu gak." kata Angel.
"Ini terlalu banyak gak sih sayang, biasa nya kan kamu gak sebanyak ini beli nya. Hari ini banyak banget, yakin gak marah karna aku ajak ketaman saat kamu banyak tugas." kata Rafi.
"Ya yakin lah, angap aja ini sebagai tanda terima kasih aku sama kamu. Karna kamu mau bantuin aku bikin tugas. Kan selama ini gak pernah kamu bantu aku bikin tugas." kata Angel.
"Iya juga ya, itu kan karna kamu gak pernah minta aku bantu bikin tugas. Mana lah aku mau bantu jika aku gak tahu kamu punya tugas." kata Rafi.
"Non, mas, kita udah sampai nih. Dan anak-anak kayak nya udah pada nunggu deh." kata Agus.
Mereka tidak sadar jika mobil sudah berhenti, dan mereka sudah sampai pada tempat tujuan.
"Ini karna kamu sih sayang, masa kerjaan nya berdebat aja melulu." kata Rafi.
__ADS_1
"Udah deh, jangan mulai lagi dong. Bawa nih jajan semua nya, nanti aku tinggal bagi kan aja." kata Angel.
Rafi tidak menjawab, tapi ia melaku kan apa yang Angel kata kan. Ia turun dan membawa semua jajan yang lumayan banyak. Dua kantong putih besar penuh dengan jajan.
Angel masih belum turun dari mobil, ia melihat Rafi berjalan riang menghampiri anak jalanan yang sedang menunggu mereka.
"Non Angel, yakin gak papa non. Tumben beli jajan nya sebanyak itu." kata Agus.
"Itu aku laku kan, karna aku gak tahu bisa bersama Rafi selama apa mas. Mungkin kah aku akan kesini lagi bersama Rafi, aku pun tidak tahu tetang hal itu." kata Angel.
"Non gak bilang ya sama mas Rafi, apa yang keluarga rencana kan." kata Agus.
"Aku belum sangup mau bilang apa yang terjadi mas, hati ku belum siap melihat Rafi kecewa dan terluka." kata Angel.
"Sabar aja non, jika kalian jodoh. Pasti kalian bersama, tapi jika tidak jodoh. Non Angel jangan bersedih ya." kata Agus.
"Iya mas, terima kasih atas semangat yang mas aku berikan." kata Angel.
"Ella,, kok gak turun-turun sih. Kamu di tunggu lho sama adek-adek." kata Rafi berteriak.
"Iya, sebentar lagi aku kesana." kata Angel.
Angel pun keluar dari mobil, menghampiri anak jalanan yang sibuk menyambut nya dengan bahagai.
Taman itu memang letak nya di pinggir kota, tapj suasana nya lumayan indah. Di tambah, taman itu sangat rapi dan bersih. Adik-adik jalanan itu rutin membersih kan taman temoat mereka bermain.
"Kak Angel, kok wajah nya beda hari ini kak." kata salah satu bicah yang ada di sana.
"Kakak banyak tugas, maka nya jadi pusing gini." kata Angel.
"Kalian semua apa kabar, baik-baik aja kan." kata Angel menyapa semua nya.
"Baik kak." kata semua nya.
__ADS_1
Angel pun ikut membagi kan jajan yang ia dan Rafi beli kan. Setelah semua nya terbagi, mereka duduk di salah satu kursi yang ada di taman itu.