Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Rasa bersalah


__ADS_3

Saat ini, Angel sudah ada di depan kampus nya. Rasa capek karna tamu yang datang tadi malam masih ada di hati nya. Capek yang ia rasa kan bukan rasa capek di tubuh melain kan rasa capek di hati nya.


Ntah jam berapa baru pulang tamu yang datang kerumah nya. Angel pun tidak tahu, apa yang keluarga nya bicara kan juga ia tidak mahu tahu lagi saat ini. Karna, yang Angel tahu hanya satu hal. Apa pun yang terjadi, ia hanya bisa ikuti saja apa yang menjadi kesepakatan kedua keluarga.


Bahkan ia juga melupa kan pacar nya yang mungkin merasa cemas pada Angel. Seharian Angel tidak ada kabar, masuk kuliah juga ngak.


Saat Angel turun dari mobil nya, ia melihat Rafi sudah berada di parkiran itu. Ia bingung mau bilang apa.


"Non, gak usah cemas. Kemaren mas Rafi telfon saya nanyain non Angel. Saya udah bilang kalo non Angel demam." kata Agua saat melihat Angel bingung.


"Yang benar mas Agus, mas Agus bilang saya demam sama Rafi. Gak bilang kalo ada tamu yang datang kan." kata Angel dengan wajah lega.


"Gak kok non, tenang aja. Saya gak bilang yang macam-macam kok." kata Agus.


"Makasih banyak mas Agus, mas Agus tahu aja apa yang harus di laku kan." kata Angel bahagia.


Angel turun dari mobil, ia melihat Rafi menghampiri nya.


"Sayang, kamu udah baikan ya." kata Rafi dengan cemas nya.


"Udah kok Raf, kamu gak usah cemas ya. Maafin aku gak kasih kamu kabar seharian." kata Angel.


"Gak papa Ella, aku udah tanya sama mas Agus kok. Kata nya kamu demam, maka nya aku gak ganggu kamu." kata Rafi.


Angel merasa sangat bersalah, pacar nya sangat pengertian dan sangat baik. Rafi tidak pernah egois dan menyudut kan Angel.


Rasa nya, Angel terlalu jahat jika menyakiti pacar sebaik Rafi. Tapi mau bagai mana lagi, Angel juga tidak punya pilihan lain, selain ikut kata keluarga untuk menebus rasa bersalah pada keluarga Gilang.


Ah.... Gilang, nama itu bikin hati kesal dan pikiran kacau. Ganteng sih bisa di harap kan, tapi kelakuan gak bisa di banding kan sama Rafi.


Andai saja, ada keajaiban untuk mengubah keadaan. Maka akan sangat membahagia kan rasa hati Angel.


"Sayang, kamu kok bengong sih. Kamu masih gak enak badan ya, apa perlu kita keUKS aja." kata Rafi.

__ADS_1


"Eh, gak perlu kok Raf. Aku udah gak papa lagi kok, aku udah sembuh. Jangan cemas lagi ya, aku baik-baik saja." kata Angel.


"Bagus deh, kalau kamu gak papa. Nanti siang mau makan di cafe atau di kantin aja." kata Rafi.


"Di cafe boleh, tapu di mana kamu mau aja lah. Aku gak papa, aku ikut kamu mau kemana." kata Angel.


"Yah, kebiasaan yang bagus. Istri itu ikut kemana suami nya. Senang deh aku dengar nya." kata Rafi.


"Apaan sih, kapan kamu ijab kabulin aku. Udah bilang istri aja, nikah aja belum." kata Angel.


"Kayak lampu hijau nih, aku mau bilang ayah bunda lah." kata Rafi.


Angel diam, ia tak mampu untuk menjawab apa yang Rafi kata kan. Bagai mana jika Rafi benar-benar ingin melamar nya. Apa yang mau ia kata kan pada Rafi, Angel merasa tidak tega untuk membuat pacar nya terluka.


"Udah, jangan melamun lagi. Aku bercabda kok, kamu gak perlu terlalu memikir kan apa yang aku kata kan. Aku tahu kamu belum siap untuk jadi istri ku." kata Rafi.


"Gak kok, bukan gitu lho Raf. Kamu jangan mikir yang ngak-ngak lagi ya. Aku gak mau kita berdebat lagi." kata Angel.


"Ngak kok Ngel, aku gak akan berdebat lagi. Aku tahu, kamu juga butuh restu dari mama dan papa mu kan. Lagian, aku juga belum siap bertemu mama dan papa mu kok." kata Rafi.


"Raf, apa kamu mau ikut aku kesuatu tempat saat kita pulang nanti." kata Angel.


"Mau kemana kamu, aku ikut aja lah." kata Rafi.


"Ada tempat yang mau aku tunjuk kan sama kamu. Kamu pasti gak akan menyangka, sama apa yang akan aku tunjuk kan nanti." kata Angel.


"Baik lah, aku akan ikut kamu saat kita pulang kuliah nanti ya." kata Rafi.


Rafi dan Angel berpisah di depan kelas Angel. Rafi melanjut kan pergi menuju kelas nya. Sedang kan Angel masuk kedalam kelas.


***


Ada ras yang tidak bisa Angel kata kan, apa yang akan ia kata kan pada pacar nya. Belum lagi, ia tidak tahu apa kah keputusan dari pertemuan kekuarga tadi malam.

__ADS_1


Jika mereka benar-benar merencana kan pernikahan dalam waktu dekat bagai mana. Angel masih bingung, belum lagi satu masalah selesai. Masalah datang lagi dalam hidup nya.


Selama ini, Angel memikir kan bagai mana cara agar mama dan papa setuju dengan hubungan nya sama Rafi. Eh, belum tahu cara nya. Malah sekarang ia harus di hadap kan dengan masalah yang lebih besar lagi. Yaitu, dengan muncul nya keluarga baru yabg datang untuk menikah kan Angel dan anak mereka.


Udah itu, anak nya sangat bikin kesal hati lagi. Tampan bolih di bangga kan, tapi kelakuan nya bikin kesal hati. Baru pertama bertemu saja sudah bikin kesal. Bagai mana jika satu rumah.


"Angel...." suara yang bikin Angel kaget.


"Ya pak." kata Angel dengan nada kaget nya.


"Ha... Ha... Ha... " kata teman nya tertawa.


"Barong, kurang ajar kamu ya." kata Angel.


Barong adalah teman satu kelas sama Angel. Anak nya sangat usil, ia suka bikin ulah sama teman-teman yang lain. Tapi sebenar nya, anak nya asik juga jika di ajak bercanda.


"Kamu yang melamun, malah marah sama aku." kata Barong.


"Kamu yang bikin kesal, gak tahu kamu ya. Aku lagi gak enak hati." kata Angel.


"Ya maaf lah, aky mana tahu sama hati mu. Aku ganggu kamu biar kamu gak terhanyut sama hayalan kamu aja." kata Barong.


"Dasar Barong nyebelin, aku gak menghayal lho ya." kata Angel.


"Iya gak menghayal, tapi kamu melamun." kata Ratih.


"Kamu juga lagi Tih, gak ada apa yang mau bikin semangat pagi aku naik." kata Angel.


"Emang semangat pagi kamu turun Ngel." kata Ratih.


"Ah malas, kalian berdua sama aja tahu gak. Sama-sama nyebelin." kata Angel.


Ratih senyum, ia bahagia bisa bikin teman nya itu jadi banyak bicara. Karna belakangan ini, Angel terlihat tidak punya semangat hidup saja.

__ADS_1


Ratih adalah teman dekat Angel di kampus, selain Ratih dan Barong. Angel tidak punya teman dekat, hanya teman saling tegur sapa saat ada perlu saja.


__ADS_2