
Ketika dia melihat ke atas, jari kelingkingnya yang putus pun muncul di depan matanya. Jari tangan kanan Delfina bukan lima jari, karena jari kelingkingnya patah, sehingga terlihat sangat menusuk mata.
Saat itu, pria yang ganteng pun tidak dapat diam saja, dia bertanya dengan sakit hati. "Apa yang terjadi?!"
Delfina hanya tertawa arogan seperti lima tahun yang lalu, bahkan bisa dibilang seperti orang gila dan Delfina dapat melihat ekspresi kaget Mark. "Ini adalah hadiah pemberian Anda! Mark, aku sudah cukup menerima penderitaan yang kamu bari dalam seumur hidup ini, tolong kamu mengampuniku!"
Tolong kamu mengampuniku!
Mark mundur beberapa langkah, lalu melepaskan tangannya dengan lemas sambil menatapnya dengan kaget.
Sepasang mata itu tidak ada lagi rasa cinta, hanya tersisa rasa benci yang sangat dalam dan rasa benci itu membara di matanya.
Rasa sakit pun menyebar di dalam hati, ini seperti awalnya masih memegang sesuatu itu dengan erat, tapi detik berikutnya barang itu hancur karena tidak digenggam erat. Rasa sakit yang tak dapat dicegah mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.
Iya ... dia memang ingin memenjarakan Delfina, agar seumur hidup ini dia menyesal, tapi kenapa bisa berubah menjadi seperti ini ....
Siapa yang melakukan kekerasan padanya di dalam penjara? Siapa yang menghancurkan kebanggaannya?
__ADS_1
Mark menatap Delfina, tiba-tiba ada rasa ketakutan di hatinya, dia takut dirinya tidak mengerti wanita di depan lagi. Jelas-jelas mereka ada hubungan pernikahan selama 5 tahun, tapi kenapa dia merasa begitu asing pada Delfina?
Mark tentu saja tidak mengerti, Delfina pernah melakukan hal yang gila, bodoh dan kehilangan akal sehat selama lima tahun ini, tapi kekecawaan lima tahun itu membuatnya mati berkali-kali, bahkan mengubahnya menjadi lelucon!
Ketika menengadahkan kepala lagi, dalam tatapan Delfina hanya tersisa rasa benci.
Sedangkan Mark bergegas keluar dari rumah Delfina seperti kabur. Ketika dia menutup pintu dengan kuat, dia berdiri di depan pintu dengan membungkuk, lalu memegang kerah bajunya dengan kuat, seolah-olah sesak napas.
Kenapa Delfina ... berubah menjadi begini? Apa yang terjadi padanya dalam lima tahun itu?
Delfina yang di dalam rumah pun duduk lemas di lantai sambil bersandar pada Alex dengan rasa sakit hati yang tak bisa dilampiaskan.
Tak lama kemudian, dia melampiaskan emosionalnya, teriakan itu seperti menebus ke dalam jiwanya.
Semuanya gerakan yang tersembunyi pun diam-diam bergejolak di dalam ketenangan dan pada saat yang sama serangan sengit itu menyerang ke arahnya. Hari-hari gelap itu seolah-olah ingin melibatkannya ke dalam, tubuh Delfina gemetar, sedangkan Alex yang disandarnya pun berdiri dengan tegak.
"Ibu ... maukah minum susu?"
__ADS_1
Delfina memejamkan matanya dan menangis.
...
Setelah malam yang gila itu berlalu, Delfina mengira Mark tidak akan mengganggu mereka berdua lagi. Tetapi esok harinya, hal yang mengejutkan Delfina pun terjadi.
Bryan meneleponnya untuk mengatakan kalau kepala sekolah bilang Alex sudah dijemput seseorang.
Menurut deksripsi kepala sekolah, orang itu pasti Bryan!
Delfina bergegas turun dari tempat tidur, lalu membuka laci dengan langkah tak stabil, kemudian dia memakan obat yang sudah lama tidak dimakannya. Delfina yang ingin muntah menelan beberapa pil obat itu secara paksa, kemudian menyeka air mata di wajahnya dan berdiri.
Matanya yang merah penuh dengan kebencian, dia menarik baju di dadanya dengan tangan yang gemetar.
Tidak apa-apa ... jangan takut.
Mark, kalau kamu merebut harapan terakhirku, aku pasti akan menggunakan segala cara untuk melawanmu!
__ADS_1