Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Main di taman


__ADS_3

Tak lama, Gilang turun dengan pakian santai nya. Baju kaos byang berwarna biru dan celana jins yang berwarna hitam. Dengan pakaian yang seperti itu, Gilang terlihat sangat tampan di mata Angel.


"Usah puas ya melihat nya." kata Gilang saat ia sampai di meja makan.


Kata-kata Gilang membuat Angel kaget, karna ia ketahuan saat melihat Gilang dari atas sejak pertama turun, hingga sampai di meja makan.


"Apaan sih, makan noh sekarang. Kasian sama bik Niah dan mas Agus udah nunggu dari tadi." kata Angel menyembunyi kan wajah malu nya.


"Ayo bik, makan sekarang." kata Angel.


"Iya bik, gak usah cangung. Di sini, kita adalah keluarga ya. Ayo mas, makan." kata Gilang.


Ya, mereka makan satu meja. Baik bik Niah dan mas Agus, mereka sama aja di ajak makan semeja. Karna Angel bilang pada bik Niah dan Agus. Di rumah ini, tidak sama seperti rumah oma nya.


***


Sejak dari hari itu, kehidupan Angel dan Gilang berubah. Terkadang mereka selalu makan bersama, nonton bersama di rumah nya. Memberes kan rumah bersama, membantu bik Niah.


Sudah lebih dari satu minggu, liburan Angel tinggal beberapa hari lagi saja. Tak lama lagi, Angel akan masuk kampus sama seperti biasa nya.


Saat ini, Angel sedang duduk di taman samping rumah. Setelah selesai menanam bunga, Angel merasa lumayan capek.


"Nih untuk kamu." kata Gilang yang tiba-tiba menyodor kan segelas air es pada Angel.


"Makasih ya." kata Angel.


"Ya, gak masalah. Aku hanya mengambil nya dari dapur saja. Dan aku bawa kan kesini, di tambah sedikit racun tikus." kata Gilang bohong.


"Uhuk.... Uhuk... Uhukk.." Angel terbatuk karna mendengar kan apa yang Gilang kata kan.


Angel menghentikan minum nya, dan menatap kearah Gilang. Gilang tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Angel yang kaget bercampur takut.


"Gila, ekspresi nya sadis banget ya. Aku bercanda aja kok, gak benaran." kata Gilang.


"Kurang ajar kamu ya Lang." Angel bagun dari duduk nya langsung menhejar Gilang yang udah lari duluan.


"Dasar memyebal kan kamu Gilang, sini gak hah, sini kamu." kata Angel terus mengejar.


"Gak mau aku kesana, tangkap aku kalo kamu bisa." kata Gilang masih berlarian di taman.

__ADS_1


"Lagian itu bukan salah aku kok, kamu aja yang takut nya berlebihan. Aku bercanda kaget nya setengah mati." kata Gilang.


Gilang terus berlari, di belakang nya Angel mengejar. Sampai akhir nya, buk....


"Aduh...." kata Gilang.


Gilang terjatuh, karna ada satu akar pohon yang timbul dan menahan kaki nya hingga terjatuh.


"Ha.. Ha.. Ha... " Angel tertawa lepas.


"Rasain kamu, sakit kan jatuh nya." kata Angel terus tertawa.


"Eh, bantuin gak. Malah di ketawain terus lagi, bantuin sini." kata Gilang.


"Gak mau aku, biar aja itu di jadi kan balasan untuk kamuyang jahil pada ku." kata Angel.


"Dasar gak punya hati kamu ya, bantui napa. Aku kan jatuh karna kamu, kamu gak lihat lutut aku nih." kata Gilang dengan wajah sedih nya.


Melihat itu, Angel mendekat sambil mengulur kan tangan nya untuk membantu Gilang. Niat nya membantu malah dapat masalag lagi, Gilang malah menarik tangan Angel hinggal ikut jatuh bersama Gilang. Untung nya, Angel jatuh nya di pelukan Gilang. Sehingga gak sakit, karna Gilang berada di bawah nya.


Tapi, rasa kesal nya semakin menjadi-jadi. Gilang tertawa lepas karna berhasil membuat Angel jatuh bersama nya.


"Dasar kamu curang." kata Angel sambil memukul dada Gilang. Kemudian ia bangun dari jatuh nya.


Gilang juga mencoba untuk bangun, tapi memang benar. Lutut nya samgat sakit, dan ternyata lutut nya benar-benar tergores bahkan berdarah.


"Ngel, bantuin dong. Kamu gak kasihan sama aku ya. Kamu gak lihat nih, lutut aku berdarah." kata Gilang sambik meminta belas kasihan pada Angel yang sudah duduk di kursi taman.


"Kamu kan bisa bangun sendiri, aku gak akan tertipu untuk masalah yang sama. Arti nya, aku gak akan jatuh di sumur yang sama untuk yang kedua kali nya." kata Angel.


"Kali ini benar Ngel, kamu gak lihat nih lutut aku." kata Gilang.


"Aku gak akan tertipu lagi." kata Angel.


"Ya udah, dasar kamu gak punya hati ya." kata Gilang.


"Mas Agus... Mas Agus, sini mas." kata Gilang berteriak memanggil Agus.


Tak lama Agus pun datang dengan tergesa-gesa. Sedang kan Angel udah masuk kedalam rumah sejak mengata kan tak mau membantu tadi.

__ADS_1


"Ada apa mas Gilang panggil saya." kata Agus.


"Bantuin aku berdiri mas, aku gak bisa jalan sendiri kalo gak di bantu." kata Gilang.


Agus pun membantu Gilang bangun tanpa banyak tanya lagi. Ia juga sudah melihat lutut nya Gilang berdarah. Gilang di papah Agus masuk kedalam rumah.


"Mas Gilang yakin gak mau kedokter?" kata Agus saat mereka sudah sampai di sofa ruang tamu.


"Gak usah mas Agus, aku gak papa kok. Tolong ambil kotak obat aja lah." kata Gilang.


Agus pun bergegas menuju dapur untuk mengambil kan kota obat. Di sana ada Angel yang sedang dudul sambil menikmati es nya.


"Untuk apa kotak obat nya mas Agus?" kata Angel.


"Untuk mas Gilang non, lutut nya berdarah." kata Agus.


"Biar saja aja yang ngobatin nya mas, mas Agus lanjut aja kerjaan nya ya." kata Angel.


"Baik non, ini kotak obat nya." kata Agus sambil menyerah kan kotak obat nya.


Angel pun berjalan menuju ruang tamu, temoat di mana Gilang duduk sambil menunggu kotak obat yang ia minta.


"Sini, biar aku bantu kamu obatin luka mu." kata Angel.


"Tadi aja kamu gak mau bantuin aku, kamu pikir aku bohong ya." kata Gilang.


"Ya kan karna kamu juga yang mulai nya. Maka nya aku gak percaya lagi sama apa yang kamu kata kan." kata Angel.


"Kan kamu bisa lihat sendiri, gimana keadaan aku nya. Baru kamu boleh bilang kalo aku itu bohong apa ngak." kata Gilang.


"Ya udah deh, aku minta maaf sama kamu. Mau di obatin gak nih jadi nya." kata Angel.


"Ya mau lah, untuk apa aku minta kotak obat kalo gak di obatin." kata Gilang.


"Ya maka nya, kamu jangan banyak bicara lagi kalo mau di obatin." kata Angel.


"Iya deh." kata Gilang.


Angel pun mengobati luka yang ada di lutut Gilang. Luka itu tidak terlalu besar, hanya letak nya saja yang salah. Sekecil apa pun, jika letak nya di tempat yang salah. Maka sakit nya akan terasa besar.

__ADS_1


__ADS_2