
Gilang sudah tidak sabar lagi, ia sudah banyak mendengar percakapan antara dokter dan perempuan yang ada di dalam sana. Perempuan yang tak lain adalah Selena, pacar nya yang telah mengaku jika ia sedang hamil.
Selena ternyata tidak bisa hamil, bagai mana pun ia minta di bikin bayi tabung. Tetap saja tidak bisa, karna ia punya penyakit dan penyakit itu menyebab kan ia tidak bisa hamil.
"Selena." kata Gilang langsung membuka pintu ruangan dokter kandungan.
Rafi kaget sama apa yang Gilang lakukan. Ternyata, Gilang benar-benar menerobos masuk kedalam tanpa permisi lagi.
Selena sangat amat kaget dengan kehadiran Gilang yang tiba-tiba saja. Ia mau beralasan apa lagi pada Gilang. Ia minta di bikin bayi tabung, demi Gilang supaya tidak meninggal kan nya.
"Gilang, aku bisa jelas kan pada mu." kata Selena saat melihat Gilang.
"Apa yang mau kamu jelas kan pada ku lagi Lena, berapa kali kamu mau membohongi aku." kata Gilang.
"Aku kesini hanya mau cek kehamilan ku aja kok." kata Selena bohong lagi.
"Kamu pikir aku tuli ya Lena, kamu pikir aku bodoh yang bisa seenak nya saja kamu bohongi. Dari awal aku sudah curiga pada mu, entah surat dari mana kamu curi dan tunjuk kan pada ku." kata Gilang marah besar.
"Gilang, ada apa sih sebenar nya kalian ini." kata Rafi tak mengerti sama apa yang ia lihat.
"Perempuan ini hampir saja bikin hubungan aku dan Angel hancur. Bahkan, aku dan Angel hampir saja cerai karna ulah jahat dari perempuan ini." kata Gilang.
"Perempuan itu yang merebut kamu dari aku, bukan aku yang merebut kamu dari dia. Kamu ingat gak, kalau kamu itu adalah pacar aku. Kamu janji ingin menikah dengan ku, malah kamu nikah sama perempuan itu. Dan yang lebih parah nya, kamu malah mencintai perempuan itu dan melupa kan aku." kata Selena dengan air mata nya.
__ADS_1
"Kamu salah, aku bukan mau ikut campur urusan kalian. Jika sudah tidak jodoh, bagai mana pun kamu berusaha. Kamu tidak akan bisa memiliki nya." kata Rafi ikut bicara.
"Kamu diam, aku tidak ada urusan nya sama kamu. Kamu siapa, tahu apa kamu soal rasa dan cinta. Kamu belum pernah merasa kan apa yang aku rasa kan ini. Kamu belum pernah merasa kan di kecewa kan." kata Selena pada Rafi.
"Kamu salah, aku sudah pernah merasa kan apa yang kamu rasa kan. Bahkan mungkin kita sama dan senasib." kata Rafi.
"Apa maksud kamu, jangan sama kan aku dan kamu. Kita jauh berbeda tahu gak." kata Selena sambil menangis sedih.
"Kamu tidak tahu, yang Gilang nikahi itu dulu nya pacar ku." kata Rafi.
Selena kaget, ia menatap kearah Rafi kemudian beralih menatap Gilang.
"Iya, dia adalah pacar dari istri ku yang ada di rumah sekarang." kata Gilang.
"Coba lah berdamai dengan apa yang telah menjadi takdir bagi mu. Kamu pasti akan merasa tenang dan bisa menerima apa yang terjadi pada mu saat ini." kata Rafi.
"Kamu tahu, cinta tak seharus nya kamu paksa kan. Kamu tidak bisa memiliki apa yang bukan di takdir kan menjadi milik mu." kata Rafi lagi memberi nasehat.
"Aku tidak percaya kamu adalah pacar dari perempuan itu. Bagai mana bisa kamu berdamai dengan orang yang telah merebut pacar mu. Apa kah kamu tidak menyanyangi pacar mu." kata Selena mulai melemah.
"Tidak, kamu salah. Aku bukan tidak sayang, hanya saja aku tahu satu hal. Tak selama nya cinta itu harus memiliki. Mereka bersatu juga karna jodoh dari lahir kan. Bukan mereka yang ingin kan itu." kata Rafi.
"Kamu hanya perlu berdamai dengan hati mu saja. Kamu hanya perlu mengambil hal positif yang ada dalam masalah yang kamu alami. Karna itu, kamu akan bisa tenang menerima setiap cobaan yang datang." kata Rafi.
__ADS_1
Selena tidak menjawab, tapi ia berusaha mencerna apa yang Rafi kata kan. Memang sulit untuk menerima apa yang lelaki itu kata kan. Hanya saja, itu bisa ia terima dengan hati nya yang masih terasa sakit.
"Maaf kan aku Gilang, aku sudah membuat kamu dan istri hampir saja berpisah." kata Selena.
Selena berjalan meninggal kan tempat itu, tanpa mengucap kan kata lagi. Ia berjalan tanpa melihat kebelakang. Masih dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya. Ia sekarang terus saja teringat apa yang di kata kan Rafi pada nya.
Ia sadar, yang Rafi kata kan itu benar ada nya. Selena merasa ia telah salah melaku kan hal yang memalu kan itu. Sekarang, ia malu rasa nya untuk melihat Gilang. Karna ia telah bohong, demi mendapat kan Gilang yang tidak mencintai nya lagi. Ia melaku kan segala cara, termaksuk cara konyol dan memalu kan itu.
Sedang kan Gilang dan Rafi meninggal kan ruangan itu setelah minta maaf pada dokter yang telah setia menjadi pendengar di ruangan itu. Mereka pun berpisah kehaluan masing-masing.
Rafi berjalan menuju kamar anak jalanan yang ia rawat di rumah sakit itu. Sedang kan Gilang menuju mobil nya yang terparkir di luar rumah sakit.
Sebelum nya tadi, Gilang dan Rafi juga sempat bertukaran nomer ponsel mereka. Dan Gilang memberi kan alamat rumah nya pada Rafi.
Sekarang Gilang sudah ada di dalam mobil. Ia bisa melepas kan nafas lega sekarang, ternyata apa yang Selena kata kan itu adalah bohong belaka. Ia bisa tenang, karna ternyata Rafi, mantan pacar dari istri nya itu orang yang baik.
Jika bukan karna bantuan Rafi, mungkin Selena tidak akan memgerti dan mengata kan maaf pada Gilang. Gilang juga senag, ternyata Angel dan Rafi sudah putus dan tidak ada komunikasi sejak waktu mereka belum nikah lagi.
Di balik senang nya itu, ada rasa bersalah juga yang Gilang rasa kan. Karna kebodohan nya ia membuat Angel berhenti kuliah karna malu sama teman-teman nya.
Tapi di balik itu semua, ternyata banyak terdapat hikmah nya. Jika Angel tidak hmil, mungkin masalah nya tidak akan selesai seoerti ini. Dan ia juga tidak tahu, jika Selena itu sebenar nya tidak bisa hamil.
Gilang sekali lagi melepas kan nafas lega nya. Dan tak henti-henti nya mengucap kan rasa syukur karna masalah nya beransur-ansur terselesai kan.
__ADS_1