
Bella Carista meninggal.
Delfina duduk di samping tidur dengan kaget, dia melihat surat cerai yang dilemparkan Mark padanya dengan sekujur tubuh yang menggetar kedinginan.
Satu jam yang lalu, Mark mencekiknya sambil bertanya, "Apakah lu yang mendorong Bella ke bawah?"
Satu jam kemudian, Mark memanggil seorang pengacara untuk membuat surat cerai, lalu melempar surat itu ke wajahnya. "Delfina, seumur hidup lu akan berutang dua nyawa padanya!"
Benar, dua nyawa. Bella sedang hamil dan itu anaknya Mark.
Siapa itu Delfina? Dia adalah istri sahnya Mark, tapi status ini seperti lelucon.
Delfina melihat ke arah Mark dengan mata merah dan sekujur tubuh yang terus gemetar. "Bukan gue yang mendorongnya, lu mau gue bilang berapa kali!"
Mark tidak mau mendengar, dia hanya menatapnya dengan kejam, seolah-olah menatap sebuah lelucon. "Apa menurut lu masih berguna untuk menjelaskannya sekarang?"
Memang tak berguna lagi, karena sudah terlambat!
Kalau Mark mengira hal ini dilakukan olehnya, maka hal ini pasti dilakukan olehnya! Tidak peduli dia bagaimana menjelaskan, dia pun tidak bisa dibandingkan dengan orang yang meninggal itu!
__ADS_1
Delfina tiba-tiba tertawa, lalu berdiri untuk mengambil pen dan menandatangani surat cerai itu.
Cerai, 'kan? Baik!
"Mark, gue sudah mencintai lu sepuluh tahun, anggap saja ini lelucon gue selama sepuluh tahun! Sejak hari ini, gue dan lu nggak ada hubungan apa pun lagi!"
Gue memberikan cinta pada lu, tapi kembalikan hati gue! Delfina menahan diri untuk tidak menangis, karena dia mau tersenyum bangga untuk menandatangani surat cerai ini.
Mark melihatnya dengan senyum dingin sembari berkata, "Apa lu kira, masalah akan berakhir dengan menandatangani surat cerai ini?"
Wajah Delfina pun pucat. "Apa lagi yang ingin lu lakukan?"
"Gue mau keluarga lu ikut hancur!"
Delfina langsung jatuh kembali ke tempat tidur, bukan hanya gemetar, juga melihat pria tampan yang di depan. Jelas-jelas tampang pria yang di depan adalah tampang yang dia cintai, tapi tiba-tiba dia dia tidak bisa melihatnya dengan jelas.
Mencintainya diam-diam selama lima tahun, menikah dengannya selama lima tahun. Dia telah meninggalkan kenangan yang banyak di dalam kehidupannya, tapi sekarang Mark malah mau memenjarakannya dengan tuduhan yang tidak benar itu.
"Apa nggak cukup membalas semuanya pada gue?"
__ADS_1
Delfina menatap ke arah Mark dengan mata yang merah. "Kenapa harus turun tangan pada keluargaku?! Orang tua gue menganggap lu sebagai anak kandung, apa keluarga gue ada melakukan kesalahan pada lu?!"
"Kematian Bella adalah kesalahan terbesar yang dilakukan keluarga kalian pada gue ...."
Mark memegang kuat dagu Bella sambil tersenyum kejam, seperti hantu yang keluar dari neraka, "Menggunakan cara licik untuk memaksa gue menikah dengan lu, sekarang lu malah membunuhnya. Delfina, gue memang nggak sekejam lu!"
Delfina gemetar seolah-olah ada air dingin yang dituangkan ke tubuhnya. "Apa gue di mata lu seperti itu?"
"Di mata gue?"
Mark melihat wajah Delfina dengan benci, seolah-olah telah mendengar lelucon. "Apa lu itu pantas diperhatikan gue? Delfina, apa lu itu terlalu melihat tinggi diri lu? Mulai hari ini, lu harus menerima semua hukuman karena kematian Bella!"
Hujan mulai turun dengan deras di luar, rintik hujan yang besar itu pun jatuh di jendela sehingga terdengar suara nyaring.
Semakin keras suara hujan, hati Delfina pun semakin dingin. Dia bergumam dengan nada yang sangat menyakitkan. "Mark, kalau suatu hari lu menyadari lu yang bersalah pada gue ...."
Tiba-tiba Mark merasa sedih, tapi dengan cepat pria itu kembali berekspresi kejam dan menatapnya dengan sepasang mata yang penuh dengan kebencian. "Merasa bersalah pada lu? Delfina, lu yang seharunya merasa bersalah pada gue dalam seumur hidup ini!"
Tiba-tiba terdengar suara guntur yang keras sampai membuat telinga Delfina berdengung!
__ADS_1
Delfina tiba-tiba lemas sampai mundur dua langkah. Seiring suara hujan yang keras, air matanya terus mengalir. Sedangkan pria yang di samping mengambil kontrak, lalu membanting pintu dan pergi. Ketika pintu itu tertutup, seolah-olah kedua dunia benar-benar terpisah.
Sejak saat itu juga, dunianya hancur.