
Akhir nya, Gilang melanjut kan tidur nya di samping Angel. Karna mata nya yang memang ngantuk, tapi di paksa kan terbangun. Ujung-ujung nya tetap saja mau tidur.
Yang paling senang nya, Angel tidak marah saat Gilang ikut baring di samping nya. Ini untuk pertama kali nya Angel dan Gilang tidur seranjang.
***
Karna tidur kemalaman, Angel bagun nya kesiangan. Saat ia bangun, Gilang sudah tidak ada di samping nya lagi. Dengan malas nya, Angel menginjak kan kaki nya kelaintai.
Belum juga Angel berdiri, pintu kamar terbuka. Muncul Gilang di depan pintu sambil membawa sarapan bersama segelas susu hangat, untuk Angel.
"Udah bangun kamu Ngel." kata Gilang sambil berjalan masuk.
"Iya, di mana yang lain nya. Apa mereka semua masih belum bangun." kata Angel.
"Semua keluarga sudah pulang, karna kamu masih tidur. Jadi gak ada yang pamit sama kamu deh cerita nya." kata Gilang.
"Lho, kok pulang sih. Kenapa gak bangunin aja aku, kok gitu sih mama papa." kata Angel.
"Mereka juga akan datang nanti nya, kata mama sama papa. Mereka akan nginap lagi malam ini. Kamu gak perlu ngambek gitu lah." kata Gilang.
"Yang benar kamu, apa nanti malam rumah kita akan ramai lagi?" kata Angel dengan semangat.
"Iya, kamu sarapan dulu deh. Aku udah bawa kan sarapan untuk mu, karna kamu lama banget bangun nya. Jadi aku bawa langsung kekamar." kata Gilang.
"Gak perlu di bawa kekamar, aku juga akan keluar sebentar lagi. Aku kan baik-baik aja, masa sarapan nya di kamar sih." kata Angel.
"Iya gak papa lah, sesekali sarapan di kamar kan gak masalah." kata Gilang.
"Kamu nyumpahin aku sakit ya." kata Angel.
"Ya allah, kamu kok gak enak banget mikir nya. Ya jelas ngak lah, aku perhatian sama kamu tahu gak." kata Gilang.
__ADS_1
Saat mereka berdua masih saja berdebat, pintu kamar di ketuk bibik dari luar.
"Masuk aja bik, pintu nya gak di kunci kok." kata Gilang.
Bibik membuka pintu dan masuk kedalam kamar.
"Den, ada tamu yang ingin bertemu dengan den Gilang sama non Angel." kata bibik.
Gilang dan Angel saling pandang, mereka penasaran sama siapa yang ingin bertemu dengan mereka berdua.
"Siapa tamu nya bik, apa kah bibik kenal?" kata Gilang.
"Iya den, bibik kenal. Tapi dia bilang jangan kata kan siapa dia, suruh saja non dan den Gilang bertemu dengan nya sekarang juga. Kata tamu itu, dia tidak punya banyak waktu." kata bibik.
"Baik lah kalo gitu, aku dan Angel akan keluar sekarang juga bik." kata Gilang sambil berdiri dari kasur.
"Ayo Angel, mungkin ada orang penting yang ingin bertemu kita." kata Gilang.
Angel tidak menjawab, ia juga bangun dan mengikuti langkah Gilang. Mereka pun berjalan keluar dari kamar. Sedang kan bibik mengikuti mereka dari belakang.
"Dimana tamu nya bik, kok gak ada lagi." kata Gilang.
"Tamu nya ada di luar den, gak mau masuk tadi." kata bibik.
Gilang dan Angel membuka pintu, di sana ada seorang gadis yang tentu nya sangat Gilang kenali.
"Selena, mau apa lagi kamu datang kesini." kata Gilang. Sedang kan Angel hanya diam saja.
"Gilang, Angel, aku hanya ingin pamit saja pada kalian. Aku akan kembali pulanh kenegara asal ku. Aku akan kembali keAustralia." kata Selena.
"Dan aku kesini juga minta maaf sama kamu Angel, aku sebenar nya tidak hamil. Itu semua hanya bohong saja, karna aku merasa kamu telah merebut pacar ku. Tapi sekarang aku sadar, semua itu salah. Kamu menikah dengan Gilang juga bukan keinginan mu." kata Selena, di sudut mata nya jatuh buliran bening dengan perlahan.
__ADS_1
"Aku bohong sama kalian semua soal kehamilan ku. Mau kah kamu memaaf kan aku Angel, dan maaf kan Gilang juga. Aku akan titip Gilang pada mu, karna dia orang yang aku cintai. Maka jangan sakiti hati nya, karna ia memilih kamu sebagai orang yang ia cintai." kata Selena sambil memegang tangan Angel.
Angel seakaan tidak percaya dengan apa yang Selena kata kan. Ternyata, Selena tidak hamil. Dan hati Angel rasa nya sangat bahagia.
"Mau kan kamu memaaf kan aku, agar aku merasa tenang saat berada di negara ku." kata Selena lagi.
Dari tadi Selena bagai kan bicara sendirian, karna tidak ada jawaban sedikit pun dari Angel.
"Iya, aku akan nemaaf kan mu. Walau pun, kamu hampir saja membuat rumah tangga aku hancur berantakan." kata Angel.
"Sekali lagi aku minta maaf ya Angel, aku salah waktu itu. Aku harap kamu bisa memaaf kan aku dengan setulu hati ya." kata Selena.
"Iya, kamu tenang aja Lena. Aku sudah memaaf kan kamu kok, jadi gak usah menangis lagi." kata Angel sambil memeluk Selena.
"Makasih banyak Angel, aku merasa lega sekarang." kata Selena.
Setelah melepas kan pelukan Angel, Selena pun bicara pada Gilang.
"Aku harap kamu juga bisa memaaf kan aku ya Lang. Dan aku harap, Angel adalag cinta sejati untuk mu." kata Selena.
"Selamat tinggal Angel, Gilang. Semoga kalian selalu bahagia, aku sekarang tahu apa arti dari mencintai dengan setulus hati." kata Selena.
Selena pun berjalan meninggal kan rumah Angel dan Gilang. Ia naik taksi yang sudah menunggu nya sejak tadi.
Walau berat hati melihat orang yang ia sayangi bersama orang lain. Namum Selena mencoba menguat kan hati nya. Ia berharap pilihan nya meninggal kan negara ini adalah pilihan yang terbaik buat semua nya.
Taksi yang Selena tumpangi sudah semakin menjauh, meninggal kan rumah Gilang dan Angel. Selama itu juga Selena masih menangis, rasa nya sakit sekali saat meninggal kan orang yang ia sayangi.
Tapi tekat nya sudah bulat, meninggal kan negara ini dan melupa kan cinta nya. Memulai kehidupan baru adalah pilihan terbaik bagi Selena. Karna tak mungkin ia hidup dalam bayangan masa lalu bersama orang yang tidak mencintai nya lagi.
Sedang kan di rumah Angel dan Gilang masih berada di ambang pintu. Mereka berdua belum beranjak dari sana, sejak taksi membawa Selena pergi.
__ADS_1
"Kamu percaya kan apa yang Selena kata kan sendiri. Kamu bisa memaaf kan Selena, berarti juga bisa memaaf kan aku juga kan Angel." kata Gilang sambil menatap lurus kedepan.
"Aku butuh waktu untuk memaaf kan mu Gilang." kata Angel.