
Selesai dia berbicara, langsung pergi dengan membawa angin sepoi-sepoi. Dia yang tinggi terlihat terhuyung-huyung di bawah angin sepoi-sepoi itu, juga terlihat bertekad dan teguh.
Ini kedua kalinya Mark melihat Delfina pergi, setiap kali pergi, dia merasa Delfina semakin jauh dari dirinya …
Pria tampan tadi bertanya pada teman baiknya, "Apa mereka sudah cerai?"
Temannya memutar pupil matanya. "Bisakah aku memanggilmu Kak? Mereka sudah cerai 5 tahun."
"Jadi, ke mana saja dia 5 tahun ini?"
Setelah merenung, temannya baru menjawab, "Masuk penjara. Tapi aku nggak begitu dekat dengannya, jadi nggak tahu masalah yang dia alami secara detail."
Pria bule itu tercengang, lalu tertawa setelah merespons. "Bukankah itu sama sepertiku?"
Tawanya membawa makna yang dalam, juga membuat temannya bingung. "Sudahlah, kamu jangan ada niat apa pun pada Delfina. Meskipun kami nggak dekat, aku sebagai orang asing juga kasihan padanya. Selain itu, aku nggak percaya Delfina orang seperti itu."
Di dunia ini, ada pria yang akan kagum pada seorang wanita tanpa syarat apa pun, juga tanpa membawa rasa apa pun. Hanya menggunakan pandangan lawan jenis untuk kagum pada orang yang sikapnya sama.
Bagaimanapun juga, tidak semua pria dan wanita berpikiran negatif.
Dia berkata, "Sebenarnya … ketika Delfina di penjara selama 5 tahun ini, ada banyak orang yang membantunya merehabilitasi."
Kalau Delfina tidak pergi begitu cepat, mungkin dia akan menangis setelah mendengar ucapan ini.
Lihatlah, sebagian besar orang di dunia ini tidak begitu bodoh, mereka semua adalah anak orang kaya, jadi pasti ada sikap yang sombong. Sedangkan wanita seperti Delfina memiliki sepasang mata yang terlihat keras kepala, jadi bagaimana mungkin dia membunuh orang?
Jadi setelah Delfina masuk penjara, ada banyak orang yang mencari hubungan untuk meminta tolong menanyakan hal ini, juga ada yang belangsungkawa, juga ada yang ingin tahu apa yang terjadi, bahkan ada yang membantu Delfina mencari keanehan dari video.
Bahkan dari sebagian orang itu, ada yang tidak kenal Delfina. Yang diketahui Jhonny, ada pria atau wanita dari kota sebelah yang membantu Delfina.
Mereka sangat kagum pada karya Delfina, juga tahu sikapnya, mungkin mereka membantunya, karena percaya dengan sikapnya.
__ADS_1
Namun, mereka tidak bisa melawan Mark yang berkuasa itu.
Sebenarnya kehidupan anak orang kaya tidak sejorok yang dipikirkan orang-orang. Mereka juga ada yang rela membantu teman, juga ada yang karena memiliki latar belakang dan didikan baik, jadi mereka lebih berpendidikan dan sabar dari banyak orang.
Terhadap Delfina, mereka selalu bersikap simpati dan kagum, jadi meskipun mereka adalah teman Mark, mereka juga ingin membantu wanita yang kasihan ini.
"Wanitanya Mark … bisa membuat Mark begitu perhatian padanya, bisa dibilang dia bukan orang sederhana." Pria bule itu menatap Delfina yang sudah pergi jauh, lalu dia berkata, "Jhonny … bantulah aku mencari tahu di mana Delfina kerja sekarang?"
Johnny menjawab, "Maaf, aku bukan CEO. Aku hanya seorang dokter."
Pria bule itu memutar pupil matanya. "Sudahlah, aku saja yang selidiki."
…
Delfina menggunakan waktu sejam untuk pulang ke rumah, sebenarnya perjalanannya hanya butuh 20 menit. Tapi, dia berputar di setiap jalan kota ini, sehingga membuang waktu sejam baru sampai rumah.
Di rumah sangat sunyi, jadi dia tidak ingin pulang.
Dia akhirnya mengerti kenapa setiba malam ada banyak orang yang suka minum bir di bar atau ada yang suka mengejar rasa senang itu, karena kesepian. Di rumah ini hanya dia seorang, mau dia bilang apa, buat apa, juga tidak ada balasan.
Dia memegang dahinya sambil berbaring di sofa, kerjanya tidak ada perkembangan, juga tidak bisa mendapatkan anaknya kembali. Dia merasa kehidupannya terlalu gagal, sekarang sedang sakit, juga tidak tahu harus berbuat apa.
Pada saat ini, ada telepon yang masuk.
Dia melihat sejenak, ketika melihat itu nomor asing, dia pun mengangkatnya dan terdengar suara yang familier.
Itu Sofia.
Sofia berkata terus terang dengan tenang. "Datanglah ke Fusion, aku ingin memperkenalkan bisnis untukmu."
Delfina menjadi bingung, apa yang mau dilakukan nona kaya ini lagi?
__ADS_1
Sebenarnya dia merasa keluarga Sofia bisa melindungi dia dengan baik sampai sekarang, pasti sangat susah. Dikesan Delfina, sebelum dirinya masuk penjara, keluarga Sofia pernah mengalami masalah besar.
Kemudian tidak tahu bagaimana mereka mengatasi hal itu, apa yang terjadi, dia juga kurang jelas. Tak lama kemudian, berita dia masuk penjara menutupi masalah keluarga Sofia. Kemudian, Delfina masuk penjara dengan membawa hati yang hancur, setelah keluar dari penjara, juga sangat sengsara.
Ketika memikirkan hal ini, Delfina juga tertawa. Lalu, mendengar Sofia berkata, "Aku tahu kamu menganggapku sebagai lawan, sebenarnya kamu juga musuh dalam percintaanku. Tapi, dibandingkan dengan Jenny, aku lebih suka melawanmu."
Delfina tidak mengatakan apa-apa, Sofia pun menutup telepon. Setelah merenung 20 menit, dia berdiri untuk mandi dan berdandan, setelah memilih baju, dia memakai parfum, lalu ke Fushion dengan naik taksi.
Satu jam kemudian, setelah Sofia yang kedinginan bersin, kebetulan melihat Delfina berjalan kemari.
Wanita yang di bawah angin dingin itu mengenakan jaket dan rok pendek, sehingga terlihat sepasang kaki panjang. Dia juga mengenakan sepatu boot, rambut hitam yang sedikit keriting itu terurai di samping, sehingga terlihat lehernya yang ramping.
Kecantikan Delfina tidak usah diragukan lagi, tapi sekarang usianya sudah bertambah seiring waktu berlalu, juga membuat sikap lebih tenang dari dulu. Yang membuat orang kaget bukan wajahnya, melainkan temperamennya yang dingin.
Dia seperti berjalan di jalan penuh bunga, tapi tak meninggalkan satu kelopak bunga. Bayangannya seperti siluet yang akan menghilang begitu ditiup angin.
Ini perasaan Sofia ketika bertemu Delfina lagi. Dari tubuhnya dapat melihat kecantikan seperti orang yang sekarat, tapi terlihat sangat cantik seperti sehat kembali. Sepasang matanya penuh perasaan mendalam juga haus, seperti tanah yang retak dan membawa rasa dingin yang menusuk.
Mark yang telah menghancurkannya seperti ini.
Ketika Sofia melihat Delfina kemari, dia sudah mendengar suara pileknya, jadi mengerutkan dahi, "Apa kamu demam?"
Delfina tidak menjawab.
Sofia tertawa dingin. "Jangan berharap aku membantumu. Sekarang aku sudah mengerti, orang seperti Mark tidak layak kita berkorban deminya."
"Jadi, kamu butuh mencari sekutu untuk diandalkan?"
Delfina berkata dengan pelan, "Tapi aku menolak untuk menjadi temanmu, juga nggak butuh sanjunganmu."
Sofia menatap Delfina dengan kaget, lalu berkata dengan keras, "Delfina, kamu kok nggak tahu diri, sih!"
__ADS_1
Delfina tertawa. "Kamu baru tahu, ya?"
Sofia berkata dengan kesal. "Jangan terlalu cepat kamu sombong! Hari ini memanggilmu kemari, karena ada yang mau bertemu denganmu …"