Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Jangan egois


__ADS_3

Bibik pun membantu Gilang membuat kan bubur. Yah, walau pun yang di bantu cuma melihat saja. Inti nya ia juga ikut serta dalam membuat bubur untuk Angel.


Setelah bubur selesai, Gilang minta bibik siap kan. Karna ia mau ganti baju dulu sebelum membawa kan bubur untuk Angel.


***


"Gimana bik, udah siap bubur nya kan." kata Gilang selesai ganti baju.


"Udah den, cepat banget den Gilang ganti baju nya." kata bibik.


"Iya bik, asal aja ganti baju nya. Takut Angel nya tidur karna kelamaan nunggu aku." kata Gilang.


"Pantasan wajah nya masih ada tepung nya den." kata bibik sambil senyum.


"Apa iya bik, ah biar kan lah. Gak banyak juga kan, nanti aja lah aku bersih kan." kata Gilang sambil berlalu pergi.


Bibik pun tersenyum sambil memberes kan dapur yang sangat berantakan karna ulah Gilang. Sedang kan Gilang naik keatas sambil membawa semangkuk bubur dengan segelas air.


Gilang membuka pintu kamar, ternyata istri nya sudah tertidur karna Gilang kelamaan bearada di dapur.


"Yah, udah tidur kamu nya Angel." kata Gilang dengan nada kecewa nya.


Gilang meletak kan bubur nya di meja sambil ranjang. Ia mearas kasihan untuk membangun kan Angel. Ia putus kan untuk meninggal kan bubur nya di sana saja.


Gilang melihat wajah Angel yang terlelap, Angel sangat cantik ternyata. Bagai mana bisa ia melepas kan istri nya. Niat nya yang awal hanya mengikuti kemauan keluarga kini berubah arah. Ia justru mencintai wanita yang terbaring lelap di depan mata nya ini.


"Aku mencintai mu, sangat mencintai kamu. Aku tidak akan membiar kan kamu pergi apa lagi di ambil orang." kata Gilang bicara sendiri sambil mengelus rambut Angel.


"Kamu datang tepat waktu anak ku, kamu telah menyelamat kan pernikahan mama dan papa. Terima kasih sayang, papa akan menjaga mu hingga kamu dewasa ya." kata Gilang beralih mengelus perut Angel.

__ADS_1


Gilang pun bagun, ia juga merasa sangat capek seharian ini. Bukan hanya tubuh nya saja yang capek, hati nya juga sangat capek. Gilang memutus kan untuk mbaring kan tubuh nya di atas sofa kamar Angel.


Tanpa selimut dan tanpa batal, Gilang terlelap juga akhir nya. Hingga tengah malam, Angel terjaga karna kehausan. Ia melihat sekeliling nya. Di sambil tempat tidur, di atas meja ada semangkok bubur dengan segelas air.


Angel pun melihat di sofa, karna sofa itu mengadap kesamping. Maka Angel melihat dengan jelas, Gilang sedang tidur tanpa bantal dan selimut.


Gilang terlihat sangat kedinginan di sana, tapi masih terlelap dengan nyenyak dalam dingin itu. Hati nurani Angel merasa sangat kasihan saat melihat Gilang kedinginan di sofa.


Angel memati kan ac nya, lalu memberi kan selimut pada Gilang. Ia tatap wajah itu, wajah yang diam-diam ada rasa cinta di hati nya. Wajah yang diam-diam ia kagumi.


"Kamu tidak tahu, aku juga punya rasa cinta pada mu. Hanya saja, kamu telah berulang kali membuat aku sakit karna rasa cinta itu." kata Angel bicara sendiri.


****


Esok nyq, Gilang terbagun dengan selimut di tubuh nya. Ia ingat betul, jika ia tidak punya selimut saat tidur tadu malam. Apa kah selimut itu Angel yang memberi kan nya. Ia hanya tersenyum, siapa lagi yang ada di rumah ini. Yang ada di kamar ini kan hanya Angel. Kata Gilang dalam hati.


Di kamar itu tidak ada siapa-siapa, hanya ada dia sendirian. Angel mungkin saja sudah bangun, karna hari sudah sangat siang. Karna kecapaean, Gilang bagun kesiangan deh jadi nya.


"Ngapain kamu senyum-senyum sendiri Lang, salah minum obat ya kamu hari ini." kata Angel membuat Gilang kaget. Namun, kemudian ia tersenyum manis kearah Angel.


"Kamu dari mana Ngel, kok udah keluyuran aja pagi-pagi begini." kata Gilang tanpa menjawab apa yang Angel kata kan. Malahan ia bertanya pada Angel lagi.


"Pagi apaan sih, kamu gak lihat noh. Matahari nya udah bersinar terang tahu gak. Udah jam delapan sekarang." kata Angel.


"Iya ya, aku kira masih pagi." kata Gilang kayak gak ada masalah bagi nya.


"Dasar aneh deh, aku rasa kamu benar-benar sakit deh Lang." kata Angel sambil menghampiri jendela dan membuka nya.


"Gak ah, aku baik-baik aja kok. Kamu gak perlu cemas sama aku ya, aku gak papa." kata Gilang.

__ADS_1


"Hello, siapa yang cemas sama kamu sih." kata Angel.


"Barusan itu kamu cemas sama aku." kata Gilang sambil bangun lalu menghampiri Angel.


"Sebaik nya kamu keluar dari kamar aku, gak usah banyak bicara lagi." kata Angel.


"Gak mau istri ku, aku mau nya di sini sama kamu." kata Gilang dengan nada manja nya.


"Ih, jijik banget aku dengar kata-kata kamu Gilang." kata Angel.


"Kenapa harus jijik, aku kan memang suami kamu Ngel. Apa lagi sekarang, kita akan punya anak kan." kata Gilang.


"Tidak, aku tidak bisa jadi suami istri sama kamu. Kamu lupa, jika di luar sana, pacar mu sedang hamil." kata Angel.


"Tidak, aku tidak yakin kalau Selena hamil anak aku. Kamu tahu, aku tidak pernah menyentuh nya sejak lama tahu gak." kata Gilang.


"Sudah lah, aku tidak mau bahas masalah ini. Kamu kelur saja dari kamar ku sekarang juga." kata Angel malas.


"Aku minta kamu percaya sama aku, Angel. Aku mau kita rawat anak kita bersama-sama ya. Dan jangan pernah bicara kan masalah perpisahan lagi antara kita." kata Gilang.


Angel terdiam, ia seakan lupa sama sidang terakhir hari ini. Angel melihat kearah Gilang.


"Lupa kan sidang itu, aku mohon sama kamu. Biar kan anak itu lahir dengan keluarga yang utuh. Walau kamu tidak suka sama aku, tapi setidak nya. Anak kita lahir punya papa dan mama." kata Gilang lagi.


Iya, Angel tidak boleh egois, demi anak yang ada dalam kandungan nya. Ia harus menahan rasa sakit yang ada di hati nya. Anak nya tidak bersalah, anak nya harus punya keluarga yang lengkap jika lahir.


"Sudah lah, jangan bahas itu lagi. Kamu keluar saja dulu dari kamar aku." kata Angel.


"Baik lah, aku akan keluar dari kamar kamu. Tapi kamu ingat kan, kalau kamu mau pindah kamar nanti nya." kata Gilang mengingat kan.

__ADS_1


"Iya aku tahu, nanti aku minta bibik pindah kan barang-barang ku." kata Angel.


__ADS_2