Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Malaikat kecil


__ADS_3

Tiga bulan pun telah berlalu, saat ini di sebuah rumah sakit. Ada seorang wanita yang sedang bertaruh nyawa nya di ruang persalinan. Wanita itu tak lain adalah Angella, istri dari Gilang Wirako.


Saat ini, Angel sedang bertaruh nyawa nya di dalam ruangan bersalin di temani Gilang sebagai suami nya. Sedang kan yang lain nya menunggu di luar dengan harap-harap cemas. Sambil tak henti-henti nya mereka berdoa dalam hati masing-masing.


Bukan hanya kedua keluarga yang ada di sana. Namun, teman-teman Angel juga ada di luar sana. Rafi dan juga Manja istri nya juga ada di rumah sakit itu.


Manja yang sekarang sedang hamil 5 bulan, tak mau di tinggal kan di rumah. Ia mau ikut melihat Angel di rumah sakit. Bukan karna cemburu nya pada Rafi. Melain kan ingin melihat sebagai teman dan sesama wanita.


Tak lupa juga, Agus dan istri nya Ratih. Karna Agus masih tetap bekerja di rumah Angel dan Gilang. Maka nya, Ratih dan Agus juga ada di sana. Karna rumah Agus dan Ratih letak nya hanya beberapa langkah saja dari rumah Gilang. Biar mudah untuk Gilang dan Angel memanggil jika butuh sopir nya.


Semua nya ada di sana, tanpa terkecuali dua sahabat yang bernama Barong dan Mela yang akan melangsung kan pernikahan minggu depan.


***


Di luar semua menanti dengan cemas, sedang kan di dalam, Angel bejuang antara hidup dan mati untuk melahir kan anak nya.


Selang beberapa waktu kemudain, terdengar tangisan bayi dari dalam ruang bersalin. Semua nya bersemangat menunggu dokter keluar.


Dokter pun keliar dari kamar bersalin itu, dengan di ikuti oleh seorang suster dari belakang dokter itu. Suster itu menggendong seorang bayi.


"Bagai mana dok, apa semua nya baik-baik saja." kata Esy tak sabar lagi.


Yang lain belum sempat bertanya karna Esy yang terkenal tak sabaran itu langsung saja menghampiri dokter dengan cepat.


"Sabar nyonya, semua nya baik-baik aja kok. Alhamdulillah, ibu dan anak nya telah selamat." kata dokter.


Semua nya menghela nafas lega, dasar sifat Esy orang yang tidak sabaran. Ia pun langsung menghampiri suster dan bertanya jenis kelamin cucu nya itu.


"Apa jenis kelamin nya sus?" kata Esy.

__ADS_1


"Laki-laki buk, tapi maaf. Kami harus membawa nya dahulu." kata suster itu.


Mereka yang awal nya cemas, sekarang jadi lega. Dan malah tertawa karna sifat Esy, yang tidak tahu sabaran dan tidak bisa di bilangin.


****


Saat ini, Angel sudah di pindah kan di kamar rawat nya. Semua nya di minta tidak berisik saat menjenguk pasien. Karna pasien butuh ketenangan.


"Makasih sayang, kamu udah melahir kan anak setampan ini untul aku." kata Gilang pada Angel yang masih terbaring lemah.


"Udah kewajiban aku, kamu gak perlu berterima kasih pada ku. Yang perlu kamu laku kan adalah, membantu aku merawat anak ini." kata Angel.


"Ehem... Ehem.. Apa sedang ngontrak sekarang ya." kata Ratih.


"Hush, ganggu aja kamu sayang." kata Agus pada istri nya.


Semua nya tertawa, Gilang tidak menghirau kan apa yang mereka kata kan. Sedang kan bayi nya sedang berada dalam gendongan mama mertua nya. Dari tadi, kedua oma baru dapat cucu itu tebutan gendong bayi. Sedang kan yang lain hanya kebagian melihat saja bayi Gilang dan Angel. Karna dua mama itu tidak mau berbagi, jangan kan berbagi. Sedang kan mereka berdua saja rebutan.


"Gak ah, aku aja baru sebentar gendong cucu ku. Masa kamu udah bilang gantian dan bilang aku egois sih." kata Lia marah.


"Ya ampun, kalian kok kayak rebutan apa gitu. Ini kan anak baru lahir, nanti juga puas tuh gendong nya." kata oma tak sabar lagi.


"Iya tante, nanti kan tante-tante pada capek sendiri. Gantian sama kita-kita dong tante, kita juga mau gendong bayi nih." kata Mela.


"Gak ah, kalian-kalian kan nanti juga punya anak. Nanti juga bisa gendong anak kalian sendiri." kata Lia tak mau memberi kan cucu nya.


"Yah tante, kan masih lama kalau nunggu bayi kita. Bayi Angel dulu yang kita gendong, nunggu dapat bayi kita. Iya gak?" kata Ratih ikut bicara.


"Huh, jangan kan kalian. Aku yang papa nya aja cuma bisa ngadzanin doang. Kemudian di rebut sama oma-oma yang baru jadi ini." kata Gilang.

__ADS_1


Mereka tertawa sama apa yang Gilang kata kan. Memang benar apa yang Gilang katakan itu. Dia yang punya anak, malah cuma bisa ngadzan kan anak. Kemudian di rebut sama mama nya, dan berebut lagi sama mama mertua nya.


"Oh ya Lang, apa nama anak mu ini." kata Arka.


"Iya Lang, papa hampir lupa nama untuk anak mu. Kamu sudah punya nama belum, nama yang cocok lah gitu." kata Eza.


"Gimana kalau Kania aja?" kata Barong penuh semangat.


Semua nya menatap sinis kearah Barong. Karna nama yang Barong sebut kan.


"Gila kamu Rong, anak nya Angel itu cowok. Mana cocok nama nya Kania, yang benar saja kamu." kata Rafi.


Semua nya tertawa keras, padahal sudah di bilang jangan berisik, malah bikin gaduh lagi di sana.


"Oh iya, aku lupa sama anak Gilang itu cowok, bukan cewek." kata Barong dengan wajah tanpa dosa.


"Kemana aja kamu Rong, baru hadir ya. Baru aja beberapa saat yang lalu, di bilang sama suster, kalau anak nya Angel itu laki-laki. Udah lupa aja kamu." kata Ratih.


"Aku takut nya, nanti Barong malah lupa sama Mela, kalau sudah jadi istri nya. Mau nya cari lagi aja gitu kan." kata Rafi.


"Enak aja cari baru, aku masuk dalam tong sampah kamu." kata Mela.


Semua nya kembali tertawa, tingkah para teman-teman Angel itu pun membuat suana menjadi semakin ramai saja. Untung nya tidaj ada suster yang tahu, kalau tidak pasti sudah kena marah tuh sama suster.


Kemudian mereka saling menyebut kan nama persatu untuk anak Angel dan Gilang. Namun tetap saja, keputusan terakhir masih di tangan kedua orang tua anak itu.


"Kalo urusan nama, aku serah kan saja pada Angel. Karna ia yang telah berjuang melahir kan malaikat kecil ini. Maka hanya Angel yang berhak memutus kan nama untuk anak ini." kata Gilang sambil menatap istri nya.


"Sayang, kamu yang putus kan nama yang cocok untuk anak kita." kata Gilang.

__ADS_1


"Bagai mana dengan nama Harif Fadilla saja. Aku rasa itu nama yang cocok untuk malaikat kita. Nama belakang nya terserah kamu mau pakai Wirako atau Dinata." kata Angel.


Semua nya setuju untuk memakai nama yang Angel berikan. Nama itu terlihat cocok dengan bayi tampan yang putij itu. Namun untuk nama belakang nya, mereka sepakat dengan memaki nama keluarga Angel saja. Karna Angel adalah orang yang melahir kan anak itu.


__ADS_2