Kau adalah Hidupku

Kau adalah Hidupku
Episode 5


__ADS_3

Setelah mengantar adik dan keponakannya pulang ke rumah, Bryan pun mau kembali ke studio karena dia mau menulis naskahnya, sekalian mau mengemudi mobil itu pergi. Delfina mengeluarkan kotak makan dari lemari es dan memberikannya. "Kamu jangan terlalu lelah."


Bryan berkata, "Merawatmu memang sangat lelah, bahkan aku sampai sekarang belum mendapatkan istri."


Sedangkan, Delfina menutup pintu agar kakaknya tidak bisa masuk ke dalam, lalu Alex yang duduk di belakang pun tertawa. "Paman memang jomblo ngenes!"


Delfina juga tertawa, "Apa hari ini kamu senang?"


Alex menganggukkan kepala, "Senang!"


"Baiklah kalau senang, setelah pulang ingat ...."


"Setelah pulang ingat mengucapkan terima kasih pada paman." Alex membuka lebar matanya, "Aku sudah mengerti, Bu."


Delfina merasa dirinya  bisa melahirkan anak sepintar ini, seperti menang lotre 10 miliar.


Setelah dia membersihkan kamar, dia pun berencana tidur, tapi malah mendengar suara bel.


Delfina masih mengepel, jadi menyuruh Alex untuk membuka pintu. Alex pun melompat turun dari sofa dan berjalan ke depan. "Apa paman lupa mengambil barang ...."


Setelah membuka pintu, ekspresi Alex pun berubah begitu melihat wajah pria itu.


Mark juga tidak menyangka dia yang akan membuka pintu. Dia telah berfantasi tentang adegan mereka bertemu, sudah lima tahun tidak bertemu, mungkin Delfina akan bereskpresi dingin atau menatapnya dengan asing, mungkin juga membencinya. Tetapi, dia tidak menyangka putranya yang akan membuka pintu.


Alex pun tercengang begitu melihat wajah Mark, detik berikutnya dia langsung menutup pintu dengan kuat.


Ini pertama kalinya Mark bertamu di sini, alhasil dirinya malah tidak disambut!


Lalu, yang menutup pintu itu adalah anak kecil!


Namun, setelah dipikir, putranya memang memiliki sikapnya sendiri. Setelah membujuk diri sendiri, dia mengetuk pintu lagi.


Saat ini, terdengar suara Alex, "Bu, nggak ada orang di luar, mungkin tetangga sedang membuat onar!"


Mark pun marah, dari mana bocah ini belajar berbohong!


Lalu, Mark langsung menendang pintu, kali ini Alex terkejut sampai menahan pintu dan melihat ke arah Delfina, "Bu ... di depan ada orang jahat ...."


"Kenapa?" Delfina memeluk Alex, kok anak ini berekspresi begini? Dalam hati berpikir mungkin kehidupan mereka berdua telah menarik perhatian orang jahat, jadi dia langsung mundur beberapa langkah dan memeluk Alex dengan erat.


"Bu, jangan takut. Orang yang di luar adalah Tuan Besar Mark."


Hatinya Delfina pun menjadi dingin!

__ADS_1


Kok Mark bisa datang kemari? Dari mana dia tahu dirinya dan Alex tinggal di sini? Apa kedatangannya ... untuk merebut anaknya?


Setelah berpikir, matanya pun memerah, lalu Delfina berkata sambil menggertakkan gigi. "Alex tenang saja, ibu nggak akan menyerahkanmu pada orang jahat."


Setelah mendengar kata ini, Alex pun turun dari pelukannya, lalu dia membuka pintu. Ketika Mark ingin menendang kedua kalinya, dia melihat pintu sudah terbuka, kemudian ada anak kecil yang mirip dengannya berdiri di depannya dan menatapnya dengan ekspresi was-was. "Ngapain kamu mencariku?"


Waw! Tampaknya anak ini mengetahui semua hal jadi dia tidak blak-blakan.


Mark juga tersenyum dingin, "Apa nggak mau mengundang ayahmu masuk ke dalam?"


"Aku nggak ada ayah." Mark langsung melawan, "Ibuku yang menjagaku selama lima tahun ini, jadi aku nggak ada ayah. Juga nggak butuh ayah."


Mata Delfina memerah begitu mendengar kata ini, benar-benar anak yang baik!


Mark menatap Alex dari depan pintu. "Kamu nggak butuh ayah?"


"Tuan Besar Mark, ibuku dan aku selama ini hidup dengan baik, juga nggak melakukan kesalahan. Jadi harap kamu memberitahu kami ngapain kamu datang ke sini. Selesai bilang, silakan pulang."


Alex mempelajari orang lain memanggilnya Tuan Besar Mark, tapi Mark yang mendengar ini merasa tidak nyaman.


Apa Delfina yang mengajari anak ini untuk berpura-pura patuh padanya?


Mark yang marah langsung masuk, lalu dia melihat Delfina yang berdiri di ruang tamu. Seketika, semua emosi karena perpisahan lima tahun ini pun memenuhi hatinya.


"Lama tak berjumpa," kata Mark.


Delfina tidak menjawab. Alex melihat dirinya tidak mengadangnya, jadi dia berlari ke sisi ibunya, lalu menarik tangannya sambil berkata, "Ibu, jangan takut. Ayo kita tidur."


Ketika mereka hendak pergi dan berencana mengabaikan Mark.


"Berhenti!"


Terdengar suara marah dari belakang, lalu sekujur tubuh Delfina gemetar, bahkan Alex yang memegang tangannya pun bisa merasakan ketakutannya.


Mark tertawa dengan marah, "Apa kamu nggak berencana menjelaskan masalah anak ini denganku?"


"Menjelaskan apa?"


Delfina menjawab dengan gemetar sambil melihat Mark. "Aku sudah dipenjara selama 5 tahun, kenapa kamu masih nggak mau mengampuniku?"


Masuk penjara selama 5 tahun! Menghancurkan semua cinta dan harapan Delfina terhadapnya!


Mark menyipitkan mata, seolah-olah tidak puas dengan respons ini. "Kamu masuk penjara karena kesalahanmu sendiri, ngapain kamu berpura-pura kasihan?"

__ADS_1


Mata Delfina pun memerah, dia berbalik badan dan berkata pada Mark, "Benarkah? Iya, jadi ngapain sekarang kamu datang mencariku? Wanita yang pernah masuk penjara sepertiku, layakkah membuatmu datang ke rumahku?"


Mark menarik tangan Alex, "Kalau kamu nggak layak, tapi dia sangat layak!"


Delfina menahan dirinya agar tidak menangis, tapi Alex terlihat sangat tenang, dia hanya menatap Mark sambil berkata, "Tolong Tuan Besar Mark lepaskan tanganku!"


Kata tolong ini sangat menusuk hati Mark.


Mark berkata, "Panggil aku ayah!"


"Aku nggak ada ayah."


Alex menengadahkan kepala, lalu tersenyum, "Aku hanya punya ibu yang masuk penjara selama 5 tahun."


Saat itu, Mark mengakui kalau dirinya kalah pada seorang anak.


Delfina tidak perlu mengatakan apa pun, tapi ucapan Alex sudah membuatnya sangat sakit hati.


Hanya 5 tahun penjara saja, Delfina membuat orang yang dia cintai dan anaknya meninggal, jadi apa hak dia menanyainya dengan penampilan korban?!


Tiba-tiba dia teringat dengan apa yang Delfina katakan ketika dibawa pergi polisi.


Kalau suatu hari kamu menyadari apa yang kamu lakukan salah ....


Mark pun tergerak, lalu dia melihat Alex tanpa sadar, tiba-tiba dia menanyakan pertanyaan yang bodoh, "Kapan kamu melahirkan anak ini?"


"Masih perlu ditanya? Tentu saja di dalam penjara."


Delfina tertawa sampai air mata keluar, "Di matamu hanya ada Bella, bagaimana mungkin kamu bisa memedulikanku hamil atau gak? Oh iya, mungkin saja Alex bukan anakmu, karena di matamu aku hanya seorang pelacur!"


Mark marah besar, dia melepaskan Alex dan mencekik Delfina, "Sudah lima tahun nggak bertemu, ternyata kamu masih begitu murahan!"


Delfina menggunakan tangan kiri mendorong Mark, hal ini membuat Mark kaget karena dia melihat ada kapalan di tangan kiri Delfina.


Delfina selalu menggunakan tangan kanan, kenapa ....


Mark seperti teringat dengan sesuatu, jadi dia menarik tangan kanan Delfina. Delfina pun berteriak keras, tapi emosinya tiba-tiba menjadi tak stabil, "Lepaskan aku!"


Mata Alex juga memerah, "Lepaskan ibuku!"


Lengan bajunya diangkat, lalu tangan ramping yang seolah-olah akan patah karena dipegang kuat itu muncul di depannya. Dulu, sepasang tangan ini adalah kebanggaan Delfina, ketika dia menggambar, semua dunia pun berbinar di matanya, tapi sekarang ....


Tangannya penuh dengan bekas luka yang menusuk matanya, Mark pun tercengang sampai pupil mata menyusut!

__ADS_1


(Bersambung ...)


__ADS_2