Karena Jodoh Dari Lahir

Karena Jodoh Dari Lahir
Ada Gilang


__ADS_3

Rafi masih merasa heran dengan apa yang Intan dulu laku kan. Sunguh besar hati dan pengorbanan yang Intan laku kan pada orang yang ia cintai.


Tak ada yang mampu melaku kan apa yang Intan laku kan, hanya Intan yang bisa melaku kan itu semua.


Mereka berdua membaca doa pada makam itu. Membaca al-fatihah dan doa-doa yang bisa mereka baca kan.


Dari arah belakang, ada orang yang menepuk bahu Rafi.


"Mas, boleh saya bertanya." kata seorang laki-laki.


Rafi dan Angel pun langsung melihat kearah orang yang bertanya itu.


"Gilang....." kata Angel kaget.


Ternyata, yang memanggil Rafi itu adalah Gilang. Orang yang paling tidak ingin Angel lihat dan temui. Gilang melihat kearah Angel, tapi ia tidak mengata kan apa pun. Ia kembali melihat kearah Rafi.


"Maaf mas, saya mau tanya. Tahu makam yang nama nya Intan Wirako gak ya. Soal nya, saya udah pusing keliling-keliling tapi gak ketemu." kata Gilang.


"Oh, tahu mas. Ini makam nya mas, yang berada di depan kami ini makam Intan Wirako. Mas ini siapa nya ya, kalo saya boleh tahu." kata Rafi ramah.


"Saya keponakan dari Intan Wirako." kata Gilang.


"Oh, keponakan nya." kata Rafi.


Rafi pun melihat kearah Angel, Angel tidak bicara apa pun. Ia hanya tunduk malas, apa yang ia ingin kata kan juga tidak ada.


"Kita udah selesai kan sayang, ayo pergi sekarang." kata Rafi pada Angel.


Saat Rafi bilang seperti itu, Gilang menoleh kearah Angel sebentar. Kemudian ia kembali melihat makam Intan.


"Ayo." kata Angel singakt.


"Em... Mas, kami permisi dulu ya. Kami udah lama soal nya kesini." kata Rafi pada Gilang.

__ADS_1


Gilang tidak menjawab, ia hanya membalas Rafi dengan sebuah senyum manis saja. Jika saya Angel itu wanita normal, ia pasti akan kelepek-kelepek deh sama senyum Gilang yang manis dan mempersona. Sayang nya, Angel bukan wanita normal yang mencintai hanya karna wajah. (Maksud nya bukan tidak normal gimana gitu ya. Tidak normal karna tidak hanya cinta pada wajah yang tampan yang di maksud kan disini.😊😊)


Memang dasar Rafi ini orang nya sangat ramah dan gampang berteman. Dengan orang baru saja ia asik ingin bicara. Tidak melihat, apa orang itu dingin atau sok cool. Yang penting di ajak ngobrol orang itu bisa.


Akhir nya, Angel dan Rafi pun sampai di mobil dan masuk kedalam mobil itu.


"Kamu bilang Gilang tadi ya La?" kata Rafi baru ingat sama apa yanv Angel kata kan di makam tadi.


"Ngak kok, siapa yang bilang Gilang. Kamu salah dengar aja kali tadi." kata Angel.


"Iya ya, mungkin iya kali aku salah dengar." kata Rafi.


Rafi tidak suka banyak berdebat, apa yang Angel kata kan akan ia benar kan saja. Walau pun perasaan nya tidak terima sama apa yang mulut nya kata kan.


Mobil terus melaju, meninggal kan jalan Melati. Memasuki jalan besar yang sibuk dengan kendaraan berlalu lalang.


Angel dan Rafi hanya terdiam di sepanjang jalan, bersama fikiran mereka masing-masing. Sedang kan Agus, ia fokus pada jalan yang mereka lalui. (Kalo mas Agus gak fokus, nabrak atuh neng. Nyunseb lah nanti nya)


Sedang kan di pemakaman, tepat nya di makam Intan Wirako. Gilang masih di sana, setelah ia berdoa. Gilang pun bangun dari jongkok nya.


"Tapi gak sia-sia sih, gadis itu cantik juga. Sayang nya tidak terlalu menggoda. Tapi enak juga kalau tahu ia sudah punya pacar." kata Gilang.


Entah apa yang ada dalam pikiran Gilang saat ini. Yang jelas, pikiran itu adalah fikiran jahat nya.


Gilang menatap makam Intan, tertulis jelas nama Intan di atas batu itu.


"Tante, jika tante berkorban demi cinta. Itu sangat berbeda dengan aku, aku berkorban demi perasaan. Tante jangan marah pada ku, aku tidak bisa jatuh cinta sama gadis itu. Maaf kan aku yang tidak bisa jadi seperti tante." kata Gilang pada batu nisan itu.


Gilang pun pergi dari makam Intan, berjalan menuju mobil nya. Kemudian meninggal kan jalan Melati dan melaju kan mobil menuju jalan besar.


Sedang kan, Angel dan Rafi terus terdiam di dalam mobil. Suasana terasa sangat hening dan hanya suara mesin yang terdengar.


Rafi sibuk bermain dengan ponsel nya, sedang kan Angel hanya melihat jalan yang mulain memasuki waktu senja. Karna mereka berada di makam lumayan lama. Maka nya agak telat pulang kerumah.

__ADS_1


"Kita langsung pulang kan non?" kata Agus memecah kesunyian.


"Iya mas, kita langsung pulang aja lah." kata Angel.


"Enak aja, antar aku pulang dulu lah." kata Rafi.


"Iya, maksud ku setelah antar kamu pulang. Dan sekarang kita gak singah keman-mana lagi." kata Angel.


"Oh, aku pikir pacar ku tegaan sama aku." kata Rafi.


"Oh ya La, kamu gak ada cerita sama aku jika Intan itu punya keponakan. Mana keponakan nya ganteng banget lagi." kata Rafi.


"Mana aku tahu Raf, orang keluarga Wirako itu gak tinggal di negara ini. Yang aku tahu, keluarga Wirako itu tinggal nya di Australia." kata Angel.


Rafi diam sama apa yang Angel kata kan. Ia yakin, ada yang Angel sembunyi kan dari nya. Karna saat melihat orang yang mengaku sebagai keponakan Intan tadi. Kayak nya Angel kenal sama lelaki itu.


Saat mereka hampir sampai di rumah Rafi, ada panggilan telfon yang masuk kedalam ponsel Angel. Angel pun melihat nya, ternyata mama yang menelfon.


"Siapa sayang, kok gak dibjawab sih." kata Rafi.


"Mama Raf, tapi gak apa-apa. Nanti aku telfon kembali aja." kata Angel.


"Kenapa gak di angkat sekarang aja. Kamu takut mama mu tahu, jika kamu lagi sama aku ya." kata Rafi.


"Ya ngak lah, aku lagi malas aja angkat telfon nya. Paling mama mau tanya aku ada di mana sekarang." kata Angel.


"Oh ya sudah kalo gitu, aku udah sampai juga nih." kata Rafi.


"Iya, aku langsung pulang aja ya Raf, gak mampir lagi lah." kata Angel.


"Baik lah, aku gak ajak kamu mampir kok." kata Rafi.


"Ih, dasar kamu jahat sama aku. Jahat banget, awas aja jika kamu ajak aku mampir. Aku akan tolak aja kan kamu." kata Angel.

__ADS_1


Rafi senyum, dan Angel melajut kan perjalan nya pulang kerumah.


__ADS_2